Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FEB UI kembali menggelar Evaluasi Paruh Tahun (EPT) 2021 pada Sabtu (03/07) dan Minggu (04/07). Pelaksanaan kali ini merupakan kali keduanya EPT diselenggarakan di tengah pandemi via Zoom Meeting. Adapun pelaksanaan EPT 2021 ini dibagi menjadi dua sesi menjadi sesi pertama pada hari Sabtu (03/07) dan sesi kedua pada hari Minggu (04/07) yang keduanya dimulai tepat pukul 09.35.
Bagaimana Performa Tiap Himpunan?
Pada hari pertama, kegiatan EPT dimulai dengan pemaparan hasil kinerja himpunan mahasiswa. M. Dzulfikar Al Anshari selaku Chairman himpunan mahasiswa Ilmu Ekonomi Islam dan Bisnis Islam (IBEC) menjelaskan selain program i-Share dan I-Look yang berhasil terlaksana dengan baik, juga gebrakan baru dengan program inovasi kajian, berupa propaganda Gerakan Nasional Wakaf Uang (GFWU) dan I-Look paruh dua.
Selanjutnya Studi Profesionalisme Akuntan (SPA) diwakili oleh Mohammad Ilham, sebagai Chief Executive SPA memaparkan pelaksanaan program unggulan seperti Accounting Talks and Workshop dan CV Writing and Job Interview Training. Chief Executive Officer Management Student Society (MSS), Prasetyo Seno Pambudi, menjelaskan perkembangan program kerja MSS seperti ICMSS, IMOTION, MIST, MX dan PROMS.
EPT hari Sabtu diakhiri dengan pemaparan dari Gilbert (IE 18) selaku Chairman himpunan mahasiswa Ilmu Ekonomi, Kanopi FEB UI. Gilbert memaparkan berbagai program kerja yang sudah terselenggara, seperti KajiPost, GrandmaTest, Economics Guide, dan lain-lain. Dilanjutkan dengan inovasi yang telah dilakukan, salah satunya adalah rebranding situs web Kanopi, yakni kanopi-febui.com. Terakhir, ia menambahkan Kanopi telah memiliki pencapaian di tingkat nasional maupun internasional, seperti adanya perwakilan dari Kanopi sebagai Wakil Presiden di Ikatan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Indonesia (IMEPI) hingga membantu terlaksananya webinar ASEAN-ITTP COVID-19 pada 12 Juni 2021.
BEM FEB: Sulit Aktif UKF Hingga “Jokowi: The King of Lip Service”
EPT 2021 dilanjutkan dengan pemaparan dari BEM FEB UI, yang diawali dengan pemaparan Departemen Olahraga BEM FEB UI. Kevin Simatupang dan Sahril Ardiansyah selaku Kepala dan Wakil Kepala Departemen, menerangkan berbagai macam perkembangan hingga pencapaian program kerja Departemen Olahraga, seperti Mading Olahraga, SportTalk, Sportology, hingga Grey Army FEB UI.
Terlebih, Kevin dan Sahril mengutarakan sulitnya mengajak mahasiswa-mahasiswa FEB UI untuk terlibat aktif di UKF selama pandemi ini. “Kami (Departemen Olahraga BEM FEB UI) pun mengakui bahwa kondisi pandemi seperti ini rasanya sulit mengajak mahasiswa FEB UI untuk terlibat aktif dalam UKF-UKF yang ada di FEB UI,” ujar Kevin.
Selanjutnya, Departemen Entrepreneurship and Leadership yang diwakili oleh Rafli Alhaq selaku BPH Departemen turut memaparkan terkait peningkatan awareness masyarakat FEB UI terhadap bisnis-bisnis mahasiswa yang dihimpun dalam program Makara Market. Selain itu, terjadi pula peningkatan public awareness terutama publik FEB UI dalam acara Leaders Dialogue. Adapun rencana-rencana yang ingin pihaknya capai ke depan antara lain adalah ELD Goes to Kalimantan hingga program Business Escalation.
Nurzihan Saskya Pramesti dan Hafizh Ghifari Azizi, Kepala dan Wakil Kepala Departemen Keilmuan, menjelaskan bahwa acara Penganugerahan Mahasiswa Berprestasi dan FEB UI Awards yang diadakan secara hybrid berjalan lancar. Adapun perubahan pada Publication and Development, dimana dilakukan program Wrap Up minimal enam buku, menjadi Wrap Up minimal enam film, sebagai bentuk perubahan kecenderungan mahasiswa yang secara kreatif di dunia perfilman.
Pemaparan dilanjutkan oleh Anamika Fabriarni Mulia dan Fania Eva Naila selaku Kepala dan Wakil Kepala Departemen Apresiasi Seni dan Budaya, yang menjelaskan bahwa program pertama virtualnya Jazz Goes to Campus telah dilaksanakan dan berhasil menjual sebanyak 40.000 tiket.
Departemen Pengabdian Masyarakat yang diwakili oleh Janice Shierny dan M. Surya Wijaya Adwinata selaku Kepala dan Wakil Kepala Departemen, memaparkan salah satu program NGODE yang sudah mulai melaksanakan open donation. Presenter juga memaparkan mengenai sedang berjalannya program eksternal, seperti Prokadisu, Devout, dan Master.
Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Masyarakat, diwakili oleh Chiara dan M. Rana sebagai BPH Departemen Adkesma BEM FEB UI, memaparkan berbagai program kerja hingga langkah advokasi yang sudah dicapai, meliputi Advokasi dan Pencegahan Putus Studi (Adpustu), publikasi Adkesma Care Center, Dialog Interaktif hingga layanan Ruang Asa yang merupakan hasil kolaborasi bersama Departemen Pengabdian Masyarakat BEM sebagai penyedia layanan peer counselling untuk mahasiswa FEB UI.
Pemaparan BEM FEB UI ditutup dengan presentasi dari Departemen Kajian dan Strategis yang diwakili oleh M. Jihad dan Putri Aaqilah selaku BPH Kastrat BEM FEB UI. Iqbal Salam, Ketua BPM FEB UI sempat mempertanyakan sikap BEM FEB UI karena tidak tercantumnya nama BEM FEB UI di aksi Aliansi Nasional dalam isu “Jokowi: King of Lip Service”. Jihad mengklarifikasi bahwa sikap BEM FEB UI saat itu sedang tahap wait and see. “Setelah melihat perkembangan yang terjadi, kami menyatakan sikap kesetujuannya terkait substansi serta kritik yang dibawa oleh BEM UI karena itu berbasiskan data dan referensi, kemudian dukungan tersebut diikuti dengan unggahan “Jokowi: King of Lip Service” oleh kastrat BEM FEB UI perihal janji-janji jokowi di bidang pangan, ungkap Kepala Departemen Kastrat BEM FEB UI itu.
Kendati demikian, pihaknya pun tak menampik ada poin perihal ketidaksetujuannya terutama terkait tindakan represif kampus. “Kami tidak setuju jika dikatakan ada represifitas kampus karena tidak ada hukuman apapun yang diberikan pihak Dirmawa UI kepada pihak BEM UI”, tandas Jihad. Ia pun menambahkan bahwa dalam waktu dekat ini, kastrat BEM FEB UI akan merilis detail kajian atas unggahan terkait “Jokowi: King of Lip Service” tersebut. “Dari kami sendiri (Kastrat BEM FEB UI) segera dalam beberapa waktu ke depan ini akan membuat kemudian merilis kajian yang lebih mendetail terkait masalah impor pangan dan food estate ini.” tutup Jihad.
Ilustrasi laptop oleh Ben Kolde via unsplash.com
Editor: Tahtia Sazwara, Nismara Paramayoga, Muhammad Zaky Nur Fajar, dan Hafsha Pia Sheridan.


Discussion about this post