Meringkuk dalam dingin rembulan
Jatuh di antara deras hujan
Berdiam diri di kala hangat mentari menerpa
Berpesan pada bintang untuk memberi kabar, namun bintang tak mendengar
Suaranya belum jua diterima semesta
Namun tak henti pula ia mengulang
Tangisnya runtuh ruai
Melihat diri seperti kotoran
Tak kunjung bersih dan meninggalkan jejak
Peliknya tak dapat diterjemahkan
Sebab rasanya belum terdefinisikan
Ia meminta cahaya
Lagi dan lagi
Hari ke hari
Tak ada hentinya hingga ia menemui keabadian nyata
Pojok Sastra adalah kolom terbuka untuk tulisan jenis puisi, resensi, cerita pendek, dan opini. Dikurasi langsung oleh redaksi Economica.id.


Discussion about this post