Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

MSIB: Program Unggulan MBKM yang Dipertanyakan Nasibnya

by Agus Leo Tabri Saputra, Ratu Nurlita R. & Scheryl Arkazeta Himawan
12 Januari 2025
in Hard News

Isu mengenai pembatalan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) menjadi perhatian setelah audiensi Dialog Interaktif 2 (DIARI II) FEB UI 2024 yang diadakan pada Sabtu (23/12) lalu. Topik ini semakin ramai dibicarakan di media sosial, khususnya X serta menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan dari mahasiswa. Oleh karena itu, Economica berkesempatan mewawancarai Arief Wibisono Lubis, SE., M.Finn., Ph.D, selaku Wakil Dekan 1 dan perwakilan-perwakilan departemen  FEB UI pada Jumat (10/01) untuk mengetahui kejelasan isu tersebut.

Isu Pembatalan MBKM dan Tanggapan Fakultas

Setelah audiensi DIARI II FEB UI 2024, spekulasi mengenai penghapusan MBKM makin menguat. Dalam wawancara, fakultas mengonfirmasi bahwa MBKM tetap dilaksanakan, namun dengan skema yang lebih fleksibel. “MBKM masih ada, tetapi mungkin tidak seketat dulu yang semuanya harus 20 SKS. Jadi, semua dilihat sesuai kebutuhan,” ungkap Arief. 

Perubahan fleksibilitas ini berhubungan dengan MBKM yang tidak lagi menjadi indikator kinerja utama universitas. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah fleksibilitas ini akan berdampak positif terhadap mahasiswa atau justru membawa pertanda melemahnya sistem pendidikan. 

MSIB Bukan Satu-Satunya Pilihan

Sebagai program unggulan MBKM flagship, nasib MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat) kerap dipertanyakan oleh mahasiswa. Pasalnya program ini kian menjadi pilihan mahasiswa untuk memperluas kemampuannya melalui pengalaman kerja langsung. Dengan absennya program ini, mahasiswa khawatir akan hilangnya peluang magang dan konversi SKS mereka. 

Oleh karena itu, pihak fakultas menegaskan bahwa MSIB bukanlah satu-satunya pilihan magang yang dapat diambil mahasiswa. FEB UI disebutkan terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai mitra dan menawarkan pengalaman magang terstruktur bagi mahasiswa. “Memang MBKM Flagship sudah tidak ada dari Dikti. Jadi, pilihannya adalah MBKM Mandiri atau beberapa kegiatan MBKM lainnya, seperti kuliah. Jadi, MBKM Mandiri kami masih fasilitasi,” ujar Prani Sastiono, S.E., M.Ec., Ph.D., selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Ekonomi. 

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa mitra memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap kualitas mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan magang. Oleh karena itu, guna menjaga kualitas magang, fakultas memastikan diberlakukannya proses seleksi yang ketat  sehingga tingkat persaingan dalam program MBKM mandiri ini perlu diperhatikan. “Karena mitra pastinya ingin mendapatkan the best talent, jadi harus ada level of competitiveness di sini. Dengan demikian, kita bisa yakin bahwa (mahasiswa) yang ikut MBKM itu memang yang paling baik,” ungkap Arief. 

Alternatif Lain: Pengambilan Mata Kuliah Pilihan dan Magang Tugas Akhir

Dengan adanya perubahan dalam kebijakan, pengambilan mata kuliah pilihan yang sebelumnya tidak dibuka, kini dapat menjadi opsi yang menarik bagi mahasiswa. “Belum tentu kebijakan baru ini lebih buruk, malah bisa jadi memberi peluang lebih luas untuk mengeksplorasi mata kuliah yang lebih mendukung karier kalian,” ujar Prani. 

Selain itu, fakultas tetap menyediakan peluang magang tugas akhir yang juga menawarkan pengalaman kerja lapangan. “Untuk magang, selain MBKM, kita juga ada Magang Tugas Akhir dan Magang 2 SKS yang memungkinkan diambil mahasiswa di antara libur. Jadi, kami tetap membuka opsi tersebut,” jelas Imam Salehudin, S.E., M.Si., Ph.D., selaku Ketua Program Studi S1 Manajemen. 

Walaupun kebijakan baru ini mengubah sistem yang berlaku, fakultas optimis bahwa perubahan ini akan tetap dapat memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperoleh berbagai pilihan studi yang sejalan dengan minat dan tujuan karier mereka.

Tantangan Konversi SKS dan Kebijakan Fakultas

Isu sulitnya konversi 20 SKS pada program magang mandiri juga menjadi sorotan. Bersamaan dengan Prani, Nur Dhani Hendranastiti, S.E., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Program Studi S1 Bisnis Islam juga menyebutkan bahwa kendala ini sering kali disebabkan oleh ketidaksesuaian antara capaian pembelajaran (CPL) dengan pekerjaan yang dilakukan mahasiswa di lapangan saat magang. 

“Kemarin, masalahnya apa sehingga gak bisa konversi sampai 20 (SKS)? Harus dikonfirmasi informasinya. Jangan-jangan dia-nya (mahasiswa) yang gak perform,” ungkapnya.

Perwakilan fakultas menegaskan bahwa kebijakan konversi SKS tidak akan lebih longgar. “Kami (FEB UI) justru (akan) lebih ketat dalam penilaian magang mandiri,” tegasnya. Konversi SKS didasarkan pada kelayakan mahasiswa saat magang, dengan evaluasi kinerja yang dilakukan oleh fakultas. 

Fakultas menekankan bahwa jika mahasiswa tidak berhasil mendapatkan konversi SKS, hal tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya kesesuaian antara magang dan capaian pembelajaran, bukan kebijakan fakultas yang mempersulit.

Harapan Fakultas Mengenai Transformasi MBKM

Prani menyampaikan bahwa kebijakan baru ini belum tentu lebih buruk daripada yang sebelumnya. “MBKM flagship juga belum dievaluasi apakah itu memang kebijakan yang paling baik untuk mencapai core competence dan mendorong karier kalian. Jadi let’s see. Belum tentu (kebijakan) yang sekarang ini dengan kesempatan yang lebih sedikit itu lebih jelek,” ungkapnya.

Perwakilan Departemen Manajemen juga menyampaikan, meski tidak ada MBKM flagship, mata kuliah pilihan yang sebelumnya tidak dibuka kini menjadi alternatif yang berharga. “MBKM nggak wajib, jadi kalau teman-teman tertarik mata kuliah pilihan yang ditawarkan prodi, kenapa nggak?” harap Imam.

Fakultas berharap bahwa mahasiswa akan tetap bersemangat untuk mengeksplorasi alternatif lainnya, seperti mata kuliah pilihan, mengikuti program PKM, atau mencari peluang pengembangan diri yang lain. Transformasi kebijakan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak jalan bagi mahasiswa untuk mencapai tujuan karier mereka, meskipun dengan sedikit penyesuaian dalam bentuk program yang tersedia.

 

Editor: Rafa Zulhaq dan Titania Nikita

Related Posts

Hustle Culture di FEB UI: Perkembangan Karier atau Toxic Productivity?
Soft News

Hustle Culture di FEB UI: Perkembangan Karier atau Toxic Productivity?

Wajah Baru PBKM FEB UI Pascavakum: Siap Berikan Dampak Nyata
Hard News

Wajah Baru PBKM FEB UI Pascavakum: Siap Berikan Dampak Nyata

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide