Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Kampus

Benang Kusut Publikasi Ketetapan

by Nabil Rizky Ryandiansyah
1 Oktober 2015
in Kampus

Fajri, Ketua I Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FEB UI, menyatakan bahwa pihak BPM merasa amat bersalah terhadap terjadinya permasalahan di Social Act FEB UI 2015. Hal ini terkait pencopotan M. Nur Rokhim dari jabatannya sebagai Project Officer (PO) oleh BPM dan mengangkat Ani Utami, Vice Project Officer (VPO) Social Act 2015 sebagai penggantinya.

Pada tanggal 9 Agustus BPM mengumumkan pernyataan di grup Economics Executive Forum (EEF, perkumpulan ketua-ketua organisasi kemahasiswaan di FEB UI) mengenai pencopotan Rokhim dan pengangkatan Ani secara de facto. Dalam pengumuman itu disebutkan, “…kami memohon kerjasama dari teman2 EEF untuk berkerjasama dengan POMB 2015 untuk kesuksesan acara kita bersama ini dengan tidak menyebarluaskan informasi kepada publik untuk kenyamanan stakeholder kita…”.

Anehnya, ketetapan pencopotan dan pengangkatan tersebut baru disahkan tanggal 24 Agustus 2015. Pencopotan ini terpaksa dilakukan BPM karena Rokhim dirasa belum bekerja secara maksimal selama menjalankan tugasnya sebagai PO, dan bahkan menghambat kinerja tim secara keseluruhan.

Ketetapan ini meski sudah berlaku efektif sejak hari pertama OPK, baru dipublikasikan pada hari Senin, 28 September 2015. Mengenai alasan mengapa TAP tersebut baru dikeluarkan setelah acara Social Act sendiri berakhir, Fajri mengaku bahwa hal ini dimaksudkan agar tidak ada resistensi dari pihak mahasiswa baru untuk mengikuti acara ini. Hal ini juga ditakutkan akan mencoreng citra panitia Social Act secara keseluruhan, sehingga mahasiswa baru dan stakeholders lain mulai mempertanyakan kredibilitas kepanitiaannya sendiri. Meski demikian, dikatakan bahwa selama ketetapan tersebut belum keluar, belum pernah ada acara formal dimana Rokhim memperkenalkan diri sebagai PO Social Act.

Mengenai perihal mengapa ketetapan tersebut tidak langsung dipublikasikan sehari setelah Social Act berlangsung, Fajri menyatakan tidak mengetahui pertimbangan-pertimbangan yang melatarbelakanginya. Fajri berpendapat barangkali alasan dibalik penundaan publikasi TAP tersebut hanyalah berupa masalah-masalah teknis.

Diwawancara di waktu yang berbeda, Hessa, Ketua II BPM FEB UI, menyatakan hal yang berbeda. Menurutnya pihak BPM masih harus membicarakan kembali mengenai dipublikasikan atau tidaknya ketetapan ini. Juga, masih ada tanda tangan yang masih dibutuhkan untuk mempublikasikan ketetapan ini. Sejak sebelum Social Act berlangsung, pihak BPM telah sepenuhnya sepakat untuk mempublikasikan ketetapan tersebut segera setelah acara selesai. Semua tanda tangan yang menjadi dasar legalitas ketetapan tersebut pun telah terpenuhi sejak jauh hari.

Sebelum acara Social Act dimulai, Fajri mengaku BPM sendiri telah menghimbau jajaran petinggi organisasi-organisasi mahasiswa di lingkup FEB UI yang tergabung dalam Economics Executive Forum (EEF, perkumpulan ketua-ketua organisasi kemahasiswaan di FEB UI) untuk tidak mempublikasikan terlebih dahulu mengenai informasi ini. Namun, Hessa menyatakan bahwa sudah ada kesepakatan antara EEF dan BPM untuk menjaga kerahasiaan informasi selama Social Act masih belum berlangsung. Hessa pun mengakui ada pihak eksternal yang mempertanyakan mengenai permasalahan ini. Akan tetapi, ia mengaku memilih untuk tidak menjawab pertanyaan dari pihak yang bersangkutan dan tidak memberikan komentar.

 

Penulis: Nabil Rizky

Related Posts

Kampus

Isu PO Sosact: Perspektif Ketua BEM FEB UI

Kampus

Isu PO Sosact: Perspektif Rokhim

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide