Peristiwa serupa segan berulang dalam dua masa
Sebab waktu, jarak, dan ruang yang menghampar
kan berujung memberi rasa berbeda
Tak kasat mata meski jelas ia ada disana
Yang terlanjur terjadi biarkan ia terjadi
Relakan ia tetap pada posisi – di belakang
Mungkin masih tersimpan di sudut-sudut hati
Hanya diri sendiri yang tahu pasti
Semua toh tidak akan kembali seperti sedia kala
Sudah jadi bubur, mustahil menukar kembali bentuknya
Tapi tak mengapa
Dengan tambahan kecap, bubur masih bisa sedap terasa
Maka layaknya air yang perlahan mengeruh
dan kotor jika terlalu lama diam tertahan
Begitu pula hidup purlu mengalir agar tetap jernih
Meskipun ia berjalan perlahan
Karena tak pernah sekalipun dalam sejarah
Hidup berhenti bahkan ketika kamu berdarah
Hidup hanya menjalankan kewajibannya
Untuk terus mengalir agar tetap jernih
————————————
Jadi, kapan kamu melanjutkan hidup?
Penulis: Annisa Maghfira

