Aku tertawa, seolah dunia ramah,
padahal di balik senyumku ada resah.
Remaja katanya masa indah,
tapi mengapa pundakku penuh beban yang tak ramah?
Orang-orang menuntutku jadi sempurna,
nilai tinggi, sikap manis, tanpa cela.
Aku berusaha, aku mencoba,
tapi hatiku kadang ingin berkata:
“Aku juga manusia biasa.”
Bahagia itu kutampilkan setiap hari,
biar semua percaya aku kuat dan tak peduli.
Namun malam tahu rahasia,
air mata jatuh tanpa suara.
Aku remaja yang dituntut dewasa,
padahal hatiku masih ingin bebas tertawa.
Aku remaja yang katanya bahagia,
padahal diam-diam sedang terluka.
Pojok Sastra adalah kolom terbuka untuk tulisan jenis puisi, resensi, cerita pendek, dan opini. Dikurasi langsung oleh redaksi Economica.id.

