Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

Sempat Hilang Tanpa Jejak, HUMUS FEB UI Kembali Menanjak

by Vallencia Christina & Vanessa Queentania Arella Utomo
13 Mei 2025
in Hard News

Lebih dari satu tahun tanpa kabar, HUMUS Mapala FEB UI akhirnya kembali menunjukkan eksistensinya. Setelah sekian lama tidak terdengar kabarnya, HUMUS kini memulai babak baru dengan semangat yang diperbarui. Langkah awal kebangkitan HUMUS dimulai sejak mereka resmi menunjuk ketua baru, Fajri Bahari (Fajri), mahasiswa jurusan Bisnis Islam angkatan 2022.

HUMUS adalah organisasi mahasiswa pecinta alam (Mapala) yang berada di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Didirikan pada tahun 1998, HUMUS dikenal dengan kegiatan eksplorasi alamnya seperti pendakian gunung, penyusuran pantai, pengamatan hutan, dan aktivitas alam lainnya.

HUMUS akan Open Trip dalam Waktu Dekat

Dalam wawancara bersama Economica, Fajri mengungkapkan bahwa HUMUS akan kembali aktif melalui program kerja terbaru, yaitu trip ke Gunung Prau yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juni 2025. “Untuk saat ini progresnya berupa rancangan trip dan transportasi. Anggota-anggota HUMUS sekarang sangat antusias pada program kerja baru ini,” kata Fajri.

Proker ini dirancang sebagai titik awal kembalinya HUMUS dalam kegiatan keorganisasian FEB UI. Selain untuk menghidupkan kembali organisasi, kegiatan ini juga ditujukan untuk kembali mengenalkan organisasi yang sudah lama tanpa kabar ini kepada mahasiswa, terutama mereka yang belum pernah mendengar atau mengenal HUMUS sebelumnya.

Apa yang Terjadi pada HUMUS Sebelumnya?

Kondisi vakumnya HUMUS disebabkan oleh Pandemi COVID-19 yang melanda sejak awal 2020 yang menjadi titik awal vakumnya HUMUS. Semua program kerja HUMUS terpaksa dihentikan mengikuti aturan pembatasan sosial yang diberlakukan secara nasional.

“COVID itu menjadi faktor berhentinya gerak HUMUS. Semua kegiatan harus terhenti, dan setelah itu, regenerasi anggota jadi sulit,” jelas Fajri. Dalam masa transisi ke pembelajaran online dan keterbatasan mobilitas, HUMUS kehilangan kesempatan untuk menyapa mahasiswa baru yang potensial untuk bergabung.

Tahun 2023 menjadi saat terakhir HUMUS menjalankan program kerja secara aktif. Setelah itu, organisasi ini perlahan menghilang dari peredaran. Akun media sosial HUMUS pun berhenti memperbarui konten, dan pada tahun 2024, HUMUS tidak lagi terdengar kabarnya. Banyak mahasiswa FEB UI tidak mengetahui bahwa HUMUS adalah salah satu organisasi resmi yang ada di fakultas mereka, terutama mahasiswa baru.

Fajri menekankan bahwa HUMUS bukan sekadar organisasi pecinta alam, tetapi juga wadah untuk mengajak mahasiswa FEB UI belajar mencintai dan menghargai alam. “HUMUS itu ingin mengajak mahasiswa untuk melihat keindahan alam dari dekat. Kami ingin berbagi wawasan tentang cara mendaki gunung, apa yang harus disiapkan, dan bagaimana menjelajah alam secara bertanggung jawab,” tambahnya.

Status Organisasi HUMUS Terkini

Saat ini, HUMUS tetap berstatus sebagai BSO (Badan Semi Otonom) aktif di bawah naungan FEB UI. Struktur organisasi HUMUS terdiri dari pengurus inti berjumlah 5 orang yaitu Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Controller, Treasurer, serta terdapat divisi-divisi seperti Perjalanan Gunung dan Hutan, Perjalanan Pantai dan Laut, Publikasi dan Dokumentasi (HDD), Internal, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). 

Saat ini, HUMUS belum membuka open recruitment untuk menambah anggota baru. Hal ini dilakukan karena HUMUS ingin fokus terlebih dahulu pada kesuksesan program kerja awal. “Kita (HUMUS) mau melihat dulu kesuksesan program pendakian ke Prau ini bisa berjalan. Setelah itu, baru kami mempertimbangkan open recruitment untuk staf baru,” kata Fajri. Namun ia menekankan bahwa HUMUS sangat terbuka bagi mahasiswa yang tertarik dan ingin belajar soal alam. “Kalau ada mahasiswa yang ingin belajar naik gunung, HUMUS bakal welcome banget. Kita akan ajarkan dan bimbing,” lanjutnya.

Kebangkitan HUMUS ini bukan hanya ditandai oleh rencana aktivitas fisik, tapi juga aktivitas di dunia maya  yang sedang disiapkan. Fajri menyebutkan bahwa timnya akan mulai aktif kembali di media sosial dalam waktu dekat. Selain itu, HUMUS juga akan memperkenalkan dirinya lewat program OPK FEB UI 2025. 

Wadah Baru bagi Pecinta Alam

Sebagai ketua, Fajri berharap HUMUS bisa kembali dikenal sebagai organisasi aktif dan menjadi salah satu pilihan menarik bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan diri di luar ruang. “Semoga program-program HUMUS bisa berjalan lancar, bisa kembali seperti organisasi FEB lainnya. Lebih jauh lagi, semoga HUMUS (bisa) jadi tempat berkumpulnya mahasiswa FEB yang punya minat dan cinta terhadap alam,” harap Fajri.

Dengan proker yang matang dan semangat yang baru, HUMUS FEB UI siap mendaki kembali bukan hanya ke Gunung Prau, tetapi juga ke puncak kejayaan organisasinya sebagai salah satu organisasi tertua di FEB UI. 

Editor: Tim Redaksi

Related Posts

Kasus Kekerasan Seksual FH UI: Ironi Calon Penegak Hukum yang Mencederai Hukum
Hard News

Kasus Kekerasan Seksual FH UI: Ironi Calon Penegak Hukum yang Mencederai Hukum

Wajah Baru PBKM FEB UI Pascavakum: Siap Berikan Dampak Nyata
Hard News

Wajah Baru PBKM FEB UI Pascavakum: Siap Berikan Dampak Nyata

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© Badan Otonom Economica

No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide