Setelah meraih popularitas yang tinggi dengan Clash of Championsnya, Ruangguru kembali mengadakan game show serupa berjudul Academy of Champions. Acara ini disiarkan secara perdana pada 28 Desember 2024 melalui YouTube Channel resmi Ruangguru dan aplikasi Ruangguru. Academy of Champions (AoC) menghadirkan berbagai macam permainan yang dimainkan oleh siswa-siswi SMA dari 12 distrik dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara ini baru saja mendapatkan pemenangnya pada grand final yang baru saja ditayangkan pada Sabtu, 1 Februari 2025 lalu. Distrik IV Jawa Tengah dan DIY berhasil keluar sebagai pemenang AoC setelah bersaing sengit dengan Distrik XI Sumatera Bagian Tengah. Lalu bagaimana tanggapan dari peserta AoC sendiri mengenai game show ini?
Bintang Jatuh! Rian Dihubungi Langsung oleh Staf Ruangguru
Untuk mendapatkan informasi yang akurat, Economica berhasil mewawancarai salah satu peserta Academy of Champions, yaitu Rian Rais Nugraha (Rian) dari Distrik III Jawa Barat yang kemarin keluar menjadi juara 3. Rian sendiri mengaku bahwa sebelumnya ia juga merupakan penonton setia dari program pendahulunya, Clash of Champions. Rian pertama kali ditawarkan untuk mengikuti AoC melalui Whatsapp oleh salah satu staf Ruangguru. Rian menjelaskan bahwa saat itu adalah bulan September dan saat itu ia sedang menjalani Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Rian juga menjelaskan beberapa tahapan dalam proses seleksi AoC yang dilaluinya, di mana pada tahap awal, calon peserta akan mengerjakan sebuah tes lalu membuat video. Tiga minggu kemudian, mereka akan diberitahu hasil seleksinya. Jika diumumkan lolos, maka Ruangguru akan memberikan beberapa dokumen persyaratan untuk selanjutnya dilengkapi oleh para peserta yang berhasil lolos.
Seiring melonjaknya popularitas dan atensi publik, Ruangguru juga berupaya memberikan pelatihan dan dukungan untuk para pesertanya seperti sesi psikologi gratis dari salah satu psikolog terkenal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi respon yang beragam mengingat hampir sebagian besar dari peserta AoC belum pernah mendapatkan public engagement yang cukup besar, “mereka (pihak Ruangguru) juga bantu kita untuk improve public engagement, karena banyak dari kita yang sebelumnya belum punya pengalaman di bidang itu.” Jelas Rian. Selain itu, Rian juga menyampaikan bahwa jika ada suatu hal yang membuat peserta dari AoC menjadi kurang nyaman maka pihak AoC Ruangguru akan langsung menghubungi peserta tersebut secara personal dan membuat sesi konsultasi dengan peserta tersebut.
Tanggapan dan Cerita Perjalanan Rian dari Distrik 3 Jawa Barat
Rian mengaku bahwa ia sangat menyukai konsep game show dari Academy of Champions ini. “Terus juga aku ngerasa kalau ini tuh penting banget, karena kan habis pandemi Covid. Kita tuh banyak banget transisi ke yang namanya pembelajaran daring,” tutur Rian. Ia juga berharap bahwa tayangan ini dapat memotivasi, baik pelajar maupun orang tua yang memiliki anak usia pelajar.
Selain itu, baginya, program ini juga memberikan pandangan lain tentang anak-anak yang mengikuti olimpiade, “Mungkin dulu kan banyak dari orang tuh stigmanya kalo anak-anak olimpiade tuh nerds lah, nggak bisa bersosialisasi, dan ansos (anti sosial) gitu. Tapi dengan adanya AoC ini juga bisa ngebawa different view bahwa anak-anak olimpiade tuh nggak cuma jago di akademiknya aja tapi mereka juga punya bakat lain,” tutur Rian.
Rian sendiri merasa sangat senang bisa bertemu dengan banyak orang hebat saat mengikuti program ini, seperti Adamas Belva Syah Devara selaku CEO dari Ruangguru dan Iman Usman selaku COO Ruangguru. Yang tak kalah penting adalah bertemu dengan rekan setimnya, yaitu Fiko dan Aufan. Rian juga mengaku bahwa dirinya mendapatkan banyak relasi dari program ini dan belajar banyak tentang dunia olimpiade dari berbagai bidang.
Meski begitu, Rian mengaku sempat mengalami kesulitan saat memainkan permainan-permainan di AoC. Menurutnya, permainan yang paling sulit adalah saat mereka disuruh untuk merakit mobil. “Jujur kayaknya ini juga hampir semua cast AoC setuju. Challenge yang paling susah itu (merakit) mobil,” tutur Rian. Karena mereka tidak ada yang mengira bahwa di game show seperti AoC ini akan menghadirkan permainan seputar praktikum. Rian kaget ketika melihat stik es krim, lem tembak, dan juga CD yang sudah disediakan sebelum permainan.
Tanggapan Penonton Setia terhadap AoC Game Show yang Menantang dan Menginspirasi
Ajang Academy of Champions (AoC) dari Ruangguru sukses menarik perhatian banyak penonton setia, termasuk Ayu Kurniasih. Ayu mengaku awalnya tertarik karena sebelumnya sudah menonton Clash of Champions (CoC). “Jadi penasaran aja kayak gimana Ruangguru tuh bikin sebuah game show yang kayak CoC tapi versi SMA,” ujarnya.
Ayu setia menonton setiap episode karena permainan yang berlanjut dan menantang. Selain itu, ada perwakilan dari kota asalnya, yaitu Evan dari District XI. Ayu menambahkan bahwa AoC menginspirasi pelajar Indonesia untuk berprestasi dan berkompetisi secara sehat, tetap berkompetisi tanpa menjatuhkan pihak lain. Dari keberlangsungan tayangan AoC, Ayu juga mengambil pelajaran akanpentingnya kerja sama tim. “Walaupun masing-masing pinter, kalau kerja samanya kurang bagus, ya kurang juga,” jelasnya.
Sebagai penggemar, Ayu berharap konten edukatif seperti AoC semakin banyak dan menjangkau lebih banyak daerah. “Sekarang tuh konten edukatif nggak sebanyak dan se-booming ini, jadi semoga bisa diperbanyak dan diperluas,” harapnya. Baginya,AoC sukses menarik perhatian publik sejak episode perdananya. Banyak netizen membagikan reaksi mereka di media sosial, baik dalam bentuk pujian, kritik, maupun saran untuk penyelenggara acara.
Antusiasme Publik Melonjak: AOC Dapat Pujian dan Kritikan dari Netizen
Salah satu pengguna X mengungkapkan rasa antusiasmenya terhadap acara ini “sumpah AOC ini seru banget. Mungkin awalnya banyak yg bakalan fokus ke coach nya (wajar soalnya hype COC masih lumayan tinggi) tapi gue yakin semakin lama bakalan beneran tertarik sama cast dan acaranya, beneran seru banget”. Komentar ini menggambarkan bagaimana daya tarik Academy of Champions tidak hanya bergantung pada sosok coach, tetapi juga konsep acaranya yang semakin memikat penonton.
Di sisi lain, ada juga netizen yang menyampaikan kritiknya. Salah satu pengguna X lain, menuliskan, “AoC ini kecepetan dibuat nggak sih, i mean belum ada setahun sejak COC eh RG udah buat acara baru yg mirip2 gitu. Mana cara promosi mereka mirip bgt lagi… Soal promosi, kayaknya lebih baik para cast gausah di reveal sosmed nya dehh(?) krn mostly mereka masih minor”.
Reaksi yang muncul menunjukkan bahwa Academy of Champions telah menarik banyak perhatian, meskipun terdapat beberapa aspek yang mendapatkan kritik dan saran dari audiens. Dengan beragam tanggapan, program ini memiliki peluang untuk terus tumbuh dan menjadi lebih menarik di waktu yang akan datang.
Oleh : Clarisha Fitri dan Muhammad Caesar
Editor : Fauziah, Khansa, dan Rafa
Ilustrasi oleh: Alya Khoerunnisa
#SebatasKataKataBukanBudayaKami


Discussion about this post