Pada Kamis (3/10) melalui postingan Instagram terbarunya, Pesta Rakyat UI mengumumkan tanggal dilaksanakannya Parade UI 2024 yang tergabung dalam rangkaian acara Enthufest: Pesta Rakyat UI “Buku, Pesta, Cinta,… MUSIK!” yang akan diselenggarakan pada tanggal 24 Oktober 2024.
Kabar ini tentu disambut hangat oleh Grey Army, kelompok suporter resmi FEB UI. Pasalnya, pelaksanaan Parade UI 2024 ini berlangsung dua hari setelah hari terakhir pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS), sehingga FEB diharapkan bisa tampil lebih maksimal.
FEB UI Siap Menampilkan yang Terbaik untuk Parade UI 2024
Muhammad Yazid (Yazid), Project Officer Grey Army, menyatakan bahwa tahun ini adalah momentum yang cukup menguntungkan bagi FEB dan akan digunakan semaksimal mungkin. “Kita menargetkan untuk datang tepat waktu dan ikut rangkaian acara dari awal sampai akhir. Kita coba maksimalkan jadwal parade yang lebih menguntungkan FEB dari tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.
Yazid pun menyatakan bahwa dirinya optimis jika massa FEB yang akan datang dan meramaikan parade nantinya akan jauh lebih banyak dari parade sebelumnya. “Untuk optimis kita di angka 9, karena pasti ada hal-hal di luar kendali Grey Army juga. Namun, yang pasti kita bakal mengusahakan yang terbaik sekuat tenaga kita juga,” ungkap Yazid.
Kesiapan Grey Army, “Secara Konsep Sudah 100%”
Tidak hanya terucap ingin tampil maksimal begitu saja, Grey Army kini siap dengan konsep yang matang untuk Parade UI 2024. “Secara konsep sudah seratus persen, kita sudah tahu harus apa dan bagaimana (yang akan dilakukan) untuk hari-H nanti, tetapi persiapan tetap masih berjalan,” jelas Yazid. Berbagai persiapan, mulai dari survei lokasi hingga pembuatan peralatan pendukung pun telah terjadwal. Latihan perkusi khusus untuk chanting di parade juga sudah dilaksanakan sejak saat ini.
Akan tetapi, mengingat waktu latihan yang tidak banyak, Grey Army menyiasatinya dengan cara tersendiri, “Untuk latihan suporter secara offline sepertinya tidak memungkinkan secara jadwal, karena Parade hanya berselang dua hari setelah UTS,” tutur Yazid.
Maka dari itu, Grey Army berencana untuk hanya membawakan beberapa chant. Ia menambahkan, “Kita nggak akan banyak bawa chant, hanya sekitar empat sampai lima (chant) yang telah dipastikan kalau anak FEB hafal semua.”
“Tahun Ini Kami Ingin Juara!”
FEB memiliki target untuk dapat meraih gelar best supporter pada Parade UI tahun ini. Yazid menyebutkan bahwa Grey Army telah memiliki perencanaan tersendiri yang unik, sehingga dirinya optimis dapat menyabet gelar kebanggaan itu. “Pengurus inti dan divisi massa sangat menargetkan dan berharap tahun ini kita bisa ambil gelar best supporter dari FKM,” tuturnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Yazid menegaskan bahwa FEB akan menampilkan yang terbaik, dengan benar-benar mematuhi aturan. “Kita juga sudah sepakat untuk patuh dengan aturan, tidak (akan) pakai smoke bomb dan flare, karena kita benar-benar ingin juara, bukan hanya sekadar seru-seruan saja,” tegasnya.
Grey Army: “Ayo Dukung Fakultas Kalian Sendiri!”
Kurangnya massa yang menjadi titik lemah FEB dari tahun ke tahun sudah menjadi antisipasi Grey Army. “Kita juga sudah punya plan cadangan dari segi teknis parade kalau jumlah massa kurang dari harapan. Untuk planning yang sekarang pun sebenarnya sudah disesuaikan dengan ekspektasi massa yang sedikit,” jelas Yazid.
Yazid menjelaskan “Kita coba buat marketing planning yang lebih bagus dari tahun sebelumnya. Mulai dari plan pemasangan banner di KaFE dan beberapa area FEB.” Pun koordinasi lapangan dan persuasi yang kini sudah dirancang agar dapat terlaksana secara tertib dan lebih aktif. Yazid juga menambahkan, “Akan dibuat grup koordinasi lapangan per jurusan dan kita akan minta bantuan semua ketua organisasi di FEB untuk mengimbau seluruh anggotanya mengikuti Parade UI.”
Yazid menyerukan ajakannya kepada mahasiswa FEB untuk bergabung meramaikan Parade UI nanti. “Untuk teman-teman FEB UI, ayo dukung fakultas kalian sendiri! Kita tahu kalau kita semua hectic, tetapi kalau bukan kalian yang bawa bendera makara abu ke Balairung nanti, terus siapa lagi? Apalagi untuk maba, ini momentum spesial yang enggak akan keulang dua kali, karena tahun selanjutnya pasti beda rasanya,” ajak Yazid.
Editor: Anindya Vania, Khansa, Marshellin Fatricia, dan Titania Nikita

