Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

[HARD NEWS] OPK FEB UI 2026: Membentuk Karakter, Merajut Solidaritas

by Muhammad Najwan Azhim Muntazhar & Adeline Lei
3 September 2026
in Hard News

Orientasi Pengenalan Kampus (OPK) FEB UI 2026 menjadi salah satu rangkaian awal yang memperkenalkan mahasiswa baru dengan lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Mengusung semangat “Kenali Diri, Mengasah Potensi”, OPK dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih jauh lingkungan FEB UI, membangun relasi dengan sesama mahasiswa, serta mempersiapkan diri dalam menjalani kehidupan perkuliahan. 

Rangkaian Acara OPK FEB UI 2026

Rangkaian pembuka OPK FEB UI 2026 diawali dengan Grand Mentoring pada 31 Juli 2026, yang menjadi bagian dari proses pendampingan mahasiswa baru sebelum memasuki rangkaian utama OPK. Rangkaian utama kemudian berlangsung pada 13 – 14 Agustus 2026 yang diisi oleh kegiatan Sharing Session dan Pembentukan Karakter dan Seminar Utama digelar dengan tema “Know Yourself, Create Your Impact” yang bertujuan mengajak mahasiswa untuk mengenali diri, memahami potensi yang dimiliki, serta mengembangkan keberanian untuk bertumbuh melalui berbagai pengalaman selama masa perkuliahan.

Selain pengembangan diri, OPK FEB UI 2026 turut membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai isu sosial, politik, dan ekonomi melalui Seminar Sosial Politik daan Ekonomi untuk Mahasiswa (SPEM) yang mengangkat tema “Generasi Produktif di Persimpangan: Bonus Demografi, Dunia Kerja, dan Masa Depan Indonesia”. SPEM menghadirkan Dr. I Dewa Gede Karma Wisana, Direktur Lembaga Demografi FEB UI, serta Dr. Ibrahim Kholilul Rohman, Senior Research Associate Indonesia Financial Group, sebagai pembicara. SPEM bertujuan membekali mahasiswa baru agar lebih kritis dan adaptif dalam menghadapi dunia kerja sekaligus mempersiapkan mereka untuk berkontribusi bagi masa depan Indonesia. 

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut melalui Meet The Organization & Meet The Event (MTO & MTE) pada (26/08). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat dengan berbagai organisasi serta kepanitiaan yang ada di lingkungan FEB UI. Rangkaian OPK FEB UI 2026 ditutup pada (28/08) di kolam makara dengan kegiatan chanting bersama Grey Army dan menyaksikan pertunjukan musik dari JGTC. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan pembacaan surat dari mentee kepada mentor, yang menjadi momen bagi mentee untuk menyampaikan pesan dan apresiasi atas pendampingan yang telah terjalin sepanjang rangkaian OPK.

Peran Mentor Jadi Kunci Kenyamanan Peserta  

Peran mentor dalam membimbing dan membagikan pengalamannya kepada mahasiswa baru menjadi salah satu faktor utama yang membuat mahasiswa baru merasa nyaman selama rangkaian OPK berlangsung seperti yang disampaikan Raisya Sabrina, mahasiswa baru Program Studi Bisnis Islam. “Aku senang banget karena mentor-nya asik. Aku awalnya takut kalau misalnya jadi canggung gitu sama mentor atau sama teman-temannya. Tapi ternyata pas udah bonding, banyak banget kelakuannya, terus asik gitu,” ujar Raisya. 

Kesan senadapun disampaikan oleh Marvel, mahasiswa baru dari Program Studi Ilmu Ekonomi. Ia merasa sangat senang dengan mentor dan kelompok OPK-nya. “Jujur seru banget sih yang pasti, karena dari awal tuh emang kayak nggak sabar untuk ketemu teman baru, sebenarnya awalnya tuh aku agak khawatir gitu kan, kayaknya aku bisa fit ga ya di kelompok OPK aku, ternyata dari mentor sendiri dan juga dari temen-temen kelompok aku sendiri have fun banget,” ujar Marvel.

Malam yang Tak Terlupakan di Kolam Makara

Closing OPK FEB UI 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi para mahasiswa baru, mulai dari  perkenalan dengan sosok dibalik kegiatan OPK FEB UI 2026, berbagi momen bersama para mentor pada sesi pembacaan surat untuk mentor, hingga chanting bersama Grey Army FEB UI. Kemudian, rangkaian OPK FEB UI 2026 diakhiri dengan berbagai performance yang disiapkan oleh salah satu festival musik jazz kampus terbesar yaitu Jazz Goes to Campus (JGTC), menjadi hal yang tidak terlupakan bagi para mahasiswa baru. “Mungkin yang paling berkesan di closing OPK ini hari ini, soalnya kita memang dari awal dikumpulin di Pertamina Hall, terus tiba-tiba kita mobilisasi ke Komak buat chanting-chanting itu. Jujur tiba-tiba udah ada banner, bendera-bendera, dan chanting bareng-bareng satu angkatan, itu bener-bener seru banget,” kenang Marvel. 

Raisya menambahkan sesi chanting dan closing turut menjadi momen yang membekas baginya, terutama saat melihat ramainya partisipasi teman-teman seangkatan. “Ternyata anak FEB tuh kalau nongkrong bisa sampai semalam itu. Terus ini juga seru, closing-nya, karena rame gitu kan, jadi melihat seramai itu teman-teman,” ujarnya. 

Dari Peserta, untuk OPK yang Lebih Baik 

Terkait harapan kedepannya, Raisya berharap OPK FEB UI ke depannya dapat semakin seru dengan mentor yang tetap asik. “Kedepannya makin seru, terus mentor-nya juga makin asik dan kegiatannya aku merasa tugasnya tuh arahnya agak kayak corporate gitu. Tapi ya mungkin memang itu dilatih ya awal-awal masuk FEB biar nggak kaget buat kedepannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Marvel berharap semangat solidaritas angkatan 2026 yang terbangun selama OPK tidak berhenti sebatas formalitas acara. “Menurut aku, harapan aku sih di FEB ini semoga kesolidaritasan dari FEB 2026 ini semakin terjaga ya, nggak cuma sebagai formalitas OPK ini doang,” kata Marvel.

Selain itu, Marvel juga memberi catatan evaluasi bagi penyelenggara terkait penyebaran informasi selama acara berlangsung. “Kalau untuk acara OPK sendiri sih jujur udah bagus banget, udah emang terstruktur, tapi kalau bisa informasinya jadi satu aja karena aku masih rada-rada bingung ngambilnya dari mana. Kadang ada beberapa temen-temen aku yang kurang dapat informasi lebih dulu, yang harusnya bisa dapat duluan ternyata ada slow respons,” jelasnya.

 

Oleh: Najwan Azhim dan Adeline Lei
Editor: Tim Redaksi
Ilustrasi: Diniar Arini

#SebatasKataKataBukanBudayaKami

 

Related Posts

20th UI Guide: Emerging New Level
Umum

20th UI Guide: Emerging New Level

Kasus Kekerasan Seksual FH UI: Ironi Calon Penegak Hukum yang Mencederai Hukum
Hard News

Kasus Kekerasan Seksual FH UI: Ironi Calon Penegak Hukum yang Mencederai Hukum

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© Badan Otonom Economica

No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide