Ruang ESCO (Economic Student Cooperative) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, yang menjadi pusat kegiatan koperasi mahasiswa dan wirausaha kampus sejak 2012, sempat menjadi gudang penyimpanan setelah dibubarkan pada tahun 2024 akibat hambatan regenerasi selama dua tahun berturut-turut. Pada Rabu (29/10) ruangan ini resmi dialihfungsikan menjadi Ruang CERDAS (Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia) PeKA (Peduli, Kenali, Adukan) yang kini sudah dapat digunakan oleh mahasiswa.
Acara peresmiannya digelar oleh Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) di Student Center FEB UI. Acara dibuka secara resmi oleh Yulianti, Ph.D. selaku Dekan FEB UI bersama perwakilan BI dan BNI. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi talk show yang bertajuk “Generasi Muda Cerdas Aman Bertransaksi” bersama Prita Ghozie selaku CEO Zapfinance dan Raynaldo Ignatius selaku Asisten Manajer Perlindungan Konsumen Bank Indonesia.
Melalui inisiatif Gerai CERDAS PeKA, BI, BNI, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), PERBANAS (Perhimpunan Bank-Bank Nasional), Fintech Indonesia, dan FEB UI resmi berkolaborasi dalam menumbuhkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap keamanan finansial, khususnya dalam menghadapi maraknya kasus fraud dan scam.
Lebih lanjut, Manager Pengembangan Kerjasama dan Pengelolaan Unit Usaha (PKU) FEB UI, Edward Tanujaya, S.E., M.Sc. menyatakan bahwa fasilitas yang tersedia di dalamnya meliputi televisi, laptop, rumput imitasi, serta cermin cembung yang disediakan untuk menarik perhatian mahasiswa. “Konsep Gerai CERDAS PeKA dirancang menyerupai Permata Lounge agar nyaman bagi mahasiswa untuk belajar atau beristirahat sejenak. Namun, penggunaannya tetap diatur dengan ketentuan tertentu, seperti menjaga kebersihan dan tidak membawa makanan ke dalam area gerai.” ujarnya.
Di Balik Gerai Cerdas Peka: Inisiasi BI
Program yang digagas oleh BI ini turut didukung oleh BNI sebagai sponsor utama. Inisiatif ini juga menjadi pilot project bagi pengembangan gerai serupa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia sehingga FEB UI berperan sebagai percontohan dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan otoritas moneter untuk menciptakan generasi muda yang lebih melek finansial.
Edward menjelaskan bahwa kehadiran Gerai CERDAS PeKA merupakan bentuk dedikasi BI terhadap dunia pendidikan, khususnya kampus. “BI sebagai bank sentral punya peran penting dalam perekonomian salah satunya concern dengan konsumen dan ini (Gerai CERDAS PeKA) untuk dedikasi sosialisasi ke dunia kampus,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tidak semua isu perlindungan konsumen berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena sebagian terkait langsung dengan sistem pembayaran yang menjadi kewenangan BI.Edward menyebutkan bahwa BI telah berkomitmen untuk mengadakan kegiatan rutin setiap minggu di gerai tersebut dengan melibatkan BEM FEB UI, KSPM, dan/atau organisasi terkait lainnya. “Hari Selasa (04/11) mau ketemu BEM, BPM, KSPM untuk berbicara lebih aktif dalam pemanfaatan ruang CERDAS PeKA yang bisa inline dengan misinya (CERDAS PeKA) yakni produk keuangan seperti fraud dan scam. Penggunaanya bebas sesuai kebutuhan mahasiswa,” ujar Edward.
Pengadaan Gerai CERDAS PeKA : Sudah Hasil Koordinasi
Menanggapi kabar mengenai kurangnya komunikasi awal terkait pengalihan fungsi ruang ESCO, Edward menegaskan bahwa pihak fakultas tidak mengambil keputusan sepihak. Ia menjelaskan bahwa proses pengalihan dan pemanfaatan ruang tersebut telah melalui koordinasi dengan Kantor Kemahasiswaan FEB UI sebagai perpanjangan tangan dekanat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa keberadaan Gerai CERDAS PeKA tetap sejalan dengan kepentingan mahasiswa serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi kegiatan akademik maupun non akademik di lingkungan kampus.“Semua ruangan di sini berada di bawah penguasaan UI, jadi yang berhak menentukan adalah pihak dekanat. Kami juga melibatkan kantor kemahasiswaan karena ruang ini memang untuk kebutuhan mahasiswa,” jelasnya.
Inisiatif yang diajukan oleh BI ini tidak secara langsung diterima oleh pihak fakultas. Pasalnya, terjadi koordinasi dengan berbagai pihak terlebih dahulu, salah satunya dengan AOPF (Aset, Operasional dan Pemeliharaan Fasilitas) – dulunya dikenal sebagai FOrSE – dalam pemilihan ruangan yang dapat digunakan untuk Gerai CERDAS PeKA tersebut. Keputusan akhir pun sampai pada ruangan ESCO yang dinilai strategis sebagai rekomendasi dari AOPF, “karena mereka (AOPF) yang tau kondisi lapangan, fasilitasnya mungkin bagaimana, yang dapat memenuhi kebutuhan khusus. Dan itu (ruang ESCO) rekomendasi dari AOPF” tambah Edward.
Harapan Untuk Semangat yang Terus Tumbuh
Edward mengharapkan kedepannya ruangan ini menjadi tempat tumbuhnya berbagai inisiatif mahasiswa dalam bidang keuangan, kewirausahaan dan inovasi digital. Dengan kehadiran CERDAS PeKA ini, mahasiswa diharapkan lebih peka terhadap praktik keuangan yang aman dan bijak sejak dini. Lebih lanjut, Edward berharap semangat yang dulu hidup di ruang ESCO dapat terus berlanjut dalam bentuk yang lebih modern dan relevan bagi generasi saat ini.

