Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Penelitian Cerita Data

Hari Minggu Terasa Pendek?: Menelisik Fenomena “Sunday Blues” pada Mahasiswa FEB UI

by Kornelius Hasiholan Pardosi, Muhammad Ghathfan Arrade, Bahrul Anwar, Mahardika Bintang Indarjanto, Sultan Gendra Gatot, Aisha Dinar Farahita, Alena Noura Jadwa Laduni As’ad & Jannatin Aliyah
11 Mei 2025
in Cerita Data, Penelitian

Latar Belakang

Penurunan suasana hati dan kecemasan menjelang hari Senin merupakan pola yang telah diamati dalam berbagai studi psikologi (Stone et al., 2012; Zuzanek, 2013). Fenomena ini dikenal sebagai Sunday Blues, yaitu ketidaknyamanan emosional yang muncul di akhir pekan menjelang dimulainya minggu baru. Meskipun sering dianggap sepele, kondisi ini dapat mengganggu keseharian, terutama bagi mahasiswa yang harus kembali menghadapi tumpukan tugas, aktivitas organisasi, dan rutinitas akademik lainnya. Jika berlangsung terus-menerus, Sunday Blues berisiko menurunkan motivasi, produktivitas, bahkan memengaruhi kesehatan mental.

Fenomena ini menjadi relevan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), yang dikenal memiliki kultur akademik dan non-akademik yang dinamis dan kompetitif. Dalam kesehariannya, mahasiswa FEB UI terbiasa menjalani aktivitas yang padat, mulai dari perkuliahan, organisasi, kepanitiaan, lomba, hingga magang. Kultur ini sering kali mendorong mahasiswa untuk tetap produktif di luar jam kuliah. Akibatnya, akhir pekan—khususnya hari Minggu—tidak selalu menjadi waktu istirahat yang utuh, melainkan bisa berubah menjadi masa transisi yang penuh tekanan menjelang dimulainya minggu baru. Oleh karena itu, Sunday Blues perlu dipahami bukan hanya sebagai gejala psikologis, tetapi juga sebagai refleksi dari dinamika kepadatan aktivitas mahasiswa di FEB UI.

Landasan Teori

Menurut Mental Health First Aid USA (2021), perasaan cemas dan tidak enak di hari Minggu sering kali muncul karena transisi dari akhir pekan yang santai ke minggu kerja yang penuh tekanan.  Gejala yang dirasakan mencakup iritabilitas, kecemasan, gelisah, dan perasaan takut terhadap hari Senin yang akan datang.  

Hal ini sejalan dengan temuan Stone et al. (1994) yang menunjukkan bahwa emosi positif cenderung meningkat pada akhir pekan dan menurun saat hari kerja, mencerminkan adanya siklus emosional mingguan yang memengaruhi kesejahteraan individu. Pada kalangan mahasiswa, kondisi ini bisa semakin diperparah oleh tekanan akademik yang tinggi. Pascoe et al. (2020) mencatat bahwa stres akademik memiliki korelasi negatif dengan kesejahteraan mental mahasiswa. Beban tugas yang berat, tuntutan untuk berprestasi, serta minimnya waktu istirahat turut memperburuk kondisi mental mereka, terutama saat memasuki awal minggu perkuliahan.

Metodologi

Penelitian ini menggunakan beberapa variabel utama yang diukur melalui kuesioner berbasis skala Likert (1–6), di mana skor 1 menunjukkan “sangat tidak setuju” dan skor 6 menunjukkan “sangat setuju”. Seluruh variabel dibentuk dari median beberapa butir pertanyaan yang merepresentasikan konstruk yang diukur. Adapun definisi operasional masing-masing variabel adalah sebagai berikut:

  • Sunday Blues (sb_med): Variabel ini mengukur tingkat kecemasan atau perasaan negatif yang dirasakan mahasiswa pada Minggu sore menjelang hari Senin. Nilai diperoleh dari median tiga pertanyaan terkait kondisi emosional mahasiswa
  • Persepsi Beban Tugas (tugas_med): Variabel ini mengukur persepsi mahasiswa terhadap intensitas beban tugas perkuliahan yang dirasakan pada hari Minggu. Nilai dari variabel ditentukan melalui median dari tiga butir pertanyaan yang merefleksikan persepsi tersebut.
  • Persepsi terhadap Ketidakbebasan (tidakbebas_med): Variabel ini menggambarkan sejauh mana mahasiswa merasa memiliki ketidakbebasan dalam menentukan aktivitas yang dilakukan pada hari Minggu. Nilai dari variabel ini ditentukan melalui median dari tiga butir pertanyaan yang merefleksikan persepsi tersebut.
  • Persepsi terhadap Hari Senin (persepsisenin_med): Variabel ini mengindikasikan persepsi negatif mahasiswa terhadap hari Senin sebagai awal minggu perkuliahan. Nilai dari variabel ditentukan melalui median dari tiga butir pertanyaan yang merefleksikan persepsi tersebut.
  • Kualitas Tidur (kualitastidur_med): Variabel ini mengukur persepsi responden terhadap kualitas tidur pada malam Minggu, yang mencakup kenyamanan dan kepuasan tidur. Nilai dari variabel ditentukan melalui median dari tiga butir pertanyaan yang merefleksikan persepsi tersebut.
  • Sunday Blues (Dummy) (sb_med_dummy): Merupakan variabel kategorikal biner yang menunjukkan apakah responden mengalami fenomena Sunday Blues atau tidak. Klasifikasi dilakukan berdasarkan nilai median dari sb_med, di mana nilai ≥ 4 menunjukkan adanya kecenderungan terjadinya Sunday Blues, dan nilai < 4 menunjukkan ketiadaannya.

Seluruh variabel tersebut digunakan sebagai dasar untuk menganalisis hubungan antara kondisi psikologis yang muncul menjelang hari Senin dengan faktor-faktor internal yang dialami mahasiswa selama akhir pekan.

Analisis Deskriptif

Gambar 1. Komposisi Responden

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Sunday Blues pada mahasiswa FEB UI. Data dikumpulkan melalui 178 responden yang berasal dari seluruh program studi di FEB UI, yaitu Manajemen, Ilmu Ekonomi, Ilmu Ekonomi Islam, Bisnis Islam dan Akuntansi dengan rentang angkatan 2021 hingga 2024. Berdasarkan data yang diperoleh, tercatat bahwa 61,8% mahasiswa mengalami Sunday Blues, sementara 38,2% tidak mengalaminya.

Gambar 2. Distribusi Aktivitas Hari Minggu Mahasiswa FEB UI Berdasarkan Program Studi

Aktivitas yang paling umum dilakukan oleh mayoritas mahasiswa FEB UI pada hari minggu dihabiskan dengan tidur/istirahat, menyelesaikan tugas kuliah dan bermain gadget/media sosial. Mahasiswa manajemen melakukan aktivitas yang lebih beragam, ditambah dengan aktivitas ibadah dan berkumpul dengan keluarga. Sedangkan mahasiswa akuntansi cenderung memilih aktivitas yang tidak terlalu beragam. Mereka menghabiskan waktunya hanya untuk tidur dan bermain gadget. Hanya beberapa mahasiswa yang beribadah di hari Minggu, sehingga keterlibatan mahasiswa dengan kegiatan ibadah di hari Minggu rendah.

Uji Korelasi Spearman

Gambar 3. Matriks Korelasi Antar Variabel Penentu Sunday Blues pada Mahasiswa FEB UI

Hubungan antar variabel diuji dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Variabel yang digunakan adalah sb_med, tugas_med, tidakbebas_med, persepsisenin_med, kualitastidur_med dan sb_med_dummy. Korelasi di matriks menunjukkan korelasi kuat (>0.5), sedang (0.3-0.5) sampai lemah (<0.3). 

Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman, variabel sb_med menunjukkan hubungan positif dengan seluruh variabel independen, yaitu tugas_med, tidakbebas_med, persepsisenin_med, dan kualitastidur_med. Korelasi tertinggi terlihat antara sb_med dan persepsisenin_med (0.58), diikuti oleh tidakbebas_med (0.48), kualitastidur_med (0.45), dan yang paling rendah tugas_med (0.30). Hal ini menunjukkan bahwa semakin negatif persepsi terhadap hari Senin, semakin tinggi pula kecenderungan mengalami Sunday Blues. 

Selain itu, tingkat ketidakbebasan dalam memilih aktivitas dan kualitas tidur yang buruk juga berkorelasi cukup kuat terhadap munculnya Sunday Blues. Sementara itu, beban tugas berkontribusi dalam tingkat yang lebih rendah, meskipun tetap menunjukkan arah hubungan yang positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa aspek psikologis dan keseharian mahasiswa di hari Minggu, terutama terkait persepsi dan kontrol atas waktu, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecenderungan mengalami Sunday Blues.

Uji Normalitas Data

 

Gambar 4. Hasil Uji Shapiro Wilk

Berdasarkan hasil uji normalitas Shapiro-Wilk, diketahui bahwa tidak semua variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal. Tiga variabel, yaitu sb_med (Sunday Blues), tugas_med (beban tugas), dan persepsisenin_med (persepsi terhadap hari Senin), memiliki nilai p-value masing-masing sebesar 0,447; 0,526; dan 0,890. Karena ketiganya memiliki p-value di atas alpha 5%, maka dapat disimpulkan bahwa data pada ketiga variabel tersebut berdistribusi normal.

Sementara itu, variabel tidakbebas_med (perasaan tidak bebas) dan kualitastidur_med (kualitas tidur) memiliki p-value masing-masing sebesar 0,027 dan 0,013, yang berada di bawah alpha 5%. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut tidak berdistribusi normal.

Oleh karena itu, dalam analisis lanjutan, akan digunakan uji statistik yang disesuaikan dengan karakteristik distribusi data. Untuk variabel yang berdistribusi normal, digunakan independent t-test untuk menguji perbedaan antar kelompok. Sementara itu, variabel yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan uji non-parametrik, yaitu Mann-Whitney U Test dan Kruskal-Wallis sebagai alternatif. Pendekatan ini diambil untuk memastikan bahwa hasil analisis tetap valid dan sesuai dengan sifat data yang dianalisis.

Uji Rank-Sum 

Wilcoxon rank-sum (Mann-Whitney) test merupakan metode tes statistik nonparametrik yang digunakan untuk membandingkan dua populasi independen dengan parameter median. Dalam penelitian ini, ada dua faktor yang hendak dibandingkan dari kelompok mahasiswa dengan indikasi Sunday Blues dan tanpa indikasi Sunday Blues yaitu ketidakbebasan memilih aktivitas (tidakbebas_med) dan kualitas tidur (kualitastidur_med). Tuntutan tugas akademik maupun non akademik dapat menyebabkan seseorang memiliki keterbatasan waktu luang sehingga tidak dapat menikmati akhir pekan dengan santai. Selain itu, kepadatan aktivitas sehari-hari juga dapat menyebabkan waktu yang tersedia untuk mengerjakan tugas tersisa di malam hari. Akibatnya, mahasiswa mengorbankan jam tidurnya sehingga menurunkan kualitas tidurnya.

Sebelum melakukan analisis data, penting untuk menentukan rumusan hipotesis yang digunakan dalam uji ini, sebagai berikut:

  • Variabel ketidakbebasan memilih aktivitas

H0 : Tidak ada perbedaan median ketidakbebasan memilih aktivitas antara mahasiswa yang mengalami dan yang tidak mengalami Sunday Blues

HA : Ada perbedaan median ketidakbebasan memilih aktivitas antara mahasiswa yang mengalami dan yang tidak mengalami Sunday Blues

  • Variabel kualitas tidur

H0 : Tidak ada perbedaan median kualitas tidur antara mahasiswa yang mengalami dan yang tidak mengalami Sunday Blues

HA : Ada perbedaan median kualitas tidur antara mahasiswa yang mengalami dan yang tidak mengalami Sunday Blues

Gambar 5. Hasil Uji Mann-Whitney: Ketidakbebasan & Kualitas Tidur vs. Sunday Blues

Setelah melakukan pengolahan data, diperoleh hasil bahwa nilai p-value dari kedua variabel tersebut bernilai sangat kecil mendekati 0, sangat kurang dari nilai alpha yang ditentukan yaitu 5%. 

Berdasarkan hipotesis yang telah disusun sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kebebasan seseorang memilih aktivitas di akhir pekan dan kualitas tidur antara mahasiswa dengan indikasi Sunday Blues dan tanpa indikasi Sunday Blues.

Uji Kruskal-Wallis

Gambar 6. Uji Kruskal-Wallis: Ketidakbebasan vs. Angkatan & Kualitas Tidur vs. Jurusan

Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis yang dilakukan terhadap variabel kebebasan memilih aktivitas dan kualitas tidur dengan pembeda angkatan dan jurusan, ditemukan bahwa terdapat perbedaan median yang signifikan pada setidaknya salah satu kelompok, yang relevan dalam memahami fenomena Sunday Blues. Untuk variabel ketidakbebasan memilih aktivitas, nilai probabilitasnya adalah 0,0476 (< 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar angkatan. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa dari angkatan yang berbeda memiliki tingkat kontrol yang berbeda terhadap aktivitas mereka di akhir pekan, yang dapat mempengaruhi munculnya Sunday Blues. Mahasiswa yang merasa kurang bebas memilih aktivitas cenderung merasa bahwa akhir pekan mereka “terpaksa” dihabiskan untuk hal-hal yang tidak menyenangkan, sehingga muncul rasa cemas atau tidak puas menjelang hari Senin.

Sementara itu, untuk variabel kualitas tidur, nilai probabilitasnya adalah 0,0328 (< 0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar jurusan. Artinya, mahasiswa dari jurusan yang berbeda mengalami kualitas tidur yang tidak seragam, yang bisa berdampak langsung pada kondisi emosional mereka saat memasuki minggu baru. Kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas di akhir pekan dapat memperburuk rasa lelah dan meningkatkan kecemasan saat menghadapi beban akademik hari Senin, sehingga memperparah pengalaman Sunday Blues.

Dengan demikian, hasil ini memperlihatkan bahwa persepsi terhadap Sunday Blues dipengaruhi oleh tingkat kebebasan dalam memilih aktivitas akhir pekan dan kualitas tidur, yang bervariasi secara signifikan berdasarkan angkatan dan jurusan mahasiswa. Ini menegaskan bahwa pengalaman Sunday Blues bukan semata persoalan personal, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor struktural seperti latar belakang akademik dan beban yang dihadapi individu.

Independent T-test

Gambar 7. Hasil T-Test: Beban Tugas vs. Sunday Blues

Gambar 8. Hasil T-Test: Persepsi Senin vs. Sunday Blues

Dalam penelitian ini, digunakan uji T-test dua arah (two-tailed T-test) untuk menguji apakah terdapat perbedaan rata-rata atau median pada sejumlah variabel antara dua kelompok, yakni mahasiswa yang mengalami Sunday Blues dan yang tidak. Salah satu variabel yang diuji adalah beban tugas (tugas_med), dengan hipotesis sebagai berikut:

  • H0 (Hipotesis nol): Tidak terdapat perbedaan rata-rata (atau median) beban tugas antara mahasiswa yang mengalami Sunday Blues dan yang tidak.
  • HA (Hipotesis alternatif): Terdapat perbedaan rata-rata (atau median) beban tugas antara mahasiswa yang mengalami Sunday Blues dan yang tidak.

Berdasarkan hasil visualisasi dan interpretasi dari data dalam gambar di atas, diketahui bahwa median beban tugas antara kedua kelompok berada pada kisaran yang relatif sama, yaitu sekitar 6–7, dan hasil uji T-test menunjukkan nilai p > 0.05. Dengan demikian, hipotesis nol (H₀) tidak dapat ditolak, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara mahasiswa yang mengalami Sunday Blues dan yang tidak dalam hal persepsi terhadap beban tugas.

Hasil ini menunjukkan bahwa beban tugas bukanlah faktor utama yang membedakan kelompok mahasiswa yang mengalami Sunday Blues. Artinya, meskipun beban akademik mungkin berkontribusi terhadap stres atau tekanan secara umum, ia tidak berperan signifikan dalam memicu atau memperkuat gejala Sunday Blues dalam konteks penelitian ini. Oleh karena itu, fokus intervensi atau strategi pencegahan terhadap Sunday Blues sebaiknya tidak hanya diarahkan pada pengurangan beban tugas, tetapi lebih pada faktor-faktor lain seperti persepsi terhadap hari Senin, tingkat kecemasan, kebebasan dalam aktivitas akhir pekan, dan kualitas tidur.

Kesimpulan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap ketidakbebasan pada akhir pekan dan kualitas tidur berkontribusi secara signifikan terhadap kecenderungan mahasiswa mengalami Sunday Blues. Akan tetapi, hal itu bervariasi tergantung dengan angkatan dan jurusan mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman Sunday Blues bukan semata persoalan personal, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor struktural seperti latar belakang akademik dan beban akademis yang dihadapi. Beban akademik sendiri tidak secara langsung membuat mahasiswa mengalami Sunday Blues, akan tetapi ia mungkin berkontribusi secara tidak langsung terhadap stres atau tekanan yang dialami oleh mahasiswa yang berpengaruh terhadap persepsi terhadap hari Senin, tingkat kecemasan, kebebasan dalam aktivitas akhir pekan, dan kualitas tidur.

 

 

Editor: Tim Cerita Data

Ilustrasi oleh Hamidatul Hawa Rahmadini

 

Daftar Pustaka

Mental Health First Aid. (2021). The Sunday Blues: A guide to help you understand and overcome them. Retrieved from https://www.mentalhealthfirstaid.org/2021/03/the-sunday-blues-a-guide-to-help-you-understand-and-overcome-them/

Stone, A. A., Hedges, S. M., Neale, J. M. (1985). Daily mood variability: Form of diurnal patterns and determinants of mood. Journal of Personality and Social Psychology, 48(1), 20–30.

Pascoe, M. C., Hetrick, S. E., & Parker, A. G. (2020). The impact of stress on students in higher education: A systematic review. International Journal of Adolescence and Youth, 25(1), 104–112.

Zuzanek, J. (2013). Sunday blues: Have Sunday time use and its emotional connotations changed over the past two decades? Time & Society, 23(1), 6–27. doi:10.1177/0961463×12441173

Related Posts

You Are What You Read: How Literary Fiction Rewires the Human Mind
Kilas Riset

You Are What You Read: How Literary Fiction Rewires the Human Mind

Hustle Culture di FEB UI: Perkembangan Karier atau Toxic Productivity?
Soft News

Hustle Culture di FEB UI: Perkembangan Karier atau Toxic Productivity?

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide