Giliranku tiba memanggil, rogohan saku menggenggam banyak lembaran
Tanpa sadar, tabir terbuka imbas keramaian
Celotehan akan kejutanmu menggetarkan selang beberapa waktu
Semi dan semu bermuara walau tak tahu apa landasmu
Rona merah jingga perlahan membuyar
Kubukanya kotak pandora pasca jerih penantian
Reaksi ragam emosi berselisih rupa di rautku
Nahas, tabir tak kasatmata dan gelap berjibaku menyamarkan
Benarkah kau begitu membacaku?
Jerit dan pinta hati secara presisi nyata kau wujudkan
Siapa yang membaca siapa?
Ramai-ramai proyeksi berujar riuh tak terelakkan
Panahan notasi terus-menerus menghunjam, bercekat hebat menopang riuh
Tepisan logika membantunya reda sementara waktu
Tetap saja lantangnya membuat tak tangguh
Tapi pun tunggu, siapa diriku? Tepisan logika kembali menyeru
Pojok Sastra adalah kolom terbuka untuk tulisan jenis puisi, resensi, cerita pendek, dan opini. Dikurasi langsung oleh redaksi Economica.id.

