Introduction
Kelas asistensi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) merupakan program pendukung pembelajaran yang bertujuan memperkuat pemahaman materi perkuliahan. Meskipun dirancang untuk membantu mahasiswa memahami konsep-konsep yang relatif rumit, tidak semua mahasiswa memanfaatkan kelas asistensi tersebut dengan baik. Beberapa mahasiswa aktif mengikuti kelas asistensi untuk mendalami materi, sementara yang lain cenderung mengabaikan program ini. Perbedaan partisipasi ini menimbulkan pertanyaan: apa faktor yang berkaitan dengan keputusan mahasiswa untuk mengikuti kelas asistensi?
Faktor determinan yang mungkin berhubungan meliputi aspek akademik, seperti tingkat kesulitan mata kuliah, kualitas pengajar, atau kebutuhan akan nilai tambahan, serta faktor non-akademik, seperti motivasi intrinsik, waktu, dan dorongan peer group. Penelitian ini penting untuk memahami motivasi dan hambatan yang dihadapi mahasiswa. Hasilnya diharapkan dapat membantu FEB UI merancang kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam mengikuti asistensi dan kualitas pembelajaran, dengan mengetahui faktor-faktor apa yang perlu diperhitungkan sehingga mendukung pencapaian akademik yang lebih baik kedepannya.
Data
Penelitian ini menggunakan data dari 94 responden yang merupakan mahasiswa FEB UI. Data yang dikumpulkan mencakup empat variabel utama yang berkaitan dengan faktor determinan mahasiswa dalam mengikuti kelas asistensi. Variabel pertama adalah frekuensi rata-rata mengikuti kelas asistensi, yang menunjukkan seberapa sering mahasiswa menghadiri sesi ini. Variabel ini memberikan gambaran tentang tingkat keterlibatan mahasiswa dalam memanfaatkan asistensi sebagai bagian dari pembelajaran.
Variabel kedua adalah tingkat kesulitan tiap mata kuliah yang dirasakan oleh mahasiswa. Penilaian ini bersifat subjektif, tetapi membantu mengidentifikasi mata kuliah yang dianggap lebih menantang dibandingkan yang lainnya. Sehingga, memungkinkan tim Cerita Data untuk menguji apakah terdapat korelasi antara tingkat kesulitan mata kuliah dengan tingkat kehadiran mahasiswa pada kelas asistensi mata kuliah tersebut. Selanjutnya, variabel ketiga adalah penilaian atas kualitas asisten dosen (asdos). Aspek ini mengukur bagaimana mahasiswa menilai kemampuan asdos dalam menyampaikan materi, memberikan bimbingan, dan membantu mahasiswa dalam memahami lebih baik materi perkuliahan mereka.
Uji Normalitas Data

Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk yang menunjukkan bahwa sebagian besar variabel dalam analisis ini tidak berdistribusi secara normal. Variabel kehadiran asistensi memiliki nilai probabilitas (Prob>z) sebesar 0,01477, yang lebih kecil dari 0,05 sehingga tidak berdistribusi normal. Hal yang sama berlaku untuk variabel tingkat kesulitan mata kuliah (Prob>z – 0,00024) dan kualitas mengajar asisten dosen (Prob>z = 0,00000), yang juga tidak memenuhi asumsi normalitas. Namun, variabel tingkat motivasi memiliki nilai Prob>z sebesar 0,21359, yakni lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ini berdistribusi normal. Dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar data tidak berdistribusi secara normal, kecuali variabel tingkat motivasi. Maka dari itu, uji korelasi akan dilakukan dengan uji non-parametrik Spearman Correlation.
Uji Korelasi Kehadiran Asistensi & Tingkat Kesulitan Mata Kuliah

Hasil uji statistik menunjukkan nilai prob > |t| sebesar 0,5351, yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Ini mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kehadiran asistensi dan tingkat kesulitan mata kuliah pada tingkat kepercayaan 95%. Dengan kata lain, meskipun mungkin ada korelasi antara kedua variabel, hasil ini tidak cukup kuat untuk menyatakan bahwa tingkat kesulitan mata kuliah berhubungan dengan tingkat kehadiran asistensi secara signifikan. Oleh karena itu, kesimpulan utama adalah bahwa faktor kesulitan mata kuliah tidak memiliki korelasi terhadap kehadiran asistensi berdasarkan data ini, dan faktor lain mungkin memiliki hubungan lebih kuat dengan tingkat kehadiran mahasiswa di kelas asistensi.
Uji Korelasi Kehadiran Asistensi & Kualitas Asdos

Hasil uji statistik menunjukkan nilai prob > |t| sebesar 0,0000, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kehadiran asistensi dan kualitas asisten dosen pada tingkat kepercayaan 95%. Selain itu, dari data yang tersedia, didapatkan hasil Spearman’s rho sebesar 0,2775. Nilai ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara kualitas asisten dosen dengan kehadiran asistensi. Namun, di satu sisi, variabel ini memiliki korelasi yang lemah karena nilai Spearman’s rho <0,35. Maka dari itu, didapatkan kesimpulan bahwa kualitas asistensi dosen memiliki hubungan yang positif dengan kehadiran asistensi dari mahasiswa. Namun, kedua hal tersebut memiliki korelasi yang lemah.
Uji Korelasi Kehadiran Asistensi & Tingkat Motivasi

Hasil uji statistik menunjukkan nilai prob > |t| sebesar 0,0086, yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kehadiran asistensi dan tingkat motivasi pada tingkat kepercayaan 95%. Selain itu, Tim Cerita Data menemukan bahwa hasil Spearman’s rho adalah sebesar 0,2726. Nilai ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara tingkat motivasi dengan kehadiran asistensi tetapi memiliki korelasi yang lemah karena nilai Spearman’s rho <0,35. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi memiliki hubungan yang positif dengan kehadiran asistensi dari mahasiswa. Seperti variabel kualitas asisten dosen, tingkat motivasi juga memiliki korelasi yang lemah.
Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa dalam kelas asistensi di FEB UI tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kesulitan mata kuliah terkait, tetapi memiliki hubungan positif dengan kualitas asisten dosen dan tingkat motivasi mahasiswa. Meskipun hubungan ini signifikan secara statistik, tingkat korelasinya tergolong lemah, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai Spearman’s rho yang rendah (<0,35). Temuan ini mengindikasikan bahwa untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kelas asistensi, FEB UI perlu fokus pada peningkatan kualitas pengajaran oleh asisten dosen dan mendorong motivasi mahasiswa. Selain itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin juga berkaitan dengan keputusan mahasiswa dalam mengikuti program asistensi.

