Latar Belakang
Globalisasi dan media sosial telah menyebabkan informasi menjadi lebih mudah diakses dibandingkan sebelumnya. Perubahan harus disiapkan dalam berbagai aspek seperti teknologi, demografi, sosial, lingkungan, ekonomi, dan politik, termasuk dalam struktur pendidikan di universitas. Pendidikan tinggi memiliki peran krusial dalam membentuk masa depan individu dan masyarakat. Reputasi sebuah universitas atau fakultas sering kali menjadi faktor utama bagi calon mahasiswa dalam menentukan pilihan tempat studi mereka. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), sebagai salah satu fakultas terkemuka di Indonesia, memiliki reputasi akademik yang baik di kancah nasional maupun internasional. Dikutip dari laman resmi QS World University Ranking, saat ini FEB UI menduduki urutan pertama sebagai Sekolah Bisnis Terbaik terbaik di Indonesia. Selain itu, FEB UI berhasil mendapatkan predikat double crown accreditation, istilah bergengsi untuk sekolah bisnis yang telah meraih dua akreditasi internasional, yaitu AACSB dan AMBA 1https://feb.ui.ac.id/2024/04/18/feb-ui-raih-posisi-puncak-sebagai-sekolah-bisnis-terbaik-di-indonesia/. Reputasi ini menjadi daya tarik utama bagi para calon mahasiswa dan mahasiswi untuk memilih FEB UI sebagai tempat untuk melanjutkan studi mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, mahasiswa dan mahasiswi yang telah diterima mungkin menemukan bahwa realitas tidak selalu sejalan dengan ekspektasi awal mereka.
Tim Cerita Data berhasil mengumpulkan total 102 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia angkatan 2020–2023 sebagai responden dengan menggunakan survei dalam bentuk kuesioner online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan antara ekspektasi dan realita mahasiswa FEB UI terhadap reputasi FEB UI. Untuk metodologi perhitungan, kami akan menggunakan metode regresi dan Sign Test untuk mengukur perbandingan antara ekspektasi dengan realitas mahasiswa FEB UI dan menjelaskan bagaimana pengaruhnya terhadap reputasi FEB UI.


Landasan Teori
Reputasi universitas merupakan salah satu aspek penting yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa dalam memilih institusi pendidikan. Reputasi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kurikulum, staf tenaga pengajar, serta fasilitas. Fadhilah & Yuzainee (2019) 2https://www.semanticscholar.org/paper/Regression-Model-for-the-Perception-of-Graduates-on-Fadhilah-Yuzainee/a5686aa40ea955d7449b4fcff5653015f627e1ff melihat hubungan antara komponen-komponen terkait dengan pengalaman lulusan Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) selama menempuh pendidikan di sana. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa kurikulum, staf tenaga pengajar, serta fasilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi lulusan mengenai reputasi UNITEN.
Kurikulum yang relevan dan seimbang antara komponen teoritis dan praktis dianggap penting untuk mempersiapkan lulusan dalam menghadapi dunia kerja. Kurikulum yang dirancang dengan baik dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan yang aplikatif sehingga mereka mampu bersaing dalam pasar tenaga kerja.
Staf tenaga pengajar yang kompeten dan inovatif dalam metode pengajaran juga merupakan faktor penting. Pengajar yang memiliki keahlian dan pengalaman yang memadai serta kemampuan untuk menyampaikan materi secara menarik dan efektif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kepuasan mahasiswa.
Selain itu, fasilitas kampus, seperti perpustakaan, laboratorium, dan area rekreasi juga sangat berpengaruh. Fasilitas yang memadai dan modern dapat mendukung proses belajar mengajar serta memberikan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang. Mahasiswa yang merasa nyaman dan memiliki akses ke sumber daya yang diperlukan akan memiliki persepsi yang lebih baik terhadap institusi pendidikan mereka.
Hasil Regresi
Analisis regresi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kualitas staf pengajar, fasilitas, dan kurikulum dengan persepsi mahasiswa atas reputasi FEB UI. Pada analisis varians uji F sebagai ditunjukkan pada Tabel 1. menunjukkan nilai F model regresi adalah 24.6682 dengan P-Value kurang dari 0,05, maka disimpulkan bahwa model regresi tersebut valid (nilai signifikansi 5%). Selanjutnya, Tabel 2. menunjukkan hasil dari model regresi akhir. Tujuan dari dilakukannya analisis regresi, karena analisis regresi merupakan metode yang dapat diaplikasikan di berbagai model data, dengan cara memasukkan atau menghapus beberapa variabel prediktor sebagai akibat dari kontribusi variabel tersebut dengan variabel lain.
Tabel 1. Analisis Varians
Tabel 2. Koefisien Regresi Persepsi Mahasiswa terhadap Reputasi FEB UI
Fasilitas
Fasilitas menjadi prediktor paling kuat pertama untuk persepsi mahasiswa terhadap reputasi FEB UI karena koefisiennya adalah yang tertinggi (0.3294) dengan nilai p-value 0,0015. Di antara komponen-komponennya yang berkontribusi secara signifikan (p-value < 0.05) adalah dampak dari komponen fasilitas yang berkontribusi penting, yaitu ruang kuliah, fasilitas perpustakaan, dan layanan yang ditawarkan di kampus secara keseluruhan. FEB UI mampu menciptakan lingkungan belajar yang baik bagi mahasiswa melalui lingkungan digital holistik serta komunitas intelektual yang dinamis sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
Kurikulum
Variabel kurikulum menjadi prediktor paling kuat kedua dalam menentukan persepsi mahasiswa terhadap reputasi FEB UI karena koefisiennya adalah (0.2286) dengan nilai p-value . Komponen yang relevan atau signifikan meliputi kesesuaian program studi, persiapan siswa untuk dunia kerja, mata pelajaran wajib (yang diwajibkan oleh universitas), kesesuaian program studi dengan tren atau permintaan industri, dan berbagai mata pelajaran ekstrakurikuler yang ditawarkan.
Staf Tenaga Pengajar
Staf tenaga pengajar merupakan prediktor paling kuat ketiga dalam persepsi mahasiswa terhadap reputasi FEB, yaitu dengan koefisiennya adalah 0.2006 dengan p-value sebesar 0,0239. Hal ini menunjukkan komponen-komponen staf tenaga pengajar berkontribusi secara signifikan (p-value < 𝛼). Di antara komponen-komponennya yang berpengaruh signifikan adalah keterampilan komunikasi dalam bahasa inggris, keterampilan dalam menyampaikan materi dan kualitas pengajarannya.
Kesesuaian Ekspektasi
Untuk mengetahui kesesuaian ekspektasi dan realitas yang dirasakan oleh mahasiswa FEB UI, kita dapat menggunakan bantuan tools statistik, tetapi perlu diketahui terlebih dahulu mengenai tipe dan distribusi data yang dimiliki. Untuk itu, kita bisa menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk menguji normalitas distribusi dari data. Berikut adalah hasil Uji Shapiro-Wilk dengan tingkat signifikansi 5%.
Tabel 3. Shapiro Wilk untuk Normalitas
Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data yang kita miliki tidak seluruhnya terdistribusi normal. Terdapat beberapa variabel yang secara statistik terbukti tidak berdistribusi normal, antara lain variabel DosenEkspektasi dengan nilai p (Prob>z) 0,00005 yaitu lebih kecil dari 0,05 (tingkat signifikansi), variabel KurikulumEkspektasi dengan nilai p (Prob>z) 0,00034, variabel ReputasiEkspektasi dengan nilai p (Prob>z) 0,0000, serta variabel ReputasiRealita dengan nilai p (Prob>z) 0,00155. Dapat disimpulkan bahwa data ini adalah data yang mix, yaitu terdapat data yang berdistribusi normal dan ada data yang tidak berdistribusi normal.
Berdasarkan Uji Normalitas yang telah dilakukan dan tipe data yang ordinal, uji kesesuaian ekspektasi ini dilakukan menggunakan non parametric measure Sign Test. Dari hasil uji two tailed sign test, didapatkan bahwa seluruh variabel signifikan atau dapat diartikan bahwa antara ekspektasi dan realitas tidak sesuai untuk semua variabel. Untuk mengetahui lebih jelas terkait ketidaksesuaian tersebut, maka akan dilakukan one tailed Sign Test.
Berikut hasil Sign Test masing masing variabel. (DifferenceX = Ekspektasi X – Realitas X)
Tabel 4. Sign Test Result

Nilai p-value untuk uji one-tailed right variabel dosen adalah 0.0111. Nilai p-value yang lebih kecil dibandingkan nilai signifikansinya (0,05) menunjukkan terpenuhinya kondisi untuk menolak hipotesis nol. Maka, didapatkan kesimpulan bahwa pada variabel dosen, kondisi realitasnya lebih buruk dibandingkan ekspektasi yang dimiliki oleh mahasiswa.
Nilai p-value untuk uji one-tailed left variabel fasilitas adalah 0.0000. Nilai p-value yang lebih kecil dibandingkan nilai signifikansinya (0,05) menunjukkan terpenuhinya kondisi untuk menolak hipotesis nol. Maka, didapatkan kesimpulan bahwa pada variabel fasilitas, realisasinya lebih baik dibandingkan ekspektasi yang dimiliki oleh mahasiswa.
Nilai p-value untuk uji one-tailed left variabel kurikulum adalah 0.0005. Nilai p-value yang lebih kecil dibandingkan nilai signifikansinya (0,05) menunjukkan terpenuhinya kondisi untuk menolak hipotesis nol. Maka, didapatkan kesimpulan bahwa pada variabel kurikulum, kondisi realitasnya lebih baik dibandingkan ekspektasi yang dimiliki oleh mahasiswa.
Nilai p-value untuk uji one-tailed left variabel reputasi adalah 0.0000. Nilai p-value yang lebih kecil dibandingkan nilai signifikansinya (0,05) menunjukkan terpenuhinya kondisi untuk menolak hipotesis nol. Maka, didapatkan kesimpulan bahwa pada variabel reputasi, kondisi realitasnya lebih baik dibandingkan ekspektasi yang dimiliki oleh mahasiswa.
Kesimpulan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian ekspektasi dan realitas mengenai persepsi mahasiswa FEB UI terhadap reputasi FEB UI. Berdasarkan perhitungan yang diperoleh, ada beberapa poin yang bisa disampaikan, yaitu: 1) Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai p-value < alpha (0,05) yang artinya terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kesesuaian persepsi dan realitas mahasiswa FEB UI; 2) pada tabel 2 dapat disimpulkan bahwa p-value lebih kecil dari tingkat signifikansi 5%, sehingga secara keseluruhan semua variabel independen (Staf Tenaga Pengajar, Fasilitas, dan Kurikulum) berpengaruh signifikan terhadap reputasi FEB UI; 3) pada tabel 3 dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berdistribusi normal karena ada beberapa variabel yang tidak bisa disebut berdistribusi normal, seperti variabel DosenEkspektasi, variabel KurikulumEkspektasi, variabel ReputasiEkspektasi, dan variabel ReputasiRealita; 4) berdasarkan hasil signtest, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara ekspektasi dengan realitas, tetapi yang menjadi perhatian adalah variabel dosen yaitu ekspektasinya lebih tinggi dibanding realitasnya ( p-value < alpha).
Secara keseluruhan, persepsi mahasiswa FEB UI terhadap reputasi FEB UI sudah menunjukan hasil yang baik dengan kondisi realitas yang lebih baik dibandingkan ekspektasi para mahasiswanya. Walapun begitu, terdapat 1 variabel yang belum menunjukan hasil yang baik yaitu variabel dosen, di mana mahasiswa FEB UI merasa bahwa realitas yang dialami belum sepadan dengan ekspektasi yang telah tertanam. Hal ini perlu dijadikan perhatian bagi FEB UI sehingga kualitas tenaga pengajarnya dapat meningkat sehingga tercapai proses pembelajaran yang juga lebih baik dan dapat memenuhi ekspektasi yang dimiliki mahasiswa.
Editor: Rayhan Xavier dan Nurul Sekararum
Ilustrasi oleh Syifa Carla dan Hamidatul Hawa
Referensi

