Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

Di Balik Mundurnya Rudy Bun: Klarifikasi Ketua Panitia Pemilihan dan Pandangan Pengamat

by Rani Widyan, Ruthana Bitia, Amirah Hana & Emily Anggita
23 September 2019
in Hard News

Pada akhir Agustus lalu, publik sempat dihebohkan dengan mundurnya Mohammad Rudy Salahuddin alias Rudy Bun (FT 1987) sebagai calon ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI). Banyak rumor yang beredar dan permasalahan yang dikeluhkan seputar pemilihan berbasis aplikasi pertama kali dalam sejarah Iluni UI ini. Untuk mencari titik terang mengenai permasalahan tersebut, Badan Otonom Economica mewawancarai Tomy Suryatama selaku ketua pelaksana pemilihan Ketua Iluni UI dan Faisal Basri, pengamat ekonomi, politikus dan juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI.

Kronologi Kejadian 

E-vote pemilihan Ketua Iluni UI diawali dengan Musyawarah Nasional (Munas) pada pagi harinya yang membahas mengenai berbagai aturan dan tata tertib. Pada hari itu, Tomy mengaku sedang mengurus prosese-vote yang dimulai pukul 12.00 WIB di tempat lain. Sekitar dua jam setelahnya, Tomy mendapat panggilan untuk segera kembali ke Munas karena mendapat surat dari salah satu calon, Rudy Bun, yang berisi berita pengunduran diri.

“Pada waktu itu, Munas memiliki beberapa opsi, salah satunya menghentikan sementara proses e-vote, mengeluarkan calon yang mundur dari kotak suara e-vote lalu melanjutkan kembali proses e-vote dan suara sebelumnya dianggap hangus. Akan tetapi, Munas sebagai kedudukan tertinggi memutuskan e-vote yang waktu itu telah berjalan tidak boleh dihentikan, namun tetap ada tanggung jawab panitia pelaksana untuk memberitahukan bahwa yang bersangkutan telah mundur dan memberitahukan bahwa suara yang masuk tidak dihitung,” ujar Tomy saat ditemui pekan lalu. Adapun menurutnya hingga saat ini, Munas tidak mempermasalahkan alasan kemunduran Rudy Bun dengan tidak menuntut adanya klarifikasi maupun pertanggungjawaban dari pihak yang bersangkutan kepada Iluni UI. 

Isu Tekanan dari Pihak Lain

Meski tidak dipermasalahkan, berbagai rumor mengenai alasan pengunduran diri Rudy Bun tetap santer beredar di kalangan alumni dan sivitas akademika Universitas Indonesia. Isu tekanan eksternal dan politik dianggap menjadi alas an utama mundurnya Rudy Bun. (Baca Juga: Di Balik Mundurnya Rudy Bun dari Bursa ILUNI UI)

Tomy mengaku bahwa ia juga mendengar bahwa ada isu tekanan dari pihak lain yang menyebabkan mundurnya Rudy Bun. “Berkembang rumor banyak hal lah. Ada tekanan, siapa yang menekan, bener ditekan atau engga, kenapa ditekan takut, dan sebagainya,” tutur Tomy.

Faisal Basri, politikus sekaligus alumni FEB UI turut beropini mengenai fenomena ini. Cuitan yang dituangkan Faisal Basri dalam akun twitter-nya pada 24 Agustus lalu lantas menuai beragam tanggapan dan pertanyaan. Dalam cuitannya tersebut Faisal berujar, “Pemilihan Ketua Alumni UI sangat memuakkan. Jangan mau alumni disusupi politik. Menteri tak usah ikutanlah, seperti kurang kerjaan.” Disinyalir, cuitan tersebut ditujukannya pada salah satu calon Ketua ILUNI UI dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 1990 yang juga merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro.

Ditemui di bilangan Jakarta Pusat, Faisal menjelaskan pandangannya mengenai Iluni UI yang ideal. Menurut Faisal, Iluni sejatinya adalah sebuah lahan untuk menyuburkan pemikiran-pemikiran alumni UI yang beragam. Iluni juga adalah suatu wadah untuk berkontribusi bagi pembangunan Indonesia melalui pemikiran-pemikiran alumninya yang bukan hanya dari satu fakultas saja. “Iluni layaknya sebuah paguyuban dari para alumni, di mana tidak ada lagi sekat-sekat antar fakultas di dalamnya,” ungkap Faisal. Namun menurutnya pula, apa yang terjadi pada pemilihan Ketua Iluni UI bertolak belakang dengan hal tersebut.

Terkait dengan majunya salah satu alumni FEB UI angkatan 1990 tersebut, Faisal mengkritisi sikap Bambang yang dinilainya tidak elok. Menurutnya, seorang menteri harus fokus mengurus negara secara maksimal, tidak perlu mengambil jabatan di tempat lain. “Menteri itu digaji oleh negara untuk bekerja penuh 24 jam,” tambah Faisal. Tidak hanya menteri, Faisal juga sempat mengkritisi jabatan anggota DPR yang merangkap sebagai pengusaha ataupun profesi lainnya.

Fenomena keterlibatan pejabat dalam jajaran pemerintahan kampus menurut Faisal sesungguhnya tidak hanya terjadi di lingkungan UI. Faktanya, kampus sebagai tempat yang disusupi kepentingan politik merupakan hal yang lumrah. Faisal juga kerap mengkritik persoalan pemilihan rektor yang ditunjuk langsung oleh Presiden. “We have to keep distance from power,” ujar Faisal. 

Faisal sungguh menyesalkan keadaan seperti ini terjadi. Menurutnya, sebuah universitas seharusnya mempunyai jarak dari kekuasaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran. Selain itu, diperlukan pula seseorang yang dapat menjaga kampus dari kepentingan politik agar kampus dapat menjadi lembaga pendidikan yang independen dan bebas politik. Bertolak belakang dengan tujuan tersebut, Faisal menilai bahwa justru kini kampus mulai mengalami degradasi dalam meghasilkan sumber daya manusia yang berbobot. “Kampus kita sekarang permisif dalam hal-hal yang sebenarnya tidak sesuai dengan nilai-nilai kebenaran,” tutur Faisal.

Faisal berharap peristiwa ini dapat menjadi sebuah refleksi untuk ke depannya agar masyarakat harus optimis dalam melawan politisasi. “Jadikan kampus sebagai lembaga akademisi yang nyaman dan menghasilkan karya-karya, serta jangan jadikan kampus sebagai suatu ketakutan dalam menyuarakan kritik terhadap pemerintah,” tutup Faisal.

Menanggapi hal tersebut, Tomy menjelaskan bahwa tidak ada larangan mengenai jenis pekerjaan untuk mencalonkan diri menjadi ketua Iluni UI. Syarat menjadi calon ketua Iluni, menurut Tomy, adalah mendapatkan minimal 250 tanda tangan pendukung dari sembilan fakultas yang berbeda, uang jaminan jika mundur, uang deposit, bersih dari catatan kejahatan, dan bukan merupakan anggota partai politik. Bambang Brodjonegoro sendiri bukanlah anggota suatu partai politik, maka menurut Tomy, sah-sah saja jika beliau menyalonkan diri sebagai ketua Iluni UI.

Kendala Lain pada Proses Pemilihan

Selain isu-isu terkait mundurnya salah satu calon, terdapat juga keluhan dan kendala terkait proses e-vote yang diselenggarakan tahun ini. Belajar dari pengalaman sebelumnya, penggunaan URL website rentan sekali terkena serangan dari pihak luar. Maka dari itu, pada tahun ini, Munas memutuskan untuk melakukan pemilihan ketua Iluni UI berbasis daring melalui aplikasi UI Connect. Hal ini juga telah ditegaskan dalam Anggaran Dasar yang terbaru. 

Meskipun begitu, dalam prakteknya, terdapat beberapa keluhan dari pengguna seputar pemilihan melalui aplikasi UI Connect ini, antara lain kurang familiar-nya pengguna dengan aplikasi UI Connect, ketidakcukupan memori gawai untuk mengunduh aplikasi tersebut, proses registrasi dan verifikasi yang rumit, waktu pemilihan, dan lain sebagainya. Tomy pun juga tidak menampik bahwa masih ada pihak yang berusaha untuk meretas sistem pemilihan.

“Pemilihan tahun ini tidaklah sempurna, terdapat banyak evaluasi dari pemilihan tahun ini yang harus diperbaiki pada pemilihan periode selanjutnya. Waktu persiapan juga harus diperpanjang mengingat kompleksnya pemilihan Ketua Iluni tahun ini,” tutup Tomy.

Related Posts

Mentari di Dunia Kelam
Sastra

Mentari di Dunia Kelam

Riak yang Tidak Pernah Pulang
Sastra

Riak yang Tidak Pernah Pulang

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© Badan Otonom Economica

No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide