Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Soft News

Ruangguru Clash of Champions: Atmosfer Segar di Perkontenan Edukatif

by Angeline Novita, Tasya Hafizah Putri & Tazkiya Mahfudhah
29 Agustus 2024
in Soft News

Ruangguru Clash of Champions (CoC), sebuah acara kompetisi permainan edukatif, telah menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan pelajar. Diproduksi oleh Ruangguru, perusahaan pendidikan di Indonesia, gameshow ini hadir dalam rangka memperingati ulang tahunnya ke-10.

Dengan konsep acara yang serupa dengan acara University War asal Korea Selatan, Ruangguru Clash of Champions hadir dengan total 11 episode. Setiap episodenya menghadirkan tantangan yang berbeda dan menguji kecerdasan logika, kemampuan hafalan, matematika, hingga spasial para peserta.

Tantangan dalam acara ini terdiri dari ‘Extreme Addition’ yang menguji kecepatan dan ketepatan dalam soal numerik, ‘Shuffle and Recall’ yang menantang daya ingat, ‘Number Chains’ yang menantang kemampuan logika, dan beragam permainan lainnya dengan tingkat kesulitan yang luar biasa. Setiap permainan di acara ini akan menentukan apakah peserta berhak bertahan dan lanjut ke babak selanjutnya, atau tereliminasi dari Ruangguru Clash of Champions.

Tidak hanya keunikan dalam tantangan, Ruangguru Clash of Champions juga berhasil menghadirkan 50 mahasiswa dari universitas ternama, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dimulai dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, National University of Singapore, University of Oxford, dan jajaran universitas ternama lainnya.

Sistem penyeleksian para peserta juga menunjukkan kredibilitas dan profesionalitas dari acara ini. Para peserta dipilih melalui tautan form pengumpulan identitas yang dibagikan oleh grup kepanitiaan kampus. Dalam form tersebut, peserta diminta untuk memberikan akun Linkedin dan data prestasi akademis. Selain itu, ada pula beberapa peserta yang dihubungi secara langsung oleh pihak Ruangguru melalui Linkedin. Proses seleksi ini dilanjutkan dengan tahap pengujian 11 soal yang harus dijawab oleh calon peserta dalam waktu 30 menit.

Shakira Amirah: “Aku Membawa Nama Dalam Negeri, Aku Membawa Nama Wanita!”

Shakira Amirah (Shakira), mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, berhasil menjadi pemenang Ruangguru Clash of Champions. Sebelumnya, Shakira sempat tereliminasi dua kali dan berhasil melewati babak revival yang pada akhirnya mengantarkannya  pada kemenangan di babak final dengan skor 2-1 melawan Axel Giovanni (Axel), mahasiswa dari National University of Singapore.

“Sedih karena Clash of Champions berakhir. Ini nggak pernah menjadi perlombaan yang mudah buat aku. Aku pun nggak pernah nyangka (akan) ada di posisi ini,” ungkap Shakira dalam pidatonya pada acara nonton bersama grand final Clash of Champions by Ruangguru (17/08).

Shakira juga mengakui bahwa Clash of Champions adalah lomba tersulit di antara semua lomba yang pernah ia ikuti. “Di antara semua lomba yang pernah aku lakuin dari SD, ratusan lomba yang aku lakuin di tingkat fakultas, universitas, nasional, (dan) internasional, aku bakal bilang ini lomba tersusah aku yang aku nggak pernah expect bakal sesusah ini. Dalam perjalanannya, aku selalu menyiapkan diri aku buat semua perlombaan. Tetapi, aku datang buat lomba ini tanpa ada clue apa pun dari pihak panitia,” akunya.

Tidak lupa, Shakira juga mengungkapkan rasa syukurnya atas apa yang telah ia capai di perlombaan ini, “Aku gimana pun tetap bersyukur (sudah) berada di titik ini. Dalam proses panjang yang mungkin kalian nggak lihat di belakang layar, kompetisi ini adalah kompetisi sehat yang aku benar-benar nggak pernah expect bakal (aku) dapatkan di dunia ini.”

“Yang aku bawa bukan nama aku sendiri, bukan nama keluarga aku sendiri, bukan nama fakultas aku, bukan nama universitas aku. Aku membawa nama dalam negeri, aku membawa nama wanita. And it was never easy for me buat bertahan sejauh ini,” ujar Shakira dalam pidatonya.

“Aku berharap aku bisa tetap didukung sama kalian sejauh ini. Aku berharap kalian bisa dukung bukan cuman aku, tetapi (juga) teman-teman aku semua di sini.” harap Shakira pada para penggemar untuk terus mendukung semua peserta Clash of Champions tanpa terkecuali.

UI untuk CoC

Wajah Universitas Indonesia (UI) pada acara Clash Of Champions ini tidak hanya diisi oleh Shakira sebagai mahasiswi kedokteran saja, tetapi juga diwarnai oleh beberapa mahasiswa UI lainnya yang berasal dari berbagai jurusan. Beberapa diantaranya adalah Alfie yang juga berasal dari jurusan Kedokteran, Maudy dari jurusan Teknik Kimia, Yesaya dari jurusan Teknik Sipil, Greg dari jurusan Biologi, Falah dari jurusan Teknik Komputer, Aghna dari jurusan Akuntansi, dan Yossi dari jurusan Statistika.

“Jadi, kalau menurut saya, dari kak Shakira sama Alfie kan dari FK ya, kalau mereka bisa sampai sekarang, sudah sampai beberapa babak gitu, udah keren banget sih. Karena kan saya juga dari background yang sama (dari fakultas Kedokteran). Kalau saya disuruh ngerjain soal kayak gitu juga, agak kesusahan. Tapi mereka keren banget sih,” ungkap Dara, salah satu penonton setia Clash of Champions.

Pada 23 Juli yang lalu, kami juga berkesempatan mewawancarai salah satu peserta yang mewakili UI di Clash Of Champions by Ruangguru, yaitu Aghna Naufal Pratama (Aghna) yang merupakan mahasiswa jurusan Akuntansi angkatan 2023. 

Aghna berhasil bertahan hingga episode 6 yang mana menjadi perwakilan terakhir dari rumpun Sosial Humaniora (Soshum). Dalam upayanya membawa harum almamater, Aghna beberapa kali melakukan latihan sebelum bertanding. “Nah, persiapan aku sebenarnya nggak banyak banget ya, kayak latihan tipis-tipis gitu, kayak coba soal-soal CPNS. Jadi untuk latihan yang benar-benar latihan banget sih nggak ada,” ungkapnya.

Sebagai perwakilan kampus Universitas Indonesia yang ditandingkan dengan mahasiswa dalam negeri dan luar negeri, Aghna merasakan banyak pelajaran dan ruang untuk terus berkembang selama berada di acara ini. Ia merasa terdapat banyak perbedaan latar belakang dengan teman-teman yang berkuliah di luar negeri, “Misalnya nih, kak Xaviera itu dia kan udah di luar sejak SMA, kan dia belajar culture dan ambisinya negara yang lain. Mungkin itu sih untuk perbedaannya. Tapi untungnya peserta dari negara kita pun kan nggak kalah saing, kayak peserta negara kita masih bisa ngikutin,” kata Aghna. 

Menanggapi stereotip acara CoC yang cenderung ke arah saintek, ia menanggapi bahwa semua sudah memiliki cakupannya masing-masing dan memiliki keunggulannya tersendiri, dibuktikan dengan Aghna yang dapat mengingat lima puluh kartu yang disusun secara acak dan menduduki peringkat keempat dari lima puluh peserta, mengalahkan beberapa kontestan luar negeri serta berhasil menduduki peringkat keenam saat diadakan survival games. “Di situ kayak dari aku sendiri dan kak Faisal dari Universitas Brawijaya bisa ngebuktiin gitu, kita bisa top ten kayak gitu.”

Terbukanya Pintu bagi Perkontenan Edukatif Indonesia

Tentunya, kehadiran Clash of Champions (CoC) membawa angin segar dalam dunia hiburan Indonesia. Dengan setiap episode-nya yang bisa meraih lebih dari lima juta penonton, CoC telah mematahkan stigma yang mengatakan bahwa masyarakat Indonesia kurang tertarik terhadap tayangan edukasi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa konten edukatif berkualitas dapat diterima dan diapresiasi oleh masyarakat luas.

Melihat manfaat dan prestasi yang telah dicapai, Aghna merasa konten seperti Ruangguru Clash of Champions perlu dilanjutkan. “Menurut aku, dari muncul pertama kali aja, (acara ini) sudah membangkitkan semangat orang-orang, dan penonton bisa jadi termotivasi dan makin maju. Acara semacam ini juga bisa buat tracking, istilahnya kayak ternyata generasi kita tuh sudah ada di tingkatan ini loh. Terus kayak misalnya kemarin kita belum mengenal nih apa itu cryptarithm, nah kita jadi tahu setelah muncul tayangan yang berisi cryptarithm, jadi dari yang kita asalnya tidak tahu jadi lebih tahu,” ujarnya.

Namun, acara ini juga harus tetap menjaga keseimbangan antara aspek  persaingan dan dukungan terhadap peserta CoC untuk menghindari adanya tekanan dari ekspektasi publik dan cyberbullying yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental para pesertanya.

“Mungkin Ruangguru–karena mereka sebagai pihak penyelenggara–bisa membatasi dan juga memediasi hal-hal seperti itu.” ujar Dara.

Dengan adanya tayangan seperti ini, industri televisi Indonesia dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengedukasi dan menghibur masyarakat secara seimbang, serta meningkatkan kualitas dan mutu industri televisi Indonesia dan menjadikannya lebih variatif dan bermanfaat.

 

Editor: Fauziah Nurzijah, Khansa, Marshellin Fatricia, dan Rafa Zulhaq

Related Posts

Disambut Antusias! Game Show Academy of Champions Ruangguru Hadir Mengisnpirasi
Soft News

Disambut Antusias! Game Show Academy of Champions Ruangguru Hadir Mengisnpirasi

Mengungkap Crab Mentality: Fenomena Kompetisi Tidak Sehat di Media Sosial
Mild Report

Mengungkap Crab Mentality: Fenomena Kompetisi Tidak Sehat di Media Sosial

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide