Pada Senin (7/8), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menyambut hangat kehadiran mahasiswa beserta tenaga pendidik dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam rangka “Knowing ASEAN” yang bertujuan untuk pertukaran kebudayaan dan pembelajaran kultur akademik di FEB UI.
Acara ini dihadiri oleh dekan, wakil dekan, beberapa pimpinan administrasi fakultas, serta perwakilan sejumlah organisasi mahasiswa di FEB UI. Acara dimulai dengan kata sambutan dari Dekan FEB UI, Teguh Dartanto (Teguh), “I also just came from Universiti Kebangsaan Malaysia and I think it has the same atmosphere with lot of plants and everything.”
Tujuan Mengenal Budaya dan Mempelajari Satu Sama Lain
Acara dilanjutkan dengan perwakilan dari UKM, Shifa Mohd Nor, Ph.D. (Shifa), dengan penuh semangat memberikan tanggapan atas penerimaan yang diberikan oleh pihak FEB UI. Dalam sambutannya, Shifa mengungkapkan rasa sukacita atas sambutan yang diterima dan kesempatan untuk berbicara di hadapan audiens yang hadir. “The “Knowing Asean” program aims to develop cultural exchange and deepen understanding of education at the University of Indonesia.” jelas Shifa.
Shifa Menyoroti perbedaan sistem pendidikan antara Malaysia dan Indonesia yang sangat menarik perhatiannya. “At Universitas Indonesia, there is a distinct education system compared to Malaysia, which made it interesting as my students and I are here to learn more about it,” jelas Shifa.
Antusiasme Mahasiswa Kedua Universitas dalam Berbagi Pengalaman Organisasi
Sesi berikutnya adalah sharing session antara mahasiswa UKM dan FEB UI. Suasana penuh antusiasme sangat terasa saat para mahasiswa saling bertanya dan menjawab mengenai organisasi kemahasiswaan yang ada di FEB UI. Pertanyaan mengenai struktur, kegiatan, dan tujuan dari masing-masing organisasi menjadi perbincangan hangat. Para mahasiswa berbagi wawasan tentang bagaimana keterlibatan mereka dalam kegiatan organisasi, tantangan yang dihadapi, serta manfaat yang mahasiswa FEB UI peroleh dari pengalaman tersebut.
Sesi tanya jawab ini menjadi kesempatan langka bagi mahasiswa UKM untuk lebih memahami secara langsung mengenai dinamika kehidupan organisasi di FEB UI. Sebaliknya, mahasiswa FEB UI berpeluang untuk memahami lebih jauh tentang UKM serta pengalaman mereka dalam mengelola organisasi.
Azimah selaku mahasiswa UKM menanyakan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa FEB UI pada saat liburan semester. Ashary Ikhlas, perwakilan dari Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FEB UI pun menjawab, “Kegiatan kami selama liburan terbagi menjadi tiga, yaitu ada yang mengambil course retake atau semester pendek, magang, dan ada juga yang berkegiatan di kampus dengan organisasinya, serta ada juga yang menikmati liburannya dengan berwisata.”
Selain itu, mahasiswa FEB UI dan mahasiswa UKM lanjut berdiskusi mengenai bagaimana cara kerja organisasi di masing-masing universitas, sistem pemilihan ketua organisasi, dan juga struktur organisasi.
Perwakilan Dosen Turut Aktif Berdiskusi
Di samping mahasiswa, perwakilan dosen dari UKM juga aktif dalam sesi tanya jawab. Mereka menanyakan tentang permasalahan yang sedang dihadapi oleh FEB UI, terutama dalam hal kemahasiswaan. Arief Wibisono Lubis (Arief) selaku Wakil Dekan FEB UI Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan memberikan tanggapan “The recent problem we’re facing right now is the changes in the Tuition Fee (BOP) system conducted by the university, which has sparked several debates concerning fairness for the new batch of students in 2023.”
“The faculty is committed to collaborating with the Student Executive Body (BEM) of FEB UI to assist students in need and struggling with the new system. We also handle other issues including mental well-being and other challenges that are prioritized in the faculty’s efforts to address,” tambah Arief.
Harapan untuk Hubungan Mahasiswa Indonesia dan Malaysia
Sebagai penutup acara, Shifa berkata “I hope there’s more Indonesia student especially FEB UI student that come to Universiti Kebangsaan Malaysia so that we can learn more from Indonesia.” Shifa juga berharap agar hubungan ini semakin terjalin erat dan mampu berkolaborasi lagi di masa mendatang dengan Universitas Indonesia.
