Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Kilas Riset

Can Money Buy Friends? Evidence from a Natural Experiment

by Annisa Zata Ismah & Dimas Ramaditya Putra
5 Desember 2023
in Kilas Riset, Penelitian

1. Introduction

Studi ini menggunakan hadiah lotre responden sebagai indikator lonjakan pendapatan dengan mempertimbangkan jumlah pengeluaran untuk lotre. Temuan ini menunjukkan adanya korelasi positif antara kemenangan lotre dan peningkatan jumlah teman. Menariknya, individu cenderung memperluas jaringan pertemanan mereka dengan individu di luar lingkup rekan kerja dan pertemanan jangka panjang daripada membentuk hubungan baru dengan rekan kerja. Elastisitas jumlah teman yang berhubungan dengan kemenangan lotre diperkirakan sebesar 0,05%. Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan pendapatan yang dibutuhkan untuk memperoleh satu teman tambahan sekitar 5.000 USD. Dinamika yang kompleks bagaimana keuntungan finansial memengaruhi hubungan sosial dengan menekankan preferensi yang jelas untuk memperkuat pertemanan yang sudah ada dan berkelanjutan daripada membentuk pertemanan baru. Namun, hubungan antara pendapatan dan kebahagiaan masih menjadi perdebatan dalam literatur dan tidak selalu berlaku pada semua kasus. Penelitian ini juga memberikan pandangan yang menarik terkait Vietnam, yang merupakan negara berpendapatan menengah ke bawah dengan ketimpangan dalam standar hidup masyarakat yang berbeda-beda.

Studi ini memiliki beberapa kontribusi penting, seperti memberikan bukti empiris baru mengenai hubungan antara sumber daya ekonomi dan persahabatan, serta mengukur efek kausal dari kemenangan lotre terhadap jumlah teman. Temuan ini menggambarkan bahwa kemenangan lotre dapat meningkatkan jumlah teman yang kemungkinan besar meningkatkan kepuasan hidup. Hal ini konsisten dengan pandangan bahwa persahabatan dan hubungan sosial berperan penting dalam kebahagiaan. Namun, penelitian ini juga menyoroti bahwa pendapatan bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi persahabatan dan hasil penelitian sebelumnya tentang hubungan antara tingkat ekonomi dan persahabatan masih bervariasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa faktor-faktor lain juga dapat memengaruhi hubungan sosial dan kebahagiaan. Penelitian ini berpotensi memberikan wawasan tentang bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat memengaruhi ketidaksetaraan di Vietnam melalui saluran persahabatan dan koneksi sosial. Hal ini menggarisbawahi pentingnya hubungan sosial untuk mendapatkan manfaat dan layanan publik dalam lingkungan dengan tingkat korupsi yang tinggi.

2. Theoretical Framework

Dalam bagian ini, peneliti menggunakan model teoritis sederhana untuk menjelaskan bagaimana lonjakan pendapatan memengaruhi jumlah teman. Model ini juga membantu menghubungkan konteks penelitian ini dengan literatur terkait tentang persahabatan. Persahabatan seharusnya terkait dengan hasil yang memuaskan, di mana penghargaan lebih besar daripada biaya (Perlman dan Fehr, 1986). Menurut teori penguatan, orang suka dengan orang yang dapat memberikan imbalan kepada mereka (Byrne dan Clore, 1970). Imbalan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa area, termasuk teman, pertimbangan, komunikasi, dan kasih sayang (Hays, 1984). Untuk kesederhanaan, dalam penelitian ini biaya moneter persahabatan diukur dengan harga bayangan teman, sementara biaya non-moneter persahabatan diasumsikan dalam bentuk waktu yang dihabiskan bersama teman. 

Model ini menggunakan periode tunggal di mana individu diasumsikan memaksimalkan utilitas konsumsi mereka melalui waktu luang L, kualitas teman Q, dan barang lain C. C terdiri dari barang-barang yang tidak terkait dengan teman. C juga mencakup konsumsi lotre. Q adalah jumlah total persahabatan, yang bergantung pada jumlah teman dan kualitas setiap teman. Untuk kesederhanaan, diasumsikan fungsi utilitas Cobb-Douglas sebagai berikut:

Diasumsikan bahwa orang menghabiskan waktu total terbatas T mereka untuk waktu luang, pekerjaan, dan teman. Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk setiap unit kualitas teman oleh tf. Waktu yang dihabiskan dengan satu orang mewakili tidak hanya biaya pengembangan hubungan tetapi juga biaya peluang untuk kegiatan lain, termasuk mengembangkan hubungan lain. 

Waktu yang dihabiskan untuk bekerja diungkapkan sebagai berikut:

Rumah tangga memaksimalkan utilitas mereka, dengan mematuhi batasan anggaran:

Berdasarkan formula di atas, pC menunjukkan harga barang-barang yang tidak terkait dengan teman. pQ adalah harga bayangan kualitas teman yang mengukur biaya moneter untuk memperoleh unit kualitas teman. I adalah Income yang dimiliki oleh setiap individu yang didapatkan dari pertimbangan Income Shock. Biaya ini mencakup pengeluaran untuk aktivitas yang terkait dengan teman, seperti makan, hiburan, dan hadiah. Oleh karena itu, dalam penelitian ini biaya moneter persahabatan diukur oleh pQQ, sementara biaya non-moneter persahabatan diasumsikan dalam bentuk waktu yang dihabiskan dengan teman, yaitu Qtf.

Dengan memaksimalkan ekspresi Lagrangian dan memecahkan persyaratan orde pertama, peneliti mendapatkan permintaan persahabatan sebagai berikut:

 Efek lonjakan pendapatan terhadap permintaan teman sama dengan:

Model di atas memprediksi bahwa pendapatan yang lebih tinggi meningkatkan jumlah persahabatan. Karena jumlah persahabatan diukur oleh produk dari jumlah teman dan kualitas setiap teman, peningkatan pendapatan dapat meningkatkan jumlah teman atau kualitas setiap teman atau keduanya. Dalam penelitian ini, jumlah total persahabatan diukur oleh jumlah dan kualitas teman. 

3. Data Set and Descriptive Analysis

3.1. Data Set

Studi ini menggunakan data rumah tangga dari Survei Sistem Registrasi Rumah Tangga 2015 (selanjutnya disebut sebagai VHRS 2015). Meskipun ada sejumlah survei rumah tangga di Vietnam, VHRS 2015 memiliki keunikan karena berisi data tentang teman dan pendapatan dari lotre. VHRS 2015 dilakukan pada bulan April-Juli 2015 oleh Mekong Development Research Institute (MDRI), dengan dukungan teknis dan pendanaan dari Bank Dunia. Survei ini mewakili populasi di lima kota dan provinsi di mana survei itu dilaksanakan, termasuk Ho Chi Minh City, Hanoi, Da Nang, Binh Duong, dan Dak Nong. Kota dan provinsi ini dipilih karena memiliki tingkat migrasi tertinggi berdasarkan data dari Sensus Penduduk dan Perumahan 2009. Di setiap provinsi, 50 area enumerasi (EA) dipilih secara acak, dan di setiap EA, 20 individu dipilih secara acak. Oleh karena itu, survei mencakup 5.000 responden di 250 EA dari 5 provinsi.

Setelah mengikuti rencana lapangan yang terperinci, pengumpulan data selesai dalam waktu 5 minggu dengan kerja keras dari 39 tim enumerator (tiga enumerator/tim). Untuk memastikan kualitas pengumpulan data, enumerator disupervisi dengan berbagai metode kontrol kualitas, termasuk pengawasan langsung di lapangan, pencatatan acak, pemeriksaan lokasi, pemeriksaan data harian, dan evaluasi kinerja enumerator. Di setiap rumah tangga, satu anggota rumah tangga dipilih untuk diwawancarai. Responden adalah orang yang paling tahu tentang pendapatan dan konsumsi rumah tangga mereka dan 69% dari responden adalah kepala rumah tangga, yaitu orang yang mengambil keputusan akhir tentang masalah penting untuk rumah tangga. Dari semua kepala rumah tangga, 63% adalah pria, sementara 43% dari responden adalah wanita. Usia rata-rata kepala rumah tangga dan responden adalah 41,1 dan 38,5 tahun.

3.2. Descriptive Analysis

Di Vietnam, lotre diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun penyedia swasta. Lotre dijalankan harian oleh perusahaan lotre milik negara di semua 63 provinsi. Sejak tahun 2011, setiap tiket dijual dengan harga 10.000 VND (sekitar 0,46 USD, menggunakan kurs valuta asing tahun 2015), dan hadiah tertinggi dapat mencapai 2 miliar VND (93.000 USD). Pada tahun 2016, jackpot lotre diperkenalkan oleh perusahaan milik negara. Lotre ini juga dijalankan setiap hari, dengan harga tiket seharga 10.000 VND (0,46 USD). Hadiah terakumulasi hingga dimenangkan. Meskipun penyedia lotre swasta bersifat tidak legal di Vietnam, lotre swasta (terutama lotto), seperti perjudian, masih beroperasi dan populer. Sangat mudah untuk membeli tiket baik untuk lotre publik maupun swasta.

Tabel 1 menunjukkan bahwa 30,4% rumah tangga membeli tiket lotre setidaknya sekali selama setahun kebelakang. Bagi rumah tangga yang membeli tiket lotre, rata-rata jumlah tiket adalah 29 dengan total pengeluaran rumah tangga untuk lotre adalah 1.824,5 ribu VND (84,5 USD), atau sekitar 1,9% dari total pendapatan mereka. Kemudian, Tabel 1 juga melaporkan pembelian lotre berdasarkan jenis kelamin pembeli (pria dan wanita) dan tempat tinggal pembeli (perkotaan dan pedesaan). Tingkat pembelian dan kemenangan lotre dalam rumah tangga perkotaan dan pedesaan cukup serupa. Rumah tangga dengan responden pria cenderung membeli lebih banyak tiket lotre tetapi perbedaan ini tidak signifikan secara statistik.

Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa pendapatan rumah tangga berkorelasi kuat dengan upah responden. Koefisien korelasi antara upah responden dan pendapatan rumah tangga adalah 0,65, menunjukkan korelasi yang kuat antara dua variabel ini. Kedua, 69% dari responden adalah kepala rumah tangga, yang didefinisikan sebagai anggota paling berpengaruh. Oleh karena itu, pendapatan dari kemenangan lotre dapat sangat ditentukan oleh responden dan dapat memengaruhi keputusan mereka tentang teman. 

Dalam survei, terdapat tiga pertanyaan tentang teman responden. Pertama, responden diminta untuk menyebutkan teman yang tinggal di area tempat tinggal yang sama. Mereka dapat menyebutkan hingga lima teman; 91,1% responden menyebutkan setidaknya satu teman, dan 39,2% responden menyebutkan lima teman (Tabel 2). Secara rata-rata, jumlah teman yang dilaporkan oleh responden kepada pewawancara adalah 3,33.

Dengan menggunakan informasi ini, peneliti mengklasifikasikan teman menjadi teman sejawat dan bukan teman sejawat, serta teman baru (dikenal kurang dari 1 tahun), teman menengah (dikenal dari 1 hingga 3 tahun), dan teman jangka panjang (dikenal lebih dari 3 tahun). Teman sejawat adalah mereka yang ditemui oleh responden di kantor, sementara teman bukan sejawat meliputi yang lainnya. Tabel 2 menunjukkan bahwa jumlah teman sejawat dan bukan sejawat adalah masing-masing 0,5 dan 2,84. Jumlah teman baru dan teman menengah masing-masing adalah 0,26 dan 0,58, dan jumlah teman jangka panjang tertinggi, yaitu 2,49. Oleh karena itu, sekitar dua pertiga dari semua teman yang disebut adalah teman jangka panjang.

4. Econometric Model

Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan dampak income shock terhadap jumlah teman. Income shock diukur dengan jumlah hadiah lotre dan log uang lotre diperkirakan berdasarkan hasilnya. Namun, karena banyak orang tidak menang dalam lotre, jadi kemenangan lotre tidak dapat dicatat. Oleh karena itu, penelitian ini hanya dapat memperkirakan pengaruh log kemenangan lotre terhadap sampel pemenang. Model dapat ditulis dengan persamaan sebagai berikut:

Variabel penjelas harus mencakup variabel dummy ‘kemenangan lotre’, interaksi antara ‘kemenangan lotre’ dan log kemenangan lotre, dan interaksi ‘kemenangan lotre’ dengan variabel kontrol lainnya. Kemenangan lotre diukur dengan , dan karena hadiah lotre bersifat acak, efek kemenangan lotre dapat diperkirakan tanpa bias. Selain itu, penelitian ini mendiskritisasi kemenangan lotre ke dalam berbagai bin, menghindari logaritma masalah nilai logaritma nol, dan memeriksa dampak non-linear dari kemenangan lotre. Model regresi tersebut dinyatakan sebagai berikut:

Dengan mempertimbangkan berat sampel dan korelasi cluster dalam kesalahan standar, regresi OLS diperkirakan menggunakan Stata.

5. Empirical Results

5.1. Randomness of Lottery Winnings

Studi ini melihat kemenangan kebetulan dalam lotre dengan fokus pada pengeluaran lotre. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara responden yang membeli tiket lotre dan mereka yang tidak. Hubungan berbentuk U terbalik antara usia dan biaya tiket lotre dan pria cenderung menghabiskan lebih banyak daripada wanita. Karena mereka memiliki pendapatan tertinggi dan mampu membelanjakan lebih banyak, orang-orang usia menengah cenderung menghabiskan sebagian besar uang mereka di lotre. Karakteristik responden sangat terkait dengan pengeluaran lotre, tetapi tidak dengan kemenangan. Setelah memeriksa pengeluaran lotre, tidak ada variabel penjelasan statistik yang signifikan pada tingkat 10% yang menunjukkan kemenangan lotre secara kebetulan. Hasil menunjukkan bahwa pemenang lotre menghabiskan lebih banyak untuk tiket lotre daripada orang lain.

5.2. Effect of lottery winnings on friends

Studi ini melihat dampak pendapatan pada kualitas teman dan menemukan bahwa menang dalam lotre meningkatkan kemungkinan memiliki setidaknya satu teman atau mengurangi kemungkinan tidak memiliki teman sama sekali. Berdasarkan model, kemungkinan memiliki setidaknya satu teman meningkat sebesar 0,019 poin persentase dan 0,049 poin persentase jika kemenangan lotre meningkat sebesar 1%. Kemenangan lotre juga membuat Anda memiliki lebih banyak teman baru, tetapi tidak teman kolega. Teman jangka panjang, yang telah dikenal selama setidaknya tiga tahun, dapat ditingkatkan melalui lebih banyak interaksi dan sosialisasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan variabel dummy untuk menunjukkan berbagai tingkat kemenangan lotre. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah teman tidak terpengaruh secara signifikan ketika kemenangannya kecil atau bernilai di bawah 8 juta VND. Pendidikan tinggi, penduduk kota dan Kinh, serta usia adalah beberapa faktor yang memengaruhi jumlah teman.

5.3. Robustness Analysis

Menggunakan berbagai model dan bentuk fungsional, penelitian ini menyelidiki dampak kemenangan lotre pada teman. Penulis menggunakan model linear OLS, regresi probit atau logit untuk variabel biner, dan model jumlah teman Poisson. Hasil menunjukkan bahwa jumlah kemenangan lotre secara rata-rata tidak cukup besar untuk memengaruhi jumlah akumulasi teman. Namun, berdasarkan regresi linear lokal semiparametrik, dampaknya pada jumlah teman bersifat positif dan signifikan pada tingkat 5% jika sampel terbatas pada pemenang lotre. Selain itu, penelitian ini menyelidiki kemungkinan kemenangan dalam lotre, yang memiliki dampak signifikan pada kemungkinan mendapatkan teman secara kebetulan.

5.4. Mechanism

Studi ini melihat bagaimana shock pendapatan positif memengaruhi jumlah teman dan cara menghabiskan uang. Persahabatan membutuhkan perilaku dan memiliki lebih banyak teman dapat menghasilkan waktu luang yang lebih baik. Menurut VHRS 2015, kemenangan dalam lotre meningkatkan pengeluaran untuk aktivitas dengan teman seperti makan, mencari pemandangan indah, dan berwisata. Elastisitas pendapatan dari kemenangan lotre adalah 0,101, yang menunjukkan bahwa uang tambahan yang dihasilkan dari kemenangan lotre dihabiskan untuk kegiatan yang dapat membuat lebih banyak teman dan mempertahankan hubungan jangka panjang dengan mereka. Hal ini karena jumlah pemenang di lotre tidak cukup besar untuk memberikan hadiah tunai, tidak ada dampak yang signifikan pada jam kerja atau hadiah kepada orang lain.

5.5. Heterogeneous

Studi ini berfokus pada variabel demografis seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, etnis, dan daerah perkotaan, sertamelihat dampak lotre yang berbeda pada teman. Selain itu, penelitian ini memeriksa hubungan antara gaji jam dan kemenangan dalam lotre, yang menghitung pengembalian kerja. Hasilnya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dan tidak menunjukkan dampak yang berbeda dari kemenangan lotre pada teman. Menurut penelitian ini, elastisitas pendapatan persahabatan bergantung pada parameter utilitas yang fleksibel dan jumlah waktu yang dihabiskan bersama teman-teman.

6. Conclusion

Dengan menggunakan hadiah lotre sebagai shock penghasilan positif acak, penelitian ini menyelidiki bagaimana shock pendapatan berdampak pada persahabatan di Vietnam. Hasilnya menunjukkan bahwa menang dalam lotre membuat orang lebih banyak teman, terutama teman yang lebih lama dan non-kolega. Kemenangan lotre juga membuat orang lebih banyak menghabiskan uang untuk kegiatan yang terkait dengan teman. Ini menunjukkan bahwa sumber daya ekonomi dapat meningkatkan koneksi sosial, yang dapat mengarah pada sumber daya ekonomi yang lebih besar, terutama di Vietnam, di mana korupsi tinggi dan sistem institusi lemah. Selain itu, studi ini menunjukkan bahwa orang miskin dapat memperoleh manfaat dari koneksi sosial dan pendapatan dari kebijakan yang mengurangi ketidaksetaraan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa orang dengan pendapatan lebih tinggi cenderung memiliki lebih banyak teman dan koneksi sosial, yang pada gilirannya dapat memberikan manfaat lebih besar bagi mereka.

 

Reviewed from :  

Nguyen, C.V. (2021). Can money buy friends? Evidence from a natural experiment. European Economic Review, 136, 103747.

https://doi.org/10.1016/j.euroecorev.2021.103747

Editor: Rayhan Xavier, Maura Gita, dan Amira Nisa

Ilustrasi oleh: Gregory Ibrahim

Related Posts

Tipsy to Healthy: Rekalibrasi Konsumsi dan Rasionalitas Gen Z dalam Redefinisi Identitas Sosial
Mild Report

Tipsy to Healthy: Rekalibrasi Konsumsi dan Rasionalitas Gen Z dalam Redefinisi Identitas Sosial

Tidak Melulu Soal Uang: Realita Kemiskinan yang Pancamuka
Kajian

Tidak Melulu Soal Uang: Realita Kemiskinan yang Pancamuka

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© Badan Otonom Economica

No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide