Bertema “Lampaui Batas, Wujudkan Kreativitas”, rangkaian Orientasi Pengenalan Kampus (OPK) FEB UI 2024–yang dibuka pada 14 Agustus–resmi berakhir yang ditandai dengan acara closing pada Jumat (6/9).
Acara Closing diawali dengan perkenalan, mulai dari pengurus inti hingga panitia masing-masing divisi yang bertempat di Pertamina Hall (Perhall) FEB UI. Selain itu, terdapat juga pengumuman Best Group dan diakhiri dengan sambutan oleh Arief Wibisono Lubis (Arief) selaku Pelaksana Harian (Plh) Dekan FEB UI. Setelah itu, para mahasiswa baru dimobilisasi ke Kolam Makara untuk menyaksikan penampilan dari JGTC Community, BSO Band, dan Anes.
Lika-Liku di Balik Lancarnya Acara
“Kami mendatangkan JGTC, photo booth, dan lain-lain. itu semua untuk mahasiswa 2024. Semua inovasi di atas buat mereka, karena kami ingin mereka happy di closing,” ungkap Project Officer OPK FEB UI 2024, Raihan Nara Pradhana (Nara). “Closing itu pembubaran. Jadi kayak literally pembubaran dan pengukuhan orang-orang FE 24 itu menjadi benar-benar bagian dari keluarga kita,” tambahnya.
Nara mengungkapkan perbedaan antara OPK dan orientasi dari fakultas lain. “Yang membedakan kita itu, kita enggak ada yang namanya pride (atau senioritas). Komisi Disiplin (Komdis)-nya saja dibangun dari AIPS (Appreciative Inquiring Problem Solving). Jadi di setiap evaluasi, kita mengapresiasi mereka dulu, baru kita problem solving. ” terang Nara.
Absennya Grey Army di Closing OPK FEB UI 2024
Dalam rangkaian acara OPK tahun ini, tidak terdengar gaungan chant Grey Army yang biasanya menjadi tradisi tahunan. Hal ini turut mengundang respons Yazid selaku Project Officer (PO) Grey Army. “Sejak sebelum OPK, kami sudah dapat arahan kalau panggung Closing akan diisi JGTC. Ya sudah, kita anggap Grey Army tidak akan berpartisipasi. Di saat kami sudah melepas, tepatnya H-1 closing, kami (baru) mendapatkan tawaran untuk panggung tersebut,” jelasnya.
Yazid menyoroti isu penjadwalan khususnya bagi Grey Army yang turut menjadi bagian dari OPK. Ia memberikan komentar, “Kami mengapresiasi teman-teman OPK 2024. Akan tetapi, untuk masalah penjadwalan, bagi kami ini terkesan tidak antisipatif. Misalnya, pada saat Grey Day beberapa waktu lalu, perubahan jadwal sangat mengejutkan sehingga persiapan kami menjadi tidak maksimal.”
Wakil Dekan: Masuk FEB UI Jangan Cuma Belajar Saja
Mengakhiri rangkaian acara di Perhall, Arief hadir untuk memberikan wejangan untuk para mahasiswa baru FEB UI 2024. “Jadikan OPK sebagai masa transisi antara SMA dan perkuliahan. Kegiatan OPK juga menjadi transformasi yang bagus bagi mahasiswa baru,” pesan Arief.
Arief menambahkan, “Masuk FEB UI jangan cuma belajar, tetapi juga berorganisasi, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam kegiatan organisasi dan kepanitiaan di FEB UI.”
Meski begitu, Arief memperingatkan mahasiswa baru untuk tidak menjadi terlalu ambisius. “Jangan menjadi mahasiswa yang ambisius karena kehidupan adalah tentang scarcity. Ikutilah kegiatan dan keluarlah dengan hasil. Jangan mengikuti kegiatan, tapi tidak mendapatkan esensi dari kegiatan tersebut. Kenali diri sendiri, ketahui batas diri masing-masing,” tuturnya.
Pesan Sang Nakhoda FEB UI 2024
Auzan Arvian (Auzan), ketua angkatan FEB UI 2024 yang terpilih menyatakan bahwa mentor OPK-nya lah yang mendorongnya untuk mendaftarkan diri menjadi ketua angkatan. ”Karena sudah terpilih, harus dijalankan lah, yakin juga angkatan 2024 ini angkatan yang solid, approachable, dan family banget sih. Harapannya, semoga angkatan 2024 ini menjadi angkatan yang SKS (Solid, Komunikatif, dan Suportif),” ujar Auzan.
Rangkaian OPK yang dijalani sudah sesuai dengan ekspektasi Auzan meskipun terasa cukup berat karena terdapat beberapa tugas yang harus dikerjakan. Auzan menambahkan, “(OPK 2024) tetap seru karena bisa kenal sama teman-teman yang lain, bonding juga sama teman kelompok.”
Auzan juga merasa sedih karena acara OPK sudah sampai di closing. “Terima kasih buat kakak-kakak panitia dan teman-teman atas kenangannya. Buat mentor, juga terima kasih atas bimbingannya, semoga kita enggak lost contact setelah acara ini selesai dan semoga tetap suportif satu sama lain,” harap Auzan.
14 NER: Pemenang Best Group OPK 2024
Griffyn selaku ketua merasa senang sekaligus tidak menyangka bahwa kelompoknya akan memperoleh predikat Best Group. “Kita tidak bisa jadi Best Group kalau memang bukan karena kerja sama dari kita sendiri dan mentor-mentor.” ujar Griffyn.
Menurut Griffyn, salah satu alasan kelompoknya dapat menjadi Best Group adalah berkat usaha para mentor untuk mengakrabkan anggota kelompoknya. “Kita jadi sering mentoring, sering main-main bareng, walaupun sebenarnya iseng. Nah, dengan adanya itu, kita jadi lebih klop satu sama lain dan lebih nyaman jadinya,” ungkap Griffyn
Berakhirnya Masa Orientasi: Kesedihan dan Apresiasi
Rangkaian acara OPK FEB UI 2024 sudah seluruhnya berakhir, tetapi kata mereka–baik itu panitia maupun mahasiswa baru, OPK adalah sebuah memori yang berkesan dan selalu akan mereka ingat.
Para mahasiswa baru juga merasa bahwa adanya OPK ini sangat penting. “Kita jadi belajar mengenal dunia FEB yang baru. OPK ini juga membuat kita belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan baru,” jelas Nisa (EAK 24).
Walaupun berjalan dengan baik dan membawa banyak inovasi, pun didukung dengan kesan baik dari Mahasiswa 2024. Nara juga berpesan, “Bagi (mahasiswa) FE 24 dan siapapun yang mau maju (untuk menjadi pengurus) OPK tahun depan, jangan berhenti berinovasi dan do not settle with mediocrity itu. Jangan nyaman dengan menjadi medioker dan menjadi biasa saja.”
Editor: Anindya, Khansa, Rafa Zulhaq, M.Syakhsan, Titania Nikita


Discussion about this post