Dentum palu dari Pimpinan Majelis Sidang, Muhammad Nur Ihsan, memenuhi auditorium Pusgiwa UI pada Selasa (31/12). Hal ini menandakan Grand Closing Pemilihan Raya (Pemira) telah menentukan kandidat terpilih untuk mewakili Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) UI untuk melanjutkan estafet kepemimpinan pada periode 2025/2026.
Pada tahun ini, setelah sebulan dilaksanakannya Pemira, steering committee (SC) Pemira UI menyatakan bahwa jumlah suara yang masuk mengalami lonjakan dari jumlah di tahun sebelumnya. Meskipun begitu, masalah keterlambatan pelaksanaan penetapan hasil pemira IKM UI masih harus dibenahi ke depannya.
Setelah melalui rangkaian pemungutan suara pada tanggal 23, 24, dan 26 Desember lalu, tibalah penetapan bagi beberapa wakil mahasiswa untuk BEM, Majelis Wali Amanat (MWA), dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI terpilih. Berikut hasil perolehan suara untuk setiap peserta Pemira UI 2024.
Anggota Independen DPM UI
- Muhammad Noeriman Rasyid sebagai Anggota Independen perwakilan Fakultas Ilmu Budaya terpilih dengan perolehan suara sebesar 639 dan mengungguli perolehan suara dari Itba Muhammad Kamil yang berjumlah 414.
- Nathan Egbert L. sebagai calon Anggota Independen perwakilan Fakultas Ilmu Administrasi memperoleh suara sebesar 343 dan mengungguli perolehan suara dari kotak kosong yang berjumlah 309. Meskipun begitu, sebelum Grand Closing dilakukan, Komite Pengawas (KP) Pemira UI telah lebih dulu mengeluarkan Putusan Nomor 10 KP Pemira UI 2024 yang menyatakan bahwa Nathan Egbert didiskualifikasi karena dinyatakan bersalah atas penghasutan bermuatan SARA.
- Maria Vianny sebagai Anggota Independen perwakilan Fakultas Ilmu Keperawatan terpilih dengan perolehan suara sebesar 165 dan mengungguli perolehan suara dari kotak kosong yang berjumlah 24.
- Ludgerius Maruli Nugroho Tumanggor sebagai Anggota Independen perwakilan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terpilih dengan perolehan suara sebesar 538 dan mengungguli perolehan suara dari kotak kosong yang berjumlah 347.
- Joanne Kelita Depari sebagai Anggota Independen perwakilan Program Pendidikan Vokasi terpilih dengan perolehan suara sebesar 960 dari kotak kosong yang berjumlah 169.
Anggota MWA UI Unsur Mahasiswa
- Maura Nur Sabrina memperoleh suara sebesar 4413.
- Zharfan Fasya H. memperoleh suara sebesar 4.400.
- Muhammad Rihandi memperoleh suara sebesar 4.043.
Dengan begitu, Maura Nur Sabrina (Maura) resmi terpilih menjadi Anggota MWA UI unsur mahasiswa untuk periode 2025/2026.
Ketua dan Wakil Ketua BEM UI
- Pasangan calon nomor 1 Ketua dan Wakil BEM UI, yakni Rendy Dharmawansyah dan Azzam Auliarahman, berhasil memperoleh suara sebesar 5.040.
- Pasangan calon nomor 2 Ketua dan Wakil BEM UI, yakni Zayyid Sulthan Rahman dan Muhammad Farrel Putrawan, memperoleh suara sebesar 4.360.
- Pasangan calon nomor 3 Ketua dan Wakil BEM UI, yakni Agus Setiawan dan Bintang Maranatha Utama, memperoleh suara sebesar 5.116.
Dengan begitu, Pasangan calon nomor 3, Agus Setiawan (Agus) dan Bintang Maranatha Utama, resmi terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM UI untuk periode 2025/2026.
Kesan dan Pesan Para Wakil Mahasiswa Terpilih
Maura Nur Sabrina (Maura), anggota MWA UI unsur mahasiswa terpilih, mengungkapkan bahwa perjalanan di Pemira UI tahun ini menjadi pengalaman yang penuh pembelajaran. “Sebagai anggota MWA perempuan pertama, saya menyadari tanggung jawab ini tidak mudah, tetapi saya akan berusaha sebaik mungkin,” ujarnya.
Maura juga mengapresiasi kinerja panitia Pemira yang menurutnya telah bekerja dengan baik. Ke depannya, Maura berkomitmen untuk membenahi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI agar lebih efektif.
Sementara itu, sebagai Ketua BEM UI terpilih, Agus menyatakan bahwa Pemira ini merupakan sebuah proses pembelajaran yang sangat menakjubkan baginya, Bintang, dan seluruh IKM UI. Ia juga menerangkan, “Partisipasi IKM UI (dalam Pemira) tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan ini menjadi pengingat juga untuk kita (Agus dan Bintang) bahwa IKM UI masih punya harapan ke BEM UI 2025.”
Di tahun depan, Agus dan Bintang sudah berusaha untuk memetakan isu-isu sosial dan politik yang masih terdapat pada PR UI secara internal dan eksternal. “Selebihnya, kita perlu masukan dari IKM UI kira-kira apa saja isu-isu lain yang barangkali sebetulnya terlewat oleh kami,” tambahnya.
Agus juga mengatakan bahwa ia dan Bintang akan terus berusaha untuk mengenal IKM UI dengan membuka corong komunikasi yang lebih luas lagi. Ia juga berharap, “Harapannya, kehadiran kami dan BEM UI 2025 bisa relevan kepada IKM UI ke depannya.”
Berbagai Isu yang Dihadapi oleh Pemira UI 2024
Pada awalnya, penyelenggaraan Grand Closing Pemira dijadwalkan akan dilaksanakan pada pukul 11.15 WIB. Namun, ternyata Grand Closing baru dibuka sekitar pukul 14.00 WIB. Menanggapi hal ini, Andre Christian Batama (Andre) selaku Project Officer Pemira UI 2024 menerangkan, “Acara ini orientasinya itu untuk IKM UI dari peserta. Jadi, peserta perlu keterlibatan dari steering committee kita, DPM UI, dan KP Pemira dan berita acara perlu ditandatangani oleh mereka. Kalau mereka telat, kita tidak bisa mulai karena nanti takutnya tidak sah secara formil.”
Secara keseluruhan, Andre menyatakan bahwa kendala yang dialami pada Pemira di tahun ini lebih menyangkut pada masalah teknikal, seperti jaringan dan lonjakan akses yang membuat server menjadi tidak stabil.
Namun, berbagai tanggapan muncul setelah terpilihnya Agus dan Bintang sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2025, salah satunya adalah isu terkait kemungkinan penyalahgunaan SIAK-NG milik IKM UI. Menanggapi hal ini, Andre menjelaskan, “Sampai sekarang belum ada bukti yang dilayangkan kepada kita dan KP belum menemukan keputusan tentang itu. Jadi, belum tahu apakah itu terjadi atau enggak.”
Editor: Fauziah Nurzijah dan Khansa

