Cahaya terpancar dari langit abu-abu
Tumbuh di antara gemerlap putih dan deru biru
Kilaunya hidup melucuti dekapan kelabu
Mengisi semesta dengan harapan baru
Untuk sriwedari di sudut Kukusan itu
Dengarlah rayanya rasa hati ini
Gema senandung membasuh bayang pilu
Luput derita yang dulu disangka abadi
Sungguh sirna nelangsa pembelenggu
Berganti sukacita yang mekar berseri
Kini penyair berdoa pada Sang Maha Kuasa
Agar gembira meruntuhkan biang hampa
Serta perjamuan yang disediakannya bagi sang nirwana
Sanggup melenyapkan dahaga mereka akan renjana
Pojok Sastra adalah kolom terbuka untuk tulisan jenis puisi, resensi, cerita pendek, dan opini. Dikurasi langsung oleh redaksi Economica.id.

