Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

Tindak Lanjut Terduga Pelaku Pelecehan Seksual oleh BEM dan BPM FEB UI

by Batrisyia Izzati Ardhie
3 Agustus 2020
in Hard News, Headline, Kampus

FEB UI digemparkan dengan kemunculan utas Twitter berisikan cerita korban tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh Egit Tri Suseno, mahasiswa FEB UI angkatan 2018, pada Sabtu, 1 Agustus 2020. Utas ini mengungkapkan, dari sisi korban, bahwa Egit melakukan pelecehan seksual dengan modus mengajak nonton di bioskop. Korban yang telah berinteraksi dengan pelaku sebelumnya, mendapatkan perlakuan pelecehan saat duduk berdampingan di kursi bioskop. @spillout_ , pembuat utas turut melampirkan tangkapan layar (screenshot) berisi pengakuan beberapa korban yang mengalami pelecehan.

Pembatasan Ruang Gerak dan Fokus Persidangan Tingkat Dekanat

BEM FEB UI, selaku organisasi yang menaungi Egit sebagai kepala departemen olahraga, mengeluarkan rilis pers untuk menanggapi isu yang beredar. 

Sumber: BEM FEB UI

 

“Pembatasan ruang gerak untuk aktif serta di aktivitas Departemen Olahraga dan BEM agar dapat fokus menjalani masa persidangan pada tingkat Dekanat,” jelas Ketua BEM FEB UI Akbar Muhammad. “Kalau memang terbukti melakukan kekerasan seksual, akan ada mekanisme pengeluaran (dari) saudara (terduga) pelaku setelah mempertimbangkan keseluruhan faktor yang terjadi dan keluarnya keputusan Dekanat,” lanjut Akbar. BEM FEB UI masih menunggu keputusan dari Dekanat untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Untuk saat ini, BEM FEB UI sedang menempuh jalur Dekanat melalui tim ad hoc untuk membuktikan salah/benarnya (terduga) pelaku dengan tetap menerapkan asas praduga tak bersalah,” jelas Akbar. Sejauh ini, proses yang berlangsung telah mencapai tahap persiapan tim ad hoc untuk melakukan hearing bersama dengan pemangku kepentingan terkait.

Akbar juga menyatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan terjadinya kasus pelecehan seksual yang terjadi diantara civitas FEB UI. Kendati demikian, dirinya sangat mengapresiasi korban yang telah berani mengungkapkan pelecehan yang dialami. “Terkait dengan thread tersebut, gue cukup mengapresiasi terkait dengan keberanian dari saudara korban untuk melakukan speak up,” tegasnya. Akbar mengatakan bahwa akan mendukung penuh upaya penegakkan dan penyelesaian kasus kekerasan seksual di kampus.

Persiapan Grey Court dan Rapat Dengar Pendapat 

Menanggapi rilis pers yang dikeluarkan BEM FEB UI, BPM FEB UI akan melakukan rapat dengar pendapat dengan BEM FEB UI terkait dengan rilis pers yang sudah dikeluarkan, baru kemudian mengeluarkan pendapat BPM FEB UI atas reaksi BEM FEB UI dalam menyikapi permasalahan tersebut. 

Dalam menanggapi terduga pelaku, Ketua BPM FEB UI Yosia Setiadi mengatakan tengah mempersiapkan Grey Court untuk mengadili sengketa ini. “Apabila korban dan/atau anggota IKM FEB UI yang mewakili melaporkan gugatan mereka, BPM FEB UI dapat langsung memprosesnya sesuai dengan hukum yang ada di IKM FEB UI,” ungkap Yosia. BPM FEB UI, melalui Yosia, turut menambahkan bahwa pengadilan mengenai kasus ini bisa dilaksanakan jika ada korban dan/atau IKM FEB UI yang mewakili memberikan gugatan.

”Jikalau (terduga) pelaku terbukti bersalah atas tuduhan kekerasan seksual, kasus ini belum dapat dimasukan ke dalam sengketa,” jelas Yosia. Hal ini dikarenakan tidak ada undang-undang di IKM FEB UI yang mengatur tentang kekerasan seksual. Namun, menurut Yosia sendiri, terduga pelaku tetap dapat dituntut dengan gugatan pelanggaran salah satu kewajiban anggota IKM FEB UI, yaitu menjaga nama baik IKM FEB UI.

“BPM FEB UI turut menyayangkan peristiwa tersebut, mengingat (terduga) pelaku merupakan salah satu pengurus aktif BEM FEB UI periode 2020 yang bertugas melayani IKM FEB UI,” tutup Yosia. 

 

 

Editor: Haikal Qinthara, Nismara Paramayoga, Fadhil Ramadhan

Related Posts

Egit Menjawab: Wawancara Eksklusif Egit Tri Suseno
Hard News

Egit Menjawab: Wawancara Eksklusif Egit Tri Suseno

Menanggapi Kasus Pelecehan Seksual di Kampus, Dekanat FEB UI: “Pihak Kampus Tidak Tinggal Diam”
Hard News

Menanggapi Kasus Pelecehan Seksual di Kampus, Dekanat FEB UI: “Pihak Kampus Tidak Tinggal Diam”

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide