Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Headline

The 6th Music Gallery Kembali Mendulang Kesuksesan

by Pieter Hans Siregar
13 Maret 2016
in Headline, Kampus

Music Gallery, acara tahunan yang diselenggarakan oleh BSO Band FEB UI kembali digelar. Memasuki tahun keenam, ajang musik yang menampilkan musisi-musisi indie ini berlokasi di ballroom lantai P7 Kuningan City, Jakarta Selatan.

Acara berlangsung selama 1 hari pada hari Sabtu (12/3) dan sudah mulai dipadati penonton sejak mulai open gate pada jam 2 siang. Jumlah pengunjung memuncak sekitar jam 7 malam dan masih cukup ramai hingga penampilan terakhir berakhir tepat pukul 12 malam.

Beberapa band yang terlihat dipenuhi penonton antara lain Kelompok Penerbang Roket, Elephant Kind, Mocca, Maliq & d’Essentials, Float, dan dua Band asal Australia Panama dan Last Dinosaurs. Di samping itu terdapat band-band lain yang ikut meramaikan yakni Sentimental Moods, Silampukau, The Adams, Dried Cassava, Tigapagi, Danilla X Mondo Gascaro serta band demo Kaveman, Low Pink, dan Rahasia Viktor.

Variasi genre dari band-band yang diundang mulai dari Jazz, Electronica hingga Rock memperkaya rasa dan perbedaan selera musik pengunjung yang datang ke acara musik tersebut. Dua lokasi panggung yang berbeda, yakni di ruangan Ballroom tertutup dan tempat parkir terbuka di bawahnya juga menyajikan suasana tontonan yang berbeda.

Meski hujan sempat membasahi bagian terbuka dari tempat acara, hal tersebut tidak mempengaruhi keramaian dan antusiasme pengunjung.

“Sebenarnya saya paling menantikan Panama dan Maliq & d’Essentials sih yang baru tampil malam, tapi saya sudah datang dari jam 3. Lumayan nonton yang lain dulu,” kata Rifki, seorang pengunjung.

Hal serupa diutarakan Evan,  pengunjung lain yang datang sejak jam 5 sore tapi belum mau pulang sebelum menyaksikan Last Dinosaurs yang baru tampil terakhir pukul 22.55. “Lebih banyak yang bisa ditonton rasanya lebih worth it,” ujarnya.

Ketika Last Dinosaurs tampil mengakhiri acara, jumlah penonton sudah tidak sebanyak yang menyaksikan baik Panama pada jam 7 malam maupun Maliq & d’Essentials yang tampil setelahnya. Namun jumlah tersebut masih terbilang memuaskan. Ketika evaluasi seusai acara, Tama, ketua Bidang 1 kepanitiaan Music Gallery mengutip petugas pengelola Ballroom Kuningan City yang mengatakan bahwa acara tersebut merupakan salah satu acara paling ramai yang pernah diadakan di ballroom Kuningan City. Tama juga menyampaikan bahwa para musisi yang diundang merasa puas dengan pelayanan panitia dan kelangsungan acara.

 

Kontributor: Pieter Hans Siregar
Editor: Muhammad Faathir

Related Posts

Hustle Culture di FEB UI: Perkembangan Karier atau Toxic Productivity?
Soft News

Hustle Culture di FEB UI: Perkembangan Karier atau Toxic Productivity?

Wajah Baru PBKM FEB UI Pascavakum: Siap Berikan Dampak Nyata
Hard News

Wajah Baru PBKM FEB UI Pascavakum: Siap Berikan Dampak Nyata

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© Badan Otonom Economica

No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide