Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Soft News

Noraebang: Ruang Karaoke K-Pop yang Mempererat Harmoni Persahabatan dan Budaya

by Muhammad Zaky Nur Fajar
8 Oktober 2023
in Headline, News, Soft News, Umum

Dengan terus meluasnya hallyu di berbagai penjuru dunia, banyak sekali kegiatan yang bertemakan kebudayaan populer Korea Selatan, seperti musik, film, dan kuliner, yang diadakan untuk menggaet lebih banyak konsumen. Sebagai salah satu negara yang terpapar hallyu dengan begitu kuat, fans-fans Korea (Kpopers) di Indonesia memiliki caranya tersendiri untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap budaya yang mereka sukai, salah satunya melalui Noraebang.

Di negeri asalnya, Noraebang secara harfiah berarti ruang karaoke, “Norae” berarti lagu dan “Bang” bermakna ruang. Jika kita sering melihat drama korea, biasanya banyak scene yang menunjukkan tokoh-tokoh yang memesan ruang karaoke dan bernyanyi bersama teman, keluarga, maupun rekan kerja. 

Noraebang sebagai Sarana Berkumpul dan Berekspresi bagi Para Kpopers

Noraebang telah menjadi salah satu budaya coping mechanism bagi masyarakat Korea Selatan, baik pelajar maupun pekerja, untuk melepas penat dari kehidupan sehari-hari mereka yang cenderung padat. Oleh karena itu, kita bisa melihat banyaknya ruang karaoke yang bertebaran di sepanjang jalan di Korea Selatan, khususnya di kota-kota besar.

Di Indonesia sendiri, istilah noraebang mengalami pergeseran makna dan lebih identik dengan kegiatan yang dilakukan oleh Kpopers. Noraebang di Indonesia biasanya dilakukan secara massal, di mana para Kpopers berkumpul di satu tempat yang luas dan terbuka, seperti kafe, bar, bahkan di tengah mal, untuk menyanyikan lagu masing-masing idola mereka secara bergantian.

Biasanya terdapat Disjoki (DJ) dan host yang memandu karaoke sembari menari dan mengajak fans berinteraksi. Selain itu, dipasang pula layar lebar untuk menampilkan lirik-lirik lagu tersebut agar peserta dapat ikut bersenandung. Maklum, sefanatik-fanatiknya Kpopers tetap saja susah menghafal lagu berbahasa Korea dengan tepat.

Noraebang menjadi bukti kesuksesan Korea Selatan dalam diplomasi publik melalui instrumen budayanya. Hampir setiap minggu, berbagai portal media sosial Korea mempromosikan  acara Noraebang hingga mendapatkan respons dari ratusan orang. 

Bayangkan saja, acara-acara seperti ini membuat banyak orang seolah tersihir menyanyikan lagu-lagu K-Pop di tengah keramaian walau tidak ada idola tampil di depannya. Ini menjadi sebuah virtous circle yang secara tidak langsung mempromosikan K-Pop kepada masyarakat umum untuk merekrut lebih banyak penggemar.

Noraebang Menjadi Tempat yang Tepat untuk Bertemu Kpopers Lainnya 

Tanpa perlu saling mengenal, noraebang bisa menjadi wadah pemersatu bagi Kpopers yang diikat dengan satu ketertarikan yang sama. Hal ini menciptakan suatu keindahan yang unik terhadap  rasa kepemilikan yang sama. 

“Walau aku kesini sendirian, tapi seru banget bisa ketemu banyak teman baru. Walau baru pertama kali ketemu, kita gak canggung dan gak jaim,” terang Yuyun, fans Treasure yang Economica temui di acara Noraebang Lippo Mal Puri yang dipandu oleh Sorijilleo, grup disjoki Kpop besutan CoppaMagz.

Ditemui di tempat yang sama, Suci menyatakan bahwa Noraebang menjadi salah satu caranya untuk melepaskan penatnya sejenak. “Aku datang bersama dengan teman-teman Treasure Maker (Fans Treasure) yang aku temui di Noraebang sebelumnya. Acara ini seru banget karena bisa ngilangin rasa kangen ke konser, nyanyi, dan nari bareng,” ujar Suci.

 

Editor: Anindya Vania dan Tara Saraswati

Muhammad Zaky Nur Fajar
Ketua Umum at Badan Otonom Economica |  + postsBio

Nyemplung ke bidang jurnalistik secara tidak langsung, tetapi sekarang dibuat jatuh cinta dengan jurnalistik

  • Muhammad Zaky Nur Fajar
    Seri Kepemimpinan BEM FEB UI 2024: Dinamika Pencalonan dan Insentif Berorganisasi
  • Muhammad Zaky Nur Fajar
    Problematika Honor Asisten Dosen di FEB UI: Mulai dari Ketidakjelasan Waktu Cair hingga Pemotongan Sepihak
  • Muhammad Zaky Nur Fajar
    Board Game “Emisi”: Sarana Belajar sambil Bermain tentang Krisis Iklim
  • Muhammad Zaky Nur Fajar
    Batas Waktu Perpanjangan Pendaftaran Pemira Hampir Ditutup, Benarkah Tidak Ada Calon Ketua BEM FEB UI yang Mengambil Berkas?

Related Posts

Menaiki Roller Coaster Emosi Bersama 20th Century Girl
Sastra

Menaiki Roller Coaster Emosi Bersama 20th Century Girl

Kebangkitan Hallyu: Buah dari Korean Development State Model
Mild Report

Kebangkitan Hallyu: Buah dari Korean Development State Model

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© Badan Otonom Economica

No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide