Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Tokoh

Franz Magnis Suseno Berbagi Pandangan Kepemimpinan Ideal Indonesia Kedepan

by Badan Otonom Economica
7 Agustus 2015
in Tokoh

Jakarta, BOECONOMICA.com Atmosfer politik terasa memuncak mendekati Pemilihan Presiden pada Pemilu 2014. Perebutan tahta orang nomor satu negeri ini sudah terasa sejak tahun 2013. Kala banyak pihak sibuk memerhatikan dinamika politik yang terjadi antara dua kudu yaitu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, ada satu hal yang mungkin sedikit terlupa. Ada hal mendasar yang mungkin menjadi pertanyaan kita semua, sebenarnya sosok negarawan seperti apa yang harus masyarakat pilih?

Menurut Franz Magnis Suseno mempunyai definisi negarawan sendiri, seorang pemimpin atau negarawan harus memiliki wawasan dan mental yang diperlukan untuk menjalankan amanahnya. “Jadi,  jangan jadi seorang pemimpin negara bila hanya memikirkan uang atau sangat sempit pandangannya mengenai kemajuan,” tutur Profesor keturunan Jerman ini yang mengajar di SekolahTinggi Filsafat Driyakarta.

Seorang negarawan adalah seseorang yang menyadari bahwa hidupnya itu bagi bangsa dan umat manusia.  “Ia melakukan itu dengan hormat mendalam terhadap martabat kemanusiaan setiap manusia di dalam wilayah kekuasaannya,” lanjut Magnis Suseno dalam menyoroti poin ideal seorang negarawan.

Disinggung mengenai kelebihan dan kekurangan capres-cawapres Indonesia sekarang berdasarkan sikap, latar belakang, dan visi-misi untuk Indonesia, Franz menangginya dengan seorang negarawan tidak harus tahu semuanya, namun tahu semuanya alangkah lebih baik. “Wawasan dan pandangan yang luas serta kemampuan untuk belajar adalah paket berikutnya yang ada pada seorang negarawan”, terang Peraih Penghargaan Cendikiawan Berdidikasi Versi Harian Kompas tahun 2014 ini.

Selain kemampuan mau terus belajar, keberanian adalah karakter penting yang harus dimiliki. “Seorang pemimpin harus berani mengambil tindakan yang tidak populer, harus berani bicara terbuka kepada bangsanya, barangkali ia harus menuntut sesuatu yang berat dari rakyatnya,” tegas Magnis Suseno sambil menambahkan bahwa suatu keputusan harus dikomunikasikan kepada rakyat, walaupun melawan arus.

Di akhir kesempatan, Magnis suseno menambahkan bahwa seorang pemimpin seharusnya tidak lemah dan tunduk terhadap tekanan-tekanan yang ada dalam masyarakat. (OMN)

Related Posts

Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut: Menuntut Ketidakbijakan Pemerintah
Hard News

Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut: Menuntut Ketidakbijakan Pemerintah

Idola dan fans, Amnesia terhadap manusia dibelakang kaca ketenaran
Kajian

Idola dan fans, Amnesia terhadap manusia dibelakang kaca ketenaran

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© Badan Otonom Economica

No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide