Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Opini

Krisis Lagu sang Bocah

by Salma Amelia Dina
10 Agustus 2015
in Opini

 “SAKITNYA TUH DISINI DI DALAM HATIKUUU, SAKITNYA TUH DISINI MELIHAT KAU SELINGKUUUH..”

Elya menatap jam pada layar ponselnya, 19:46. Udah malem masih berisik aja sih bocah-bocah ini.

Bocah yang dimaksud Elya adalah anak-anak kecil yang tinggal tepat di belakang kosannya. Sebagai penghuni kamar yang berada di sudut paling ujung dan berbatasan langsung dengan lingkungan pemukiman penduduk, tak ayal suara-suara dari lingkungan tempat tinggal penduduk tersebut dengan mudahnya terdengar hingga kamarnya, mulai dari deru kendaraan bermotor hingga suara orang-orang sedang berbicara, termasuk ‘senandung’ anak-anak kecil yang jauh dari kategori merdu seperti yang baru saja ia dengar saat ini.

Elya pun memilih menghentikan pergumulan dengan paper-nya pasca terusik oleh dendangan si bocah sebelah kosan. Konsentrasinya pecah. Ia memutuskan untuk membawa laptopnya dan ‘mengungsi’ ke kamar sobatnya, Aci.

“Ci, boleh nebeng ngerjain paper ya. Bocah-bocah sebelah kosan berisik banget, Ci. Nyanyi-nyanyi sambil teriak-teriak gitu.”

“Iya masuk aja, eh keganggu nggak kalo sambil nyalain TV?”

“Nggak papa, asal volumenya nggak kenceng-kenceng, hehehe.”

Bakal nggak fokus juga sih ada TV nyala. Tapi nggak enak, udah nebeng banyak mau pula. Mending deh daripada keganggu nyanyiannya bocah yang jerit-jerit ngerusak kuping itu.

Benar juga. Belum lima menit sejak ia membuka laptopnya, pandangan Elya teralihkan menuju layar televisi. Tampak acara talkshow sedang ditayangkan dengan beberapa bintang tamunya, salah satunya sekelompok band anak-anak. Setelah segmen bincang-bincang usai, giliran sekelompok band anak-anak itu tampil membawakan lagu andalannya.

“Gila ya, Ci. Masih kecil-kecil gitu lagunya udah cinta-cintaan. Jaman kita mah umur segitu masih suka ngobok-ngobok ikan sampe mabok.”

***

Setelah berkutat dengan paper—televisi—ngobrol, Elya pun kembali ke kamarnya. Suara bising si bocah tidak terdengar lagi. Ya, malam memang sudah larut, bahkan nyaris berganti hari. Tapi Elya masih tak beranjak dari kursi belajarnya, bergeming, tampak memikirkan sesuatu. Hingga beberapa saat kemudian ia kembali membuka laptopnya dan menggerakkan jarinya memainkan keypad dan mouse, menonton video musik bertajuk Libur Telah Tiba, Anak Gembala, Diobok-Obok, Bolo-Bolo, dan sederet video musik sejenis dengan penyanyi cilik yang tenar kala itu.

Di saat matanya tertuju pada layar menikmati nostalgia masa kanak-kanaknya, Elya sekaligus merenung. Kasihan ya, anak jaman sekarang. Ngga punya hiburan masa kecil. Mereka udah keburu dicekokin lagu-lagu atau hiburan dewasa sama media. Ruang hiburan mereka tergerus. Lagu anak-anak aja krisis, jaman sekarang jarang banget ada penyanyi cilik nyanyi lagu anak-anak. Kalau pun ada masih kalah pamor sama yang nyanyi cinta-cintaan.

            Pukul 01:12. Menuruti rasa kantuk yang menyerangnya dan ingat bahwa hari itu ia harus menghadiri kelas pagi, Elya pun memutuskan untuk tidur, sembari masih terngiang lirik lagu favoritnya semasa kecil. Aku adalah anak gembala selalu riang serta gembira…

Penulis: Salma Amelia Dina.

Related Posts

You Are What You Read: How Literary Fiction Rewires the Human Mind
Kilas Riset

You Are What You Read: How Literary Fiction Rewires the Human Mind

Hari Hutan Sedunia: Swasembada Energi di Atas Deforestasi
Soft News

Hari Hutan Sedunia: Swasembada Energi di Atas Deforestasi

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide