Orientasi Pengenalan Kampus (OPK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) hadir kembali, membawa ambisi besar untuk mahasiswa baru (maba) angkatan 2025. Mengusung tagline, “Jelajahi Potensi, Wujudkan Inspirasi”, rangkaian kegiatan tahun ini dirancang agar mahasiswa baru dapat bertransformasi dari yang hanya sekadar potensi menjadi aksi nyata.
Project Officer OPK FEB UI 2025, Raditya Akhdan, memastikan kegiatan ini memiliki fokus mendalam dalam membangun pribadi yang bukan hanya kaya akan potensi, tetapi juga jeli dalam aksi. “Rangkaiannya kita desain agar mereka (mahasiswa baru 2025) menjelajahi potensi sampai mewujudkan menjadi aksi nyata, which is menjadi inspirasi,” ujar Akhdan.
Rangkaian OPK terbagi dalam tiga fase utama, yakni Pra-OPK yang sudah dimulai secara daring dengan sesi Mentoring Terpusat, diikuti puncak kegiatan selama tiga hari yang dimulai dengan pengenalan Dekanat; seminar politik; sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), dan ditutup dengan kegiatan perkenalan organisasi & kepanitiaan (MTO-MTE) di FEB UI serta kegiatan outdoor Grey Day.
Makna OPK Tahun Ini
Akhdan menjelaskan bahwa esensi dari OPK tahun ini adalah penanaman nilai juang dan transformasi antar-generasi. “Setiap orang di FE itu akan selalu diperbarui ya. Gue udah tahun terakhir, gue bakal pergi dari sini,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa rangkaian kegiatan didesain agar maba tidak hanya mengenal kampus secara fisik, tetapi juga secara kultural dan kritis.
Inovasi utama dalam materi acara adalah penambahan sesi diskusi mengenai penanganan kekerasan seksual di hari kedua. “Itu yang gue angkat di tahun ini, ada sosialisasi PPKS,” tutur Akhdan yang memandang isu tersebut sebagai pola masalah di FEB UI. Ia pun memastikan integrasi dari sesi diskusi tersebut. “Habis (diskusi) itu, disambung juga ada seminar politik untuk mahasiswa, terus disambung juga jadi FGD setelah sesi istirahatnya. Jadi itu nyambung tuh, semua rangkaiannya,” lanjutnya.
Pembaruan dari OPK Sebelumnya
Akhdan menekankan bahwa keunikan OPK 2025 terletak pada dua aspek: struktur kepanitiaan dan materi acara. Secara struktural, Akhdan menginisiasi posisi baru yang belum pernah ada, yaitu General Secretary (Gensec).
“Selama OPK ada, itu enggak pernah ada posisi Gensec. Baru ada di tahun gue,” ungkapnya. Penambahan ini muncul dari evaluasi tahun lalu. “Sering banget ketika meeting gak ada gensec, itu sering kadang kelupaan karena gak ada yang notul. Se-simple notul itu enggak ada,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa posisi Gensec sangat strategis karena membawahi (divisi Kesekretariatan dan Administrasi), Kestari, yang mengelola database maba. “Kepala bidang yang megang divisi ini sangat keteteran karena divisi itu aja udah sangat berat gitu, apalagi yang megang divisi lain,” jelas Akhdan.
Dari segi acara, keunikan kedua adalah pada implementasi Mentoring Terpusat secara daring di fase Pra-OPK. Akhdan mengakui langkah ini diambil karena faktor eksternal. “Gue mengadopsi (mentoring pertama secara daring) dari FISIP, karena melihat timeline yang tabrakan juga ya, mepet banget,” tuturnya.
Selain itu, Akhdan juga menyoroti tantangan yang dihadapi dari sisi eksternal, seperti masalah transisi struktur dekanat. “Banyak banget timeline tuh yang harusnya udah gue rencanain, enggak bisa dieksekusi secepatnya gitu, karena harus ngikutin birokrasi kan,” tutupnya.
Penutupan yang Tertunda
Acara penutupan sempat mundur dari semula 29 Agustus menjadi 30 September dikarenakan situasi yang kurang kondusif. Meskipun diwarnai hujan dan jadwal yang sempat diundur, semangat para mahasiswa baru tidak luntur dalam acara ini. Salah satunya adalah Fildzah, mahasiswi Akuntansi FEB UI 2025, yang berbagi pandangannya mengenai seluruh rangkaian kegiatan orientasi.
Menurut Fildzah, kondisi tak terduga di hari penutupan adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Namun, hal itu tidak mengurangi keseruan karena menjadi momen untuk bisa berkumpul kembali dengan teman-teman seperjuangannya. “Bayangannya sih pasti bakal have fun aja sama temen-temen. (Kita bisa) nyanyi-nyanyi, terus foto-foto soalnya kan ada (bintang tamu) Pasming Based juga,” ujarnya saat diwawancarai di tengah acara.
Secara keseluruhan, Fildzah merasa OPK adalah pengalaman yang sangat seru dan tidak semenakutkan yang ia bayangkan sebelumnya. Ia menyoroti bagaimana kegiatan ini membuatnya bisa menjalin ikatan yang kuat dengan teman-teman baru dan para mentor. “Sukanya itu karena ketemu teman-teman baru, terus habis itu jadi jauh lebih dekat juga,” jelasnya.
Sebagai penutup, Fildzah menegaskan bahwa OPK meninggalkan kesan yang mendalam baginya. “Aku happy banget sih buat ikut OPK. Ini bakal jadi salah satu pengalaman yang gak bisa dilupain selama kuliah,” pungkasnya.
Harapan Ketua Angkatan
Terakhir, Adel, Ketua Angkatan FEB UI 2025, bercita-cita membawa FEB UI 2025 menjadi angkatan yang membangun budaya kepemimpinan, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual. Ia mengusung tiga misi utama, yaitu menjembatani komunikasi internal dan eksternal, membangun kultur kolaborasi dengan mendengar semua aspirasi, serta menjadi teladan dalam setiap pergerakan yang adil dan bertanggung jawab.
Adel juga mengungkapkan harapannya untuk FEB UI 2025, “Semoga kita bisa lebih berbaur satu sama lain, menjadi pribadi yang open-minded, terus berprestasi, dan bersama-sama menjaga nama baik fakultas.”
Editor: Izma Lailatul, Rafa Zulhaq


Discussion about this post