Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FEB UI kembali melaksanakan salah satu program kerjanya, Evaluasi Paruh Tahun (EPT) pada Selasa (11/06) dan Rabu (12/06) secara luring di Student Center FEB UI.
EPT merupakan forum evaluasi rutin yang dilakukan terhadap lembaga eksekutif di FEB UI yang dinaungi oleh BPM FEB UI. Forum evaluasi ini bertujuan agar organisasi tersebut dapat mempertanggungjawabkan hasil kinerja mereka selama separuh tahun dan terus memberikan dampak baik bagi IKM FEB UI. Forum ini dilaksanakan selama dua hari, di mana hari pertama evaluasi dilakukan terhadap lembaga eksekutif tertinggi di lingkup fakultas, BEM FEB UI. Dilanjutkan evaluasi hari kedua terhadap himpunan mahasiswa dari masing-masing jurusan yang ada di FEB UI, yakni Kanopi, MSS, SPA, dan IBEC.
Forum ini dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Fariz Ahmad Rasmona (Fariz) sebagai ketua BPM FEB UI dan Person In Charge (PIC) EPT, Enisa Dwi Prihandini di hari pertama dan Raden Mas Atyanta Prabaswara (Titan) di hari kedua. Sesi dilanjutkan dengan presentasi oleh masing-masing departemen dan biro dari tiap-tiap lembaga eksekutif dan sesi tanya jawab bersama pihak BPM dan publik.
Dalam setiap sesi tanya jawabnya, semua pertanyaan yang disuguhkan oleh pihak BPM FEB UI baik berupa saran maupun kritikan terhadap setiap presentator dari lembaga eksekutif yang bersangkutan, disambut hangat melalui berbagai jawaban yang diberikan.
Esensi dan Urgensi Evaluasi Paruh Tahun
Jika disandingkan dengan evaluasi internal yang dilakukan oleh setiap lembaga eksekutif di FEB UI, kehadiran forum evaluasi oleh komisi pengawasan eksekutif ini memiliki esensi yang berbeda, karena turut serta melibatkan berbagai pihak eksternal, utamanya adalah IKM aktif FEB UI.
Ridho Akmal (Ridho), Ketua Komisi Pengawasan Eksekutif BPM FEB UI juga menjelaskan, “Sebagaimana namanya, evaluasi ini bukan dari internal BPM saja tetapi juga eksternal, di mana dalam evaluasinya kita ngga cuma ngelibatin lembaga eksekutif atau BPM, tetapi kita juga ngelibatin IKM FEB UI melalui riset yang udah kami sebar,” jelas Ridho. Hasil EPT ini kemudian akan diberikan kepada pihak dekanat sebagai bentuk laporan atas progres kinerja dari setiap lembaga eksekutif di bawah naungan BPM FEB UI.
Pihak BPM aktif memberikan saran ataupun kritikan terhadap lembaga eksekutif. “Aku apresiasi banget sama teman-teman BPM karena udah mengundang masing-masing lembaga. Tadi aku udah presentasi dan yang paling aku apresiasi itu tanya jawabnya, input-inputnya, kita juga jadi lebih sadar sebenarnya apa sih yang harus ditingkatkan di tahun depan. Kalau misalnya nggak ada EPT ini, mungkin aku sebenarnya selama ini iya-iya aja gitu sama proker-prokernya, tetapi karena kita harus bikin presentasi, harus evaluasi masing-masing prokernya, jadi lebih sadar kedepannya harus ngapain,” ujar ketua Kanopi FEB UI, Ariel Bhaskara (Ariel).
Perbanyak Audiens dan Tingkatkan Koordinasi
Di balik itu, Ridho kembali menjelaskan bahwa dari tahun ke tahun, salah satu masalah yang belum terselesaikan dan terus menjadi bahan evaluasi ialah kurangnya awareness dari IKM FEB UI.
“Ini sebagai evaluasi kita dari tahun ke tahun. Di tahun ini, kita udah mulai tempel poster-poster di mading, dan kita juga kerja sama untuk nge post-in poster ini dengan kita mention beberapa akun lembaga eksekutif di FEB UI supaya mereka repost,” jelas Ridho.
Hal ini juga disadari oleh ketua IBEC FEB UI 2024, Addysha Syaputri Martin (Addysha), “Buat EPT-nya mungkin agak sepi ya, mungkin juga karena dipisah antara BEM di hari pertama dan hima di hari kedua,” ucapnya.
Selaras dengan itu, Ariel pun turut menyuarakan harapannya, “Pastinya akan jauh lebih seru jika diikuti oleh mahasiswa lainnya juga. Akan jauh lebih pressure, tapi juga akan lebih seru karena tanya jawab dari orang-orang juga akan semakin banyak, kitanya juga jadi lebih well-prepared.” Harapan juga kembali disampaikan oleh ketua IBEC FEB UI, “mungkin lebih terkoordinasir aja sih acaranya.”
Editor: Khansa, Rafa Zulhaq Rizaldi, dan Titania Nikita

