Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

Closing OPK FEB UI 2024: Ritual Tahunan yang Dinantikan Maba

by Angeline Novita & Bahrul Anwar
8 September 2024
in Hard News, Headline, Kampus, News

Bertema “Lampaui Batas, Wujudkan Kreativitas”, rangkaian Orientasi Pengenalan Kampus (OPK) FEB UI 2024–yang dibuka pada 14 Agustus–resmi berakhir yang ditandai dengan acara closing pada Jumat (6/9).

Acara Closing diawali dengan perkenalan, mulai dari pengurus inti hingga panitia masing-masing divisi yang bertempat di Pertamina Hall (Perhall) FEB UI. Selain itu, terdapat juga pengumuman Best Group dan diakhiri dengan sambutan oleh Arief Wibisono Lubis (Arief) selaku Pelaksana Harian (Plh) Dekan FEB UI. Setelah itu, para mahasiswa baru dimobilisasi ke Kolam Makara untuk menyaksikan penampilan dari JGTC Community, BSO Band, dan Anes.

Lika-Liku di Balik Lancarnya Acara

“Kami mendatangkan JGTC, photo booth, dan lain-lain. itu semua untuk mahasiswa 2024. Semua inovasi di atas buat mereka, karena kami ingin mereka happy di closing,” ungkap Project Officer OPK FEB UI 2024, Raihan Nara Pradhana (Nara). “Closing itu pembubaran. Jadi kayak literally pembubaran dan pengukuhan orang-orang FE 24 itu menjadi benar-benar bagian dari keluarga kita,” tambahnya.

Nara mengungkapkan perbedaan antara OPK dan orientasi dari fakultas lain. “Yang membedakan kita itu, kita enggak ada yang namanya pride (atau senioritas). Komisi Disiplin (Komdis)-nya saja dibangun dari AIPS (Appreciative Inquiring Problem Solving). Jadi di setiap evaluasi, kita mengapresiasi mereka dulu, baru kita problem solving. ” terang Nara.

Absennya Grey Army di Closing OPK FEB UI 2024

Dalam rangkaian acara OPK tahun ini, tidak terdengar gaungan chant Grey Army yang biasanya menjadi tradisi tahunan. Hal ini turut mengundang respons Yazid selaku Project Officer (PO) Grey Army. “Sejak sebelum OPK, kami sudah dapat arahan kalau panggung Closing akan diisi JGTC. Ya sudah, kita anggap Grey Army tidak akan berpartisipasi. Di saat kami sudah melepas, tepatnya H-1 closing, kami (baru) mendapatkan tawaran untuk panggung tersebut,” jelasnya.

Yazid menyoroti isu penjadwalan khususnya bagi Grey Army yang turut menjadi bagian dari OPK. Ia memberikan komentar, “Kami mengapresiasi teman-teman OPK 2024. Akan tetapi, untuk masalah penjadwalan, bagi kami ini terkesan tidak antisipatif. Misalnya, pada saat Grey Day beberapa waktu lalu, perubahan jadwal sangat mengejutkan sehingga persiapan kami menjadi tidak maksimal.”

Wakil Dekan: Masuk FEB UI Jangan Cuma Belajar Saja

Mengakhiri rangkaian acara di Perhall, Arief hadir untuk memberikan wejangan untuk para mahasiswa baru FEB UI 2024. “Jadikan OPK sebagai masa transisi antara SMA dan perkuliahan. Kegiatan OPK juga menjadi transformasi yang bagus bagi mahasiswa baru,” pesan Arief.

Arief menambahkan, “Masuk FEB UI jangan cuma belajar, tetapi juga berorganisasi, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam kegiatan organisasi dan kepanitiaan di FEB UI.”

Meski begitu, Arief memperingatkan mahasiswa baru untuk tidak menjadi terlalu ambisius. “Jangan menjadi mahasiswa yang ambisius karena kehidupan adalah tentang scarcity. Ikutilah kegiatan dan keluarlah dengan hasil. Jangan mengikuti kegiatan, tapi tidak mendapatkan esensi dari kegiatan tersebut. Kenali diri sendiri, ketahui batas diri masing-masing,” tuturnya.

Pesan Sang Nakhoda FEB UI 2024

Auzan Arvian (Auzan), ketua angkatan FEB UI 2024 yang terpilih menyatakan bahwa mentor OPK-nya lah yang mendorongnya untuk mendaftarkan diri menjadi ketua angkatan. ”Karena sudah terpilih, harus dijalankan lah, yakin juga angkatan 2024 ini angkatan yang solid, approachable, dan family banget sih. Harapannya, semoga angkatan 2024 ini menjadi angkatan yang SKS (Solid, Komunikatif, dan Suportif),” ujar Auzan. 

Rangkaian OPK yang dijalani sudah sesuai dengan ekspektasi Auzan meskipun terasa cukup berat karena terdapat beberapa tugas yang harus dikerjakan. Auzan menambahkan, “(OPK 2024) tetap seru karena bisa kenal sama teman-teman yang lain, bonding juga sama teman kelompok.”

Auzan juga merasa sedih karena acara OPK sudah sampai di closing. “Terima kasih buat kakak-kakak panitia dan teman-teman atas kenangannya. Buat mentor, juga terima kasih atas bimbingannya, semoga kita enggak lost contact setelah acara ini selesai dan semoga tetap suportif satu sama lain,” harap Auzan.

14 NER: Pemenang Best Group OPK 2024

Griffyn selaku ketua merasa senang sekaligus tidak menyangka bahwa kelompoknya akan memperoleh predikat Best Group. “Kita tidak bisa jadi Best Group kalau memang bukan karena kerja sama dari kita sendiri dan mentor-mentor.” ujar Griffyn.

Menurut Griffyn, salah satu alasan kelompoknya dapat menjadi Best Group adalah berkat usaha para mentor untuk mengakrabkan anggota kelompoknya. “Kita jadi sering mentoring, sering main-main bareng, walaupun sebenarnya iseng. Nah, dengan adanya itu, kita jadi lebih klop satu sama lain dan lebih nyaman jadinya,” ungkap Griffyn

Berakhirnya Masa Orientasi: Kesedihan dan Apresiasi

Rangkaian acara OPK FEB UI 2024 sudah seluruhnya berakhir, tetapi kata mereka–baik itu panitia maupun mahasiswa baru, OPK adalah sebuah memori yang berkesan dan selalu akan mereka ingat.

Para mahasiswa baru juga merasa bahwa adanya OPK ini sangat penting. “Kita jadi belajar mengenal dunia FEB yang baru. OPK ini juga membuat kita belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan baru,” jelas Nisa (EAK 24).

Walaupun berjalan dengan baik dan membawa banyak inovasi, pun didukung dengan kesan baik dari Mahasiswa 2024. Nara juga berpesan, “Bagi (mahasiswa) FE 24 dan siapapun yang mau maju (untuk menjadi pengurus) OPK tahun depan, jangan berhenti berinovasi dan do not settle with mediocrity itu. Jangan nyaman dengan menjadi medioker dan menjadi biasa saja.”

 

Editor: Anindya, Khansa, Rafa Zulhaq, M.Syakhsan, Titania Nikita

Related Posts

OPK FEB UI 2025: Penutupan Tertunda, Semangat Tak Reda
Hard News

OPK FEB UI 2025: Penutupan Tertunda, Semangat Tak Reda

Selisik Potensi dan Aktualisasi Mimpi bersama OPK FEB UI 2023
Hard News

Selisik Potensi dan Aktualisasi Mimpi bersama OPK FEB UI 2023

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide