Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

Wajah Baru PBKM FEB UI Pascavakum: Siap Berikan Dampak Nyata

by Linda Novilia, Izma Lailatul Qadar & Nirwan Surya Aprial
10 Februari 2026
in Hard News

Pusat Bimbingan Karier dan Magang (PBKM) merupakan suatu organisasi yang bertujuan menjadi wadah pengembangan karier bagi mahasiswa FEB UI dengan pembekalan kompetensi, wawasan industri, serta jejaring profesional guna mendukung keberlanjutan karier. PBKM telah berdiri sejak tahun 1997 dan resmi menjadi Badan Otonom (BO) pada tahun 2002. Organisasi yang sempat mati suri ini kembali hadir dengan program dan tampilan baru di tahun ini.

Tim Economica berkesempatan mewawancarai Stefan Azaria (Evan) selaku President dan Syadly Yudhistira (Yuyud) selaku Vice President PBKM tahun 2026 untuk membahas seputar arah PBKM kedepannya, program kerja apa yang akan dilaksanakan, serta harapan akan periode PBKM yang baru.

Dibalik Kembalinya PBKM 

Diketahui, PBKM sempat tidak aktif pada tahun 2024 akibat adanya regenerasi kepengurusan yang tidak optimal jadi pelaksanaan kegiatannya tidak berjalan. Yuyud mengatakan bahwa organisasi ini sangat berpotensi untuk membantu mahasiswa dalam mempersiapkan karier di masa depan.

“Kami yakin bahwa peran PBKM ini sebagai wadah pengembangan karier mahasiswa itu, terutamanya di lingkungan FEB UI itu tetap sangat relevan. Bahkan, menurut gue itu sangat penting dan semakin meningkat kepentingannya karena kita lulusan (FEB UI) itu pasti banyak, tapi dunia kerja itu loker-lokernya semakin sempit. Jadi, itulah kenapa PBKM perlu diaktifkan kembali.” Jelas Yuyud.

Evan menambahkan, “Alasan utamanya karena memang ini sangat dibutuhkan buat mahasiswa juga. Salah satu concern yang dimiliki oleh banyak mahasiswa itu zaman sekarang semakin sulit buat dapat kerjaan.  Apalagi lo sebagai anak FEB UI, nggak menjamin lo bisa dapat kerja setelah lulus. Lo benar-benar nggak bisa ngandelin kuliah aja, lo tetap harus cari magang, lo tetap harus cari tahu info-info apa sih yang bisa naikin value lo sebagai mahasiswa buat diterima kerja. Sayang banget kalau memang fasilitas seperti ini tidak dimanfaatkan dengan baik.”

Tujuan dan Program “New” PBKM 

Sebagai salah satu BO di FEB UI, PBKM memfokuskan target utama dari pelaksanaan kegiatan-kegiatannya untuk mahasiswa FEB UI. Namun, mereka juga merancang program kerja yang akan terbuka untuk umum, sehingga tidak menutup kemungkinan mahasiswa UI ataupun mahasiswa dari instansi lainnya dapat ikut serta dalam berbagai kegiatan PBKM.

Selain melaksanakan program kerja terbuka, PBKM juga akan memberdayakan internal atau pengurusnya dengan program yang akan mendukung perkembangan internal. “Nah selain program-program yang berfokus pada dampak eksternal (mahasiswa FEB UI), kita juga membawakan program-program baru yang bertujuan untuk mengembangkan internal (PBKM), yang dapat mendorong soft skill dan juga hard skill pengurus PBKM.” Ungkap Yuyud. 

Program-program kerja yang akan diadakan oleh PBKM pada periode ini antara lain: PBKM Career Launchpad dan PBKM Career Festival (seminar & job certification), Career Insight (workshop pengembangan keterampilan untuk karier), serta company visit. Selain itu, PBKM juga akan memanfaatkan sosial media mereka untuk aktif menyebarkan info magang maupun lowongan kerja, seperti yang sudah pernah mereka lakukan sebelumnya.

PBKM juga memiliki rencana untuk mengembangkan website yang nantinya akan memudahkan PBKM untuk menyebarkan informasi seputar magang, karir, serta pengembangan keterampilan secara lebih terintegrasi. Seperti Organisasi dan BO lainnya, PBKM juga akan memulai open recruitment staf pada bulan Februari 2026. PBKM sendiri membuka kesempatan bagi mahasiswa FEB UI angkatan 2025 untuk menjadi staf pada berbagai divisinya. 

Harapan PBKM untuk Seterusnya

Dengan kepengurusan dan program “New” PBKM, Yuyud menyampaikan harapannya agar perjalanan PBKM selaras dengan visi yang telah dirancang oleh dirinya dan Evan, “Yaitu menjadi pusat pengembangan karier terdepan di lingkungan FEB UI yang menyediakan akses inklusif, relevan, dan juga berbasis industri untuk mendukung perkembangan karier masyarakat FEB UI secara berkelanjutan.”

“Jadi pada intinya, kami berharap PBKM dapat terus konsisten memberikan dampak nyata baik bagi masuk FEB UI secara eksternal dan juga pengurus PBKM itu sendiri secara internal, maupun bagi keberlanjutan organisasi di masa mendatang,” tambahnya.

Evan juga turut menyampaikan beberapa harapan untuk PBKM ke depan. Poin pertama yang disampaikan adalah menjadikan kepengurusan tahun ini sebagai salah satu kepengurusan terbaik. “Jadi kita gak cuma bikin logo baru aja, tapi kita juga benar-benar develop ke arah yang baru, kita melangkah ke jalan yang baru,” jelasnya.

Poin lainnya, PBKM ingin membangun kembali relasi dengan alumni PBKM di masa lampau. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama antara pihak PBKM dengan perusahan-perusahaan para alumni. Harapan lainnya, PBKM ingin menjalankan regenerasi yang baik agar mencegah terjadinya vakum seperti sebelumnya. “Kita nggak cuma berharap tahun ini sukses, tapi kita juga berharap kita bisa meneruskan kesuksesan itu ke tahun yang selanjutnya,” tutup Evan.

 

 

Oleh: Izma Lailatul Qadar, Linda Novilia, Nirwan Surya

Editor: Rafa Zulhaq 

Ilustrasi: Diniar Arini

#SebatasKataKataBukanBudayaKami

Related Posts

Kasus Kekerasan Seksual FH UI: Ironi Calon Penegak Hukum yang Mencederai Hukum
Hard News

Kasus Kekerasan Seksual FH UI: Ironi Calon Penegak Hukum yang Mencederai Hukum

Hustle Culture di FEB UI: Perkembangan Karier atau Toxic Productivity?
Soft News

Hustle Culture di FEB UI: Perkembangan Karier atau Toxic Productivity?

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide