Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Kampus

Dua Calon Rektor UI Menolak Rekomendasi Kebijakan Mahasiswa untuk Tidak Menaikkan Biaya Pendidikan

by Annisa Maghfira
15 November 2014
in Kampus

Kamis (14/11/2014), BK MWA UM, BEM, DPM, dan Lembaga Kemahasiswaan se-UI mengadakan Gelar Aspirasi 2.0 di ruang K.301 FT UI. Acara ini merupakan kelanjutan dari Gelar Aspirasi 1.0 yang diadakan untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada calon rektor UI 2014-2019 tersaring. Acara ini dihadiri oleh ketiga calon rektor UI yaitu Mohammad Nasikin, Muhammad Anis, dan Rinaldy Dalimi serta dimoderatori oleh Rifqi Alfian dari MWA UI UM.

Acara dibuka dengan pemaparan visi dan misi ketiga calon, selanjutnya ketiga calon dipersilakan memilih sebuah angka dari 1-10 yang mewakili pertanyaan yang harus mereka jawab. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari mahasiswa. Muhammad Reza, mahasiswa UI, meminta ketiga calon untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi mahasiswa UI. Muhammad Anis menjawab ketiga masalah tersebut adalah kesejahteraan, sarana dan prasarana, serta fasilitas pembelajaran. Nasikin menjawab ketiganya adalah adaptasi, fasilitas, dan keuangan. Rinaldy menjawab masalahnya adalah komunikasi, proses belajar, dan pembentukan karakter.

Mulyawan, Ketua BEM FE UI, menanyakan tentang pendapat masing-masing calon rektor mengenai isu kenaikan BOP. Rinaldy menyatakan bahwa seharusnya tidak ada kenaikan BOP, ia mengutip pernyataan bahwa tidak ada mahasiswa UI yang tidak bisa kuliah karena masalah biaya. Nasikin menjawab bahwa tidak ada alasan bagi UI menaikkan BOP karena sistem BOP yang sekarang belum efektif dipergunakan. Anis mengatakan bahwa ia akan menerapkan BOP yang mengacu pada peraturan dan rekomendasi menteri.

Acara diakhiri dengan penyerahan Rekomendasi Kebijakan Mahasiswa untuk Rektor UI 2014-2019 yang terdiri dari tujuh poin, yaitu:

  1. UI tidak menaikkan biaya pendidikan
  2. UI menerapkan sistem biaya pendidikan yang transparan dan berkeadilan berdasarkan prinsip efektivitas dan efisiensi
  3. Secara aktif menjamin aksesibilitas untuk calon mahasiswa UI sesuai dengan amanat Statuta
  4. UI melaksanakan tata kelola keuangan tersentralisasi dan berkeadilan
  5. UI yang transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan birokrasi
  6. UI secara aktif meningkatkan produktivitas riset
  7. UI menjamin hak-hak dan kebutuhan mahasiswa dengan asas partisipatif

Tidak semua calon rektor bersedia menandatangani Rekomendasi Kebijakan Mahasiswa yang diajukan. Dari ketiga calon rektor, hanya Muhammad Anis yang menandatangani rekomendasi tersebut. Nasikin tidak bersedia menandatangani karena ia berpendapat bahwa poin pertama rekomendasi, yaitu UI tidak menaikkan biaya pendidikan, tidak mungkin tidak dilakukan selama periode 2014-2019. Namun, jika hanya untuk tahun 2015 hal itu masih dimungkinkan. Rinaldy juga menolak menandatangani rekomendasi tersebut tanpa menyebutkan alasannya.

Penulis: Annisa Maghfira

Related Posts

The Hidden Costs of Automation: Industrial Robotics and Structural Transformation in Developing Countries
Kilas Riset

The Hidden Costs of Automation: Industrial Robotics and Structural Transformation in Developing Countries

Tuan Rampung 1859
Sastra

Tuan Rampung 1859

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© Badan Otonom Economica

No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide