Sebelum isya tadi, teman satu kos saya pergi bertolak menuju stasiun Gambir. Bersamanya, teman saya yang lain mengantarkan pemuda berpostur semampai itu menuju stasiun Universitas Indonesia. Apa yang membuatnya pulang bukan karena rindu keluarga yang memang akhir – akhir ini sering hinggap di hati kami, pemuda – pemuda rantau. Bukan pula karena ingin menyantap masakan ibu yang bersamanya ada cinta yang meluruh bercampur racikan bumbu – bumbu yang dibuatnya. Hari ini dia pulang ke daerah asalnya –Surabaya– untuk menggunakan kesempatan yang hanya bisa dimanfaatnya lima tahun sekali, hak pilih presiden dan wakil presiden RI. Ceroboh memang karena sebenarnya BEM UI sudah memberikan fasilitas untuk melakukan pemindahan TPS, tapi sepertinya karena kesibukan yang hadir menyelimuti hari akhir – akhir ini, dia khilaf dan ujung – ujungnya tak bisa menyalurkan suaranya di sini. Kecerobohan itu harus dia bayar mahal hingga ratusan ribu rupiah demi suaranya yang cuma sekali bisa digunakan. Ya, hanya satu kali setiap lima tahunnya.
Teman saya ini mungkin satu diantara sekian banyak orang lain di Indonesia yang rela pulang ke daerah asal demi memberikan suara. Mungkin ada juga yang kembali dari studinya di luar negeri dan tak mendapat hak pilih di negara dia menuntut ilmu, akhirnya memilih untuk pulang ke Indonesia. Saya tak bisa memastikan suaranya untuk Bapak berdua atau justru lawan Bapak. Namun yang pasti, mereka semua adalah golongan rakyat Indonesia yang tidak menyia-nyiakan haknya. Betapa tidak, mereka tentu akan sangat berperan dalam pengurangan tingkat golput di Indonesia yang tahun 2009 lalu mencapai 27,7%. Satu per lima dari total mereka yang punya hak pilih dan ini tentu bukan angka yang kecil. Ketika angka ini turun, bisa jadi orang – orang Indonesia sudah punya keoptimisan bahwa ada calon seperti Bapak yang bisa membawa Indonesia ke kondisi yang lebih baik dan benar. Meski tak menutup kemungkinan, bisa juga dia memilih Bapak karena tak ingin calon dari pihak lawan Bapak yang menang. Segala macam motif bisa menjadi alasan, tapi yang pasti Bapak berdua dan pasangan lainnya seperti memiliki daya tarik dengan keunikan masing – masing sehingga bisa menggairahkan mereka yang mungkin malas menggunakan haknya dulu, memutuskan untuk memanfaatkannya sekarang.
Catatan yang Bapak baca ini juga berasal dari daya tarik itu. Catatan singkat yang mungkin tak sempat Bapak baca seutuhnya. Bisa juga catatan yang mungkin sempat Bapak cetak hingga akhirnya berakhir menjadi bungkus kacang. Tapi semangat saya membuat tulisan ini, tak luntur dan larut bersama kecurigaan – kecurigaan yang saya buat tadi. Meski ada yang bilang tulisan tak lagi bisa membawa perubahan, saya termasuk yang belum percaya sepenuhnya pada kalimat itu. Tulisan akan bisa membawa perubahan, jika ada jiwa di dalamnya. Semoga tulisan ini tidak kehilangan jiwa, setidaknya di mata Bapak berdua.
Bapak Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang nantinya terpilih..
Sering saya melihat di stasiun televisi, baik yang terang – terangan mendukung Bapak berdua –sekaligus mencari titik lemah lawan Bapak tentunya– ataupun yang berusaha memberikan pemberitaan yang berimbang, menayangkan cuplikan pidato kampanye Bapak berdua. Tampak bapak menyampaikan visi misi dengan sangat baik dan memesona hingga bisa membius semua kalangan dari mereka yang masih bingung esok akan makan apa sampai mereka yang juga bingung esok bekerja akan menggunakan mobil yang mana. Semua tanpa terkecuali. Bapak begitu meyakinkan dan terus berusaha meyakinkan bahwa Bapaklah yang lebih baik dibandingkan calon lawan Bapak, dan mungkin sebentar lagi saatnya Bapak memetik hasil keringat Bapak berdua dan tim yang Bapak bawa. Saya pribadi, mengucapkan selamat pada Bapak karena setelah perjuangan keras dengan berbagai cara –yang mudah-mudahan baik dan halal— jika pada akhirnya Bapak terpilih. SELAMAT PAK! Bapak telah membuat kami percaya bahwa Bapak adalah orang yang kami cari dan rindu selama ini. Kami sudah menunggu orang yang nantinya tak hanya mampu bercakap dalam kata, tapi cakap dalam bekerja. Kami sudah menanti pemimpin yang bisa mengetahui potensi bangsa Indonesia yang sebenarnya lalu bisa memanfaatkan dengan mendekati sempurna. Kami sudah bermimpi akan hadir orang yang bisa memberantas korupsi hingga titik terendahnya, hingga tak perlu lagi ada rasa khawatir akan ada orang – orang tak bertanggung jawab yang tega membiarkan rakyat miskin makan beras yang banyak kutunya.
Bapak Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang nantinya terpilih..
Sering saya melihat dan mendengar orang – orang yang menjadi tim sukses Bapak baik dari tingkat nasional hingga kaliber RT RW dan obrolan warung kopi terus menunjukkan keunggulan – keunggulan Bapak. Mereka begitu meyakinkan dan terus meyakinkan bahwa Bapak berdua adalah dua sosok yang paling tepat untuk memimpin Indonesia. Segala puji puja, pencapaian, kebaikan budi, mereka sebutkan hingga membuat orang – orang yang enggan memilih, tergerak untuk datang ke bilik – bilik suara esok hari demi memilih nama Bapak. SELAMAT DAN SEMANGAT PAK! Bapak telah membuat kami kembali bisa melihat ada kemungkinan untuk bangsa ini bisa kembali sejahtera. Bapak telah menjadikan kami yakin, bahwa persaingan saat Masyarakat Ekonomi ASEAN dilaksanakan, bukan menjadi hambatan. Bapak telah berhasil membuat kami optimis, bahwa dalam lima tahun ke depan, segala janji – janji untuk pembangunan infrastruktur dan manusia akan benar – benar terlaksana hingga yang namanya ketidakmerataan tak lagi didengungkan lewat media.
Bapak Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang nantinya terpilih..
Melalui catatan ini, saya mendoakan semoga bapak terus bersemangat hingga akhir masa jabatan sesemangat Bapak menampaikan visi, misi, program serta ajakan untuk memilih Bapak. Semoga Bapak bisa memuaskan tim sukses Bapak yang mati – matian membela nama baik Bapak meski kadang persaudaran dan pertemanan menjadi taruhannya. Semoga Bapak selalu ingat bahwa dalam setiap uluran telapak tangan yang berusaha menggapai tangan Bapak saat Bapak kampanye ke kota –kota ada kepercayaan dan ucapan “Inilah orang yang bisa memastikan anaku minum susu pagi ini”. Semoga dan semoga Bapak selalu terbayang, ada wajah Bapak berdua di setiap kelas – kelas di mana anak – anak Indonesia yang tak bersepatu dan menempuh berkilometer menuju sekolah untuk terus percaya akan ada yang membelikan mereka sepatu dan memperbaiki jembatan yang sehari – hari mereka lewati.
Bapak Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang nantinya terpilih..
Sebagai pemuda yang statusnya mahasiswa serta masih minim pengalaman, tak banyak yang bisa saya lakukan. Tulisan ini bisa jadi hanya sekedar lewat saja karena memang penulisnya bukan orang yang paham betul kondisi perpolitikan negara. Namun jangan salahkan kami jika Bapak berdua baik, maka hanya sekedar dianggap citra. Tetapi jika Bapak berdua buruk, langsung dianggap tak becus memimpin negara. Sikap skeptis kami pada orang – orang yang berada di dunia atas adalah hasil dari akumulasi kemuakan kami pada janji – janji dan retorika. Minimnya orang-orang yang benar –benar berintegritas dan menunjukkan kelayakannya seakan menjadi bukti otentik bahwa tidak ada pilihan selain pesimis atas negeri ini. Buktikan bahwa memang Bapak berdua layak menang, lewat apa yang Bapak berdua kerjakan. Buktikan jika memang Bapak berdualah yang pantas untuk suatu saat kami ceritakan pada anak cucu kami bahwa tahun 2014 – 2019 adalah titik balik kebangkitan bangsa Indonesia dimana memang pemimpinnya saat itu adalah mereka yang memenangkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014, yaitu Bapak berdua.
Dengan penuh rasa hormat dan cinta pada Bangsa Indonesia,
Fahmy Fil Ardhy Nurwantara
Ketua Umum Badan Otonom Economica FE UI 2014

