Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Kampus

ISRS 2015 Grand National Seminar dan Peluncuran Jurnal

by Hilda Kurniawati
11 Oktober 2015
in Kampus

Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Eka Prasetya Universitas Indonesia baru saja menyelenggarakan acara terbesarnya, yakni Indonesia Student Research and Summit (ISRS) 2015 Grand National Seminar pada tanggal 8 Oktober 2015. Acara ini bertempat di Auditorium Soeria Atmadja Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan diawali dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya oleh seluruh peserta seminar. ISRS 2015 Grand National Seminar kali ini memiliki tema “The Blue Domino Effect: Enhancing Our Competitiveness towards Global Market”, membahas mengenai The Blue Economy Domino Effect.

Grand National Seminar

Seminar diawali dengan pemaparan oleh Achmad Poernomo, staf ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebagai pembukaan, Achmad memberikan penjelasan secara umum mengenai Blue Economy. Blue Economy merupakan sebuah sistem pengelolaan kelautan dan perikanan dengan cara yang efisien dan tidak merusak alam serta dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Melalui sistem ini, Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar dunia dengan potensi sumber daya alamnya yang sangat kuat, yaitu potensi lahan budi daya tambak seluas 1,2 juta hektar, budi daya laut seluas 8,4 juta hektar, dan budi daya tawar seluas 2,2 juta hektar. Oleh karena itu, visi utama dari Blue Economy ini ialah untuk mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional.

Melalui penjelasan singkatnya, Achmad Poernomo memaparkan bahwa satu dari empat rakyat miskin di Indonesia bertempat tinggal di pesisir pantai. Hal ini yang menyebabkan prinsip Blue Economy cukup tepat untuk diterapkan di Indonesia. Selain itu, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dan sebagai poros maritim dunia dalam konteks perdagangan global juga merupakan potensi emas bagi Indonesia untuk mengembangkan pengelolaan kelautan dan perikanannya melalui prinsip Blue Economy.

Pada dasarnya, Blue Economy memiliki beberapa tujuan utama, yaitu peningkatan efisiensi sumber daya alam, peningkatan nilai tambah dan diversifikasi produk dengan prinsip: efisiensi SDA tanpa limbah, peningkatan pendapatan masyarakat, dan perluasan lapangan kerja. Selain itu, Blue Economy juga memiliki tiga pendekatan, yakni integrasi sistem produksi lintas core business, konektivitas bisnis, dan infrastruktur terintergrasi.

Demi menuju pengelolaan kelautan dan perikanan yang berdaulat untuk keberlanjutan dan kesejahteraan, Indonesia diharapkan mampu menciptakan produk perikanan prima yang berkualitas, tertelusur, berdaya saing, bernilai tambah dan aman konsumsi bagi masyarakat dan dapat bersaing di pasar global.

Peluncuran Jurnal

Di tengah seminar yang diadakan, KSM Eka Prasetya juga menyisipkan peluncuran jurnal yang baru mereka hasilkan dengan topik yang sama. Jurnal ini terdiri dari enam penelitian yang semuanya diselenggarakan oleh anggota aktif dari KSM Eka Prasetya. Penelitian diadakan di tempat yang sama, yaitu Desa Sarang Tiung di Kabupaten Kalimantan Selatan. Peserta penelitian dibagi ke dalam enam kelompok dan masing-masing meneliti mengenai topik masing-masing pada tanggal 18-29 Agustus 2015. Tema besar dari penelitian mereka adalah Ekonomi Kelautan – “The Maritime’s Domino Effect: Enhancing Our Competitiveness towards Global Markets”.

 

 

Penulis: Hilda Kurniawati dan Gorys Siborutorop

Related Posts

Menavigasi Fragmentasi Global: IEO National Seminar Sajikan Outlook Perekonomian Indonesia
Hard News

Menavigasi Fragmentasi Global: IEO National Seminar Sajikan Outlook Perekonomian Indonesia

Indonesia Economic Outlook 2025: Meraih Angan Mencapai Kesejahteraan Rezim Prabowo
Hard News

Indonesia Economic Outlook 2025: Meraih Angan Mencapai Kesejahteraan Rezim Prabowo

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide