Satu langkah menuju jurang kehancuran
Pilar semesta pun letih menanggung semuanya
Gerbang kematian negeri ini sudah di depan mata
Perjalanan para kesatria yang telah anak kami lupakan
Kami yang terus mencaci maki,
terpecah belah di titik bifurkasi
Kami yang terus berbicara tentang negeri di seberang lautan
Hancur lebur, saling bunuh, terjajah, terpecah belah
Semata-mata untuk lari dari yang ada di pelupuk mata
Apa jadinya bila mereka tahu?
Apa jadinya bila mereka angkat bicara?
Kebebasan abadi yang diraih atas pertumpahan darah,
disia-siakan kami bagai kupu-kupu tanpa sayapnya
Cacian dan cercaan bangsa lain yang menusuk tanpa henti
Pelita yang kian lama kian meredup
dan para kesatria yang hanya tinggal nama
Momentum di depan mata yang tak bisa diabaikan
Kami harus bangkit,
lari bermil-mil dari jurang kematian
Mendobrak gerbang kematian
Merebut kembali kebebasan abadi,
milik putra putri bumi khatulistiwa.
Pojok Sastra adalah kolom terbuka untuk tulisan jenis puisi, resensi, cerita pendek, dan opini. Dikurasi langsung oleh redaksi Economica.id.

