Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

Siap-siap! UI Akan Berlakukan KKN

by Fauziah Nurzijah Adilah & Rafa Zulhaq Rizaldi
8 Januari 2025
in Hard News

Memasuki awal tahun baru, IKM UI dihebohkan dengan rencana akan diadakannya KKN (Kuliah Kerja Nyata) di UI. Informasi ini pertama kali mencuat setelah adanya unggahan video oleh MWA UI Unsur Mahasiswa melalui akun sosial medianya pada Rabu (01/01). Melalui video tersebut, disebutkan bahwa program K2N/KKN ini disusun oleh rektor baru yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) UI 2025-2029.

Rencana program KKN lantas mendapatkan beragam reaksi dari IKM UI. Tak sedikit yang menyayangkan kehadiran program baru ini. Sebagai upaya mengetahui informasi lebih lanjut, Economica berkesempatan untuk menghubungi Zahid Abdullah (Zahid) selaku MWA UI Unsur Mahasiswa.

UI Akan Ada KKN?

Renstra teranyar yang di dalamnya memuat program KKN telah disahkan oleh MWA UI beberapa waktu lalu. Dalam video yang diunggah, Zahid menuturkan, “Renstra ini disusun dari berbagai unsur yang ada, mulai dari unsur dosen, tenaga kependidikan, masyarakat, dan juga mahasiswa.” Diakuinya, MWA UI Unsur Mahasiswa telah berupaya menjaring beragam aspirasi mahasiswa dari berbagai fakultas. “Harapannya, kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan oleh Rektor UI selalu berpihak kepada mahasiswa,” ucapnya.

Dalam kesempatan obrolan melalui pesan teks, Zahid menyampaikan bahwa program KKN bukan diusulkan oleh unsur mahasiswa. “Pastinya bukan (unsur mahasiswa yang mengusulkan). Gue pribadi lebih suka sistemnya Pengmas (Pengabdian Masyarakat),” tutur Zahid. “Info (KKN) itu ada karena (UI) mau ningkatin indeks Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya. 

Zahid juga menerangkan bahwa program KKN dihadirkan akibat adanya sistem SROI (Social Return on Investment) dari Pengabdian Masyarakat. “Kalau kita lihat Renstra, ada sistem baru di bagian Pengmas itu namanya SROI buat mengevaluasi dampak ke masyarakat,” jelasnya.

Mengenai mekanisme program KKN, Zahid mengakui belum mendapatkan informasi lebih lanjut. “Belum ada update dari eksekutif. Kita tunggu sampai ada info lebih lanjut,” tutupnya.

Apa Itu SROI Pengmas?

Dalam Renstra, SROI (Social Return on Investment) didefinisikan sebagai kerangka kerja untuk mengukur dan menghitung dampak sosial lingkungan dari suatu program. Terdapat dua metode dalam pengukuran SROI, yakni evaluatif berdasarkan luaran aktual yang sudah dihasilkan, dan prediktif berdasarkan penghitungan nilai prediksi ketika suatu program berhasil mencapai hasil yang diharapkan.

Mengutip dari Renstra, dengan menggunakan SROI, UI berpotensi menghasilkan program pengabdian masyarakat yang lebih berdampak. Hal ini disebabkan karena program pengabdian masyarakat dirancang terlebih dahulu melalui proses analisis proyeksi nilai dampak. Sehingga, program-program yang kurang memiliki dampak signifikan bisa diminimalisir sejak awal.

Pro Kontra IKM UI yang Mewarnai 

Kehadiran kabar rencana pemberlakuan KKN ini turut mengundang dua kubu berlawanan, pro dan kontra. Cuitan Zahid di laman media sosial X mendapatkan respon dari beberapa akun yang menyatakan keberpihakannya terhadap kabar rencana pemberlakuan KKN untuk IKM UI. Baik yang dinyatakan secara eksplisit mendukung maupun yang mendukung dengan sebuah persyaratan. 

Begitu pula dengan respon kontra sejumlah pengguna X tak mau kalah turut hadir mengimbangi. 

Masih Relevankah KKN bagi Mahasiswa?

Keengganan yang lahir dari sisi pihak kontra merupakan kekhawatiran akan suatu hal yang baru bagi UI lantaran program KKN belum pernah diterapkan sebelumnya. Namun, Inez selaku mahasiswi Fakultas Kesehatan (FKM) UI berpendapat bahwa KKN UI merupakan wadah pembuktian bagi mahasiswa untuk mengabdi ke masyarakat. “KKN itu sebagai wadah mengabdi bagi kita sebagai agent of change,” ujarnya. 

Hal tersebut pun didukung oleh tanggapan dari Fatihah, mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, yang sudah melalui program KKN di kampusnya. “KKN masih relevan dan penting bagi mahasiswa karena bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” terangnya.

Kendati masih menuai perdebatan dan kepastian lebih lanjut, eksistensi program KKN di UI tetaplah dinantikan implementasinya di kemudian hari bagi sebagian pihak. Inez berharap, “Semoga jika dilaksanakan, KKN UI dapat berjalan dengan baik dan berdampak bagi masyarakat.”

 

Editor: Khansa dan Marshellin Fatricia

Related Posts

Korupsi Akademik: Krisis Integritas di Dunia Pendidikan Tinggi
In-Depth

Korupsi Akademik: Krisis Integritas di Dunia Pendidikan Tinggi

Dari Gudang Jadi Gerai Edukatif: Ruang CERDAS PeKA Resmi Diresmikan di FEB UI!
Hard News

Dari Gudang Jadi Gerai Edukatif: Ruang CERDAS PeKA Resmi Diresmikan di FEB UI!

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide