Suara takbir menggema, tanda puasa telah usai
Aku meminta maaf kepada ibu dan bapak
Idulfitri kali ini seperti biasanya
Hanya sekedar minta maaf
Dingin tanpa kehangatan
Ada hal sederhana yang tak bisa kupunya,
Sebuah foto keluarga
Keluarga utuh, tapi bukan cemara
Bapak sibuk mengais rezeki dari fajar hingga malam,
Sedang ibu sibuk mengurus urusan rumah tangga
Aku tidak memiliki tempat pulang
Mereka baik, tapi kala aku cerita suka dihakimi
Kala aku mengeluhkan apa yang kurasakan, aku dibilang lemah
Suaraku tidak didengarkan
Mereka bilang, anak pertama harus kuat
Jadi kompas untuk adik-adiknya
Padahal ketika aku kecil, aku tertatih sendirian mencari arah
Hingga nyaris tenggelam dalam nestapa
Tersesat dalam temaram, tanpa cahaya
Sampai aku figur mereka untuk di orang lain
Aku tahu itu salah
Tapi, aku hanya ingin didengarkan
Dipeluk tanpa harus ditanya kenapa
Didengarkan tanpa dicela
Dihargai segala usaha ketika berproses
Dikuatkan kala menghadapi kegagalan
Diterima tanpa syarat, bukan kala berhasil baru dirayakan,
Ketika berjuang justru diremehkan.
Pojok Sastra adalah kolom terbuka untuk tulisan jenis puisi, resensi, cerita pendek, dan opini. Dikurasi langsung oleh redaksi Economica.id.

