Pendahuluan
Dark Triad
Dark Triad terdiri dari sifat-sifat “gelap” yang terpisah, yaitu narsisme, psikopat dan machiavellianisme namun tetap saling berkaitan. Narsisme menggambarkan superioritas, machiavellianisme ditandai dengan manipulasi, serta psikopat berhubungan dengan impulsif, tidak berempati. Gabungan sifat tersebut menciptakan perilaku yang menggambarkan dark triad, seperti salah satunya strategi perkawinan. Manifestasi dari gabungan sifat tersebut pada laki-laki memberikan keuntungan bagi mereka karena menggambarkan ketegasan. Penelitian mengusulkan bahwa dark triad lebih memberikan laki-laki keuntungan melalui adaptasi sosial maskulinitas dan feminitas sehingga memperkuat stereotip gender.
Individu yang mempunyai sifat dark triad memiliki reaksi yang kurang tepat ketika terjebak dalam situasi interpersonal. Sikap yang dingin, tidak memiliki rasa keadilan, serta tidak terlalu mengutuk pihak yang tidak bermoral melekat di kepribadian mereka sehingga tidak ada sifat prososialitas. Dilema moral dan prasangka berbasis ras menghasilkan sikap mengalihkan kesalahan dari pelaku kepada korban ketika ada pelecehan seksual.
Seorang Individu, baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki sifat machiavellianisme dan psikopat tinggi, cenderung lebih kompetitif dalam hal interseksual. Hal ini tercermin ketika perempuan menyebarkan desas-desus tentang perempuan lain. Sifat narsisme juga tercermin ketika perempuan melihat perempuan lain sebagai pesaing sehingga berdampak kepada pandangan mereka terkait feminisme. Sehingga dark triad mengaitkan narsisme pada perempuan serta psikopat pada laki-laki. Dengan sikap “antagonis” yaitu kurangnya sifat prososial dan tidak memiliki rasa empati menunjukkan bahwa dark triad memiliki hubungan dengan sikap anti feminis.
Feminisme
Gerakan feminisme merupakan gerakan bersama dalam memperjuangkan hak perempuan terutama untuk meraih tujuan kesetaraan gender. Terdapat gerakan yang masih menentang gerakan feminisme yaitu seksisme. Walaupun bentuk-bentuk seksisme sudah menurun, seksisme dalam bentuk lain masih ada, seperti seksisme modern yang menghambat tindakan bersama menuju kesetaraan. Bentuk seksisme yang juga merujuk ke arah anti feminis, seperti ketidaksetaraan gender, objektifikasi perempuan dan permusuhan terhadap perempuan. Sifat tumpang tindih tersebut berkorelasi dengan dark triad, memicu penelitian terkait hubungan dark triad dan anti feminis yang sudah dilakukan sebelumnya.
Dark Triad dan Feminisme
Korelasi antara dark triad dan anti feminis dibuktikan melalui remaja laki-laki dan perempuan. Mereka yang memiliki sifat dark triad memiliki pemikiran idealis tradisional, yaitu menempatkan laki laki diatas perempuan dan memiliki opini negatif terhadap jenis kelamin lain. Dark triad memicu sikap anti feminis melalui peran gender. Individu yang memiliki sifat dark triad tinggi, terutama psikopat dan machiavellianisme, secara psikologis bersikap kurang feminin. Sehingga, mereka cenderung memiliki skor feminin yang rendah dan lebih memiliki sikap yang lebih maskulin. Sikap maskulin yang lebih tinggi ini membuat mereka lebih sering terlibat dalam aktivitas maskulin dan menyebabkan kurangnya pandangan mereka (laki laki dan perempuan) terhadap gerakan feminisme. Penelitian sebelumnya menunjukkan seksisme terselubung ditunjukkan ketika laki laki mengidentifikasi dirinya dengan laki laki lainnya. Hal ini konsisten dengan sikap anti feminis yang terjadi ketika perempuan melakukan hal gatekeeping dengan perempuan lain.
Laki-laki dengan sifat maskulin cenderung memiliki stereotip merendahkan feminis. Sehingga, perempuan yang memiliki sikap maskulin lebih tinggi memilih untuk menyesuaikan ideologi mereka agar sesuai dengan kelompok maskulin, ditambah dengan kecenderungan mereka dalam bersikap “antagonis” membuat perempuan dengan sifat tersebut tidak akan mendukung feminisme. Hal ini merupakan bentuk manifestasi dari dark triad. Perempuan membuat gerakan kolektivisme dalam bentuk feminisme untuk mendukung kesetaraan gender, tetapi perempuan dengan sikap dark triad yang tinggi membuat mereka bersikap eksklusif, tidak melibatkan diri dengan perempuan lain sehingga tidak mungkin bergabung dalam gerakan aktivisme tersebut. Sedangkan sifat dark triad pada laki-laki dikombinasikan dengan eksploitasi perempuan juga menunjukkan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam gerakan feminisme. Kedua bukti tersebut menunjukkan bahwa dark triad membuat individunya bersikap anti feminis. Argumen ini juga diperkuat melalui sifat-sifat perempuan dan laki-laki yang memiliki korelasi positif dengan sikap anti feminis.
Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 343 responden berusia 18-54 tahun dengan komposisi 56.90% perempuan. Pengukuran dilakukan dengan tiga cara, yang pertama mengukur dark triad dengan 27 skala item. Responden diberi pertanyaan mengenai persetujuan mereka (1 = Disagree strongly; 5 = Agree strongly) dengan pernyataan “saya akan berbicara apapun untuk mendapatkan apa yang aku mau” (psikopat), “orang melihatku sebagai pemimpin yang natural” (narsisme) dan “saya suka menggunakan manipulasi cerdik untuk mendapatkan apa yang saya inginkan” (machiavellianisme). Temuan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan indeks bagi pskiopat, narsisme dan machiavellianisme.
Pengukuran kedua dilakukan untuk mengukur sikap terhadap feminisme dengan 20 skala item. Pernyataan seperti “perempuan memiliki hak untuk melengkapi laki-laki dalam setiap bidang kegiatan” pada skala 1= Sangat tidak setuju; 5 = Sangat setuju. Nilai rendah menunjukkan sikap liberal dan feminis, sedangkan nilai tinggi menunjukkan sikap konservatif dan anti feminis. Item ini ditujukan untuk indeks feminisme. Data-data tersebut dianalisis melalui program perangkat lunak yaitu SPSSvs26.
Hasil

Tabel 1. Statistik Deskriptif
Tabel 1 menunjukkan bahwa laki-laki memiliki skor yang lebih tinggi dalam hal machiavellianisme, narsisme dan psikopat dibandingkan wanita. Jenis kelamin bukan perbedaan dalam menyikapi hal feminis. Sifat dark triad menunjukkan korelasi yang moderat dan ketiga sifat dark triad memiliki sikap feminis yang lebih rendah.

Tabel 2. Korelasi antar variabel
Tabel 2 merupakan transformasi fisher’s r-to-z menunjukkan signifikansi lebih besar pada laki-laki dibandingkan perempuan. Machiavellianisme dan narsisme (z = 1.70, p <.05), machiavellianisme dan psikopat (z =2.81, p <.05), narsisme dan psikopat (z =1.70, p <.05), machiavellianisme dan feminisme (z =2.55, p <.05), narsisme dan feminisme (z =1.67, p <.05), serta psikopat dan feminisme (z = 2.56, p <.05).

Tabel 3. Hasil estimasi regresi
Selanjutnya, multiple regression analysis juga dilakukan untuk menentukan apakah dark triad memprediksi sikap feminisme. Kombinasi linear dari sifat tersebut menunjukkan 17% dari sikap terhadap feminisme (F(3.339) = 24.67, p <.01). Ketiga sifat tersebut signifikan terhadap sikap feminisme, sehingga menghasilkan indikasi bahwa nilai yang lebih tinggi di setiap sifat tersebut memiliki sikap yang lebih konservatif dan anti feminis.
Semua sifat dark triad memiliki korelasi negatif yang siginifikan dengan feminisme dan secara siginifikan memprediksi feminisme. Selain itu, laki-laki memiliki skor dark triad lebih tinggi, sesuai dengan literatur sebelumnya. Efek yang lebih kuat ada pada laki-laki namun skor feminisme tidak membedakan jenis kelamin. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki skor dark triad yang tinggi menyikapi gerakan feminis tergantung dengan situasinya. Mereka juga maskulin secara stereotip dan kurang feminin di segala aspek. Mencapai kesetaraan gender bukan bagian dari cita-cita mereka karena mereka lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan dengan solidaritas antar perempuan. Mereka hanya menggunakan sifat feminis mereka untuk mendapatkan pasangan. Individu yang memiliki sifat dark triad lebih individualis dan tidak memiliki visi untuk mencapai tujuan bersama.
Kesimpulan
Sifat-sifat dark triad membuat individu menyikapi gerakan feminisme dengan negatif. Tingkatan sifat dark triad pun berbeda antara laki-laki dan perempuan. Namun tidak ada perbedaan gender ketika menyikapi gerakan feminisme. Sehingga baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki ketiga sifat dark triad cenderung tidak peduli dengan gerakan feminisme dan lebih memilih untuk memikirkan diri sendiri, mengingat sikap anti feminis (seksisme) yang terselubung dan dampaknya terhadap masyarakat, tindakan preventif untuk menghindari pandangan sosial seksisme dapat dilakukan atau dengan memberikan ruang bagi mereka yang memiliki sifat dark triad untuk memahami gerakan feminisme yang mengedepankan kesetaraan.
Reviewed From:
Oleh: Alena Noura
Editor: Tim Kilas Riset
Ilustrator: Tazkiya Mahfudhah


Discussion about this post