Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Tokoh

Robin Lim : Bidan adalah Penggenggam Kedamaian dalam Tangan Lembut mereka

by Jennifer Simangunsong
8 Agustus 2015
in Tokoh, Umum

Menjadi seorang bidanbukan lah hal yang mudah. Tak hanya membantu persalinan sang Ibu, mereka juga hadir sebagai mitra bagi Ibu dari masa mengandung hingga pasca persalinan. The silent hero, begitulah orang-orang menyebut para bidan. Tidak banyak wadah bidah yang memberikan perhatian kepada keluarga kurang mampu, salah satunya Yayasan Bumi Sehat yang terletak di Bali.

Yayasan Bumi Sehat yang berfokus pada keluarga mampu untuk melakukan persalinan secara gratis  telah didirikan sejak 22 tahun lalu. Robin Lim, Pendiri dan Ketua Yayasan Bumi Sehat, menceritakan tujuan awal pendirian yayasan ini untuk memenuhi kebutuhan ibu-ibu di Bali dalam pelayanan kesehatan Ibu Anak yang aman, baik, dan sesuai dengan kebudayaan.

“Bumi Sehat adalah model bidan pelayan kesehatan Ibu Anak yang profesional, risiko rendah, tetapi tetap terasa seperti rumah dengan lingkungan dan bidan yang melayani dengan hangat dan penuh kasih sayang,”tutur wanita berdarah Amerika-Filiphina ini melalui surat kabar elektonik kepada Tim Economica, Rabu ( 26/06/2014).

Kegiatan Yayasan Bumi Sehat meliputi penanganan kesehatan keluarga dan klini bersalin 24 jam, perawatan dan pendidikan masyarakat yang telah menyesuaikan dengan budaya, pelayanan desa dengan Bumi Youth Center, respon awal, bantuan dan pemulihan; transportasi ambulance darurat gratis, program kesehatan lansia hingga pendidikan pertanian organik bagi pemuda.

Bahkan pasien Yayasan Bumi Sehat tidak hanya berasal dari kawasan Bali, namun juga dari daerah lain, seperti Aceh.

Robin mengaku selama ini tidak ada kesulitan yang berarti dalam mengelola Yayasan Bumi Sehat. “Semua proyek pasti menghadapi tantangan, tapi kami melewatinya sebagai keluarga.Keberadaan pemerintah juga cukup mendukung, kami bertanggung jawab penuh terhadap pelaporan kinerja dan bekerja secara harmonis dengan mereka”, ujar peraih 2011 Hero of the Year dari televise international CNN ini.

 “Selain itu, Indonesia memiliki peraturan yang kuat dalam mendukung ASI Eksklusif saat melahirkan hingga umur enam bulan. Jika tidak (pemberlakuan peraturan itu), susu bermerk akan marak dan menggantikan peran ASI Eksklusif. Dampak yang paling bahaya ialah bayi yang mengonsumsi susu bermerk akan meninggal di tahun pertama hidupnya”, ujar Robin. Dia mengkritik banyak susu bermerk yang diterima oleh rumah sakit dan bidan dengan iming-iming hadiah mewah sebagai timbal balik dalam usaha mempromosikan susu formula.

 “Dulu, orang-orang menganggap kebidanan adalah profesi kotor. Sekarang, kebanyakan orang sudah memahami betapa sucinya profesi ini. Mendapatkan panggilan menjadi seorang bidan, perawat atau guru. Cinta kepada sesame tidak bisa diajarkan dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan. Saya selalu berpikir merekalah penggenggam kedamaian dalam tangan lembut mereka”, tutur penulis novel Butterfly People, kumpulan cerita pengalamannya dalam dunia persalinan, ini. Hingga kini, sekolah kebidanan di seluruh indonesia masih memintanya untuk menjadi pembica dan pelatih.

Sebelumnya, Robin Lim mendapatkan penghargaan dari Televisi International CNN sebagai Hero of the 2011 Year atas dedikasinya memajukan kebidanan di Indonesia. “Dukungan dari media seperti CNN ini memberikan kekuatan untuk terus menaruh perhatian kepada semua bidan, dokter, perawat, orang tua, kakek-nenek, keluarga tanpa terkecuali, untuk menciptakan perdamaian bersama-sama’”tutup ibu dari delapan anak ini.


Penulis                   : Usadhi dan Jennifer

Editor                    : Luqman Hakim

Related Posts

You Are What You Read: How Literary Fiction Rewires the Human Mind
Kilas Riset

You Are What You Read: How Literary Fiction Rewires the Human Mind

Hari Hutan Sedunia: Swasembada Energi di Atas Deforestasi
Soft News

Hari Hutan Sedunia: Swasembada Energi di Atas Deforestasi

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide