Ternyata selama ini punggung yang kupeluk kuat sekali, ya?
Aku tidak sadar.
Sentuhanku gagal meraba bekas luka,
juga gagal melonggarkan simpul kusut.
Sayangnya kamu terlalu pandai menyembunyikan dan berpura-pura,
tapi burung-burung tetap menceritakan kisahmu padaku.
Aku tahu punggung itu kuat.
Tanpa sadar, pelukanku selalu bermuara di sana.
Instingtual, jika kau tanya alasannya.
Aku tahu kau bisa merawat lukamu sendiri,
melonggarkan simpulmu sendiri.
Tapi punggung itu membutuhkan.
Sementara. Setidaknya empat detik saja.
Letakkan dalam rengkuhanku. Aku topang.
Jangan protes terlalu lama.
Tapi tak apa jika ingin lebih lama.
Aku berikan selama yang kau pinta,
bahkan selamanya.
Katakan saja.
Pojok Sastra adalah kolom terbuka untuk tulisan jenis puisi, resensi, cerita pendek, dan opini. Dikurasi langsung oleh redaksi Economica.id.

