Setelah melewati berbagai rangkaian kompetisi, Pesta Rakyat UI 2025 akhirnya mencapai puncaknya pada Senin (22/12). Gelaran Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM), OLIM, dan UI Art War (UIAW) ditutup secara bersamaan di Balai Purnomo Prawiro FISIP UI. Tahun ini, “Singa Teknik” FT dan “Macan Jingga” FISIP saling berebut podium juara umum.

OIM dan OLIM Milik Fakultas Teknik
Fakultas Teknik (FT) mencatatkan tinta emas dengan membawa pulang gelar juara umum pada kompetisi OIM dan OLIM. Alina, Ketua Kontingen OIM FT, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya di tengah riuhnya pesta penutupan. Namun, di balik senyum kemenangannya, ia mengaku sempat didera rasa cemas. “Sebenarnya awalnya enggak expect (bisa juara umum), karena poin FT (pada OIM) sempat lebih rendah dibanding tahun lalu,” ungkap Alina.
Meski begitu, Alina mengatakan bahwa kontingennya telah melakukan persiapan matang dengan pelatihan intensif. “Pelatihannya tuh biasanya kalau dari kami tuh 3 sampai 4 kali,” terangnya perihal persiapan kontingen FT menghadapi OIM. Alina menitipkan harapan agar kejayaan ini menjadi tradisi yang terus dipertahankan pada tahun 2026 mendatang.
Ambisi Panjang dari FISIP
Tak jauh dari dominasi Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tampil tangguh dengan meraih gelar juara umum pada UIAW dan Juara Umum 2 OLIM..
Bagi para pimpinan kontingen FISIP, prestasi ini sudah masuk dalam kalkulasi mereka sejak awal. “Kami sebetulnya sudah expect banget kalau FISIP bisa juara umum karena banyak potensi yang kalau dimaksimalkan tuh bisa kayak gini, bisa juara umum,” ujar Fatir, Ketua Kontingen OLIM FISIP. Keyakinan ini diperkuat oleh Bima, Kepala Departemen Olahraga BEM FISIP UI, yang menuturkan bahwa kontingennya telah berlatih “mati-matian” melalui rutinitas mingguan yang ketat.
Ambisi mereka tak berhenti di sini. FISIP menargetkan untuk terus menempati podium juara hingga satu dekade ke depan. “Juara umum 1, 2, 3 terserah. Tapi yang penting kita bisa podium terus 10 tahun, 15 tahun ke depan,” tutup Fatir.
Evaluasi: “Bayar-Membayar” di OLIM
Evaluasi mengenai dugaan adanya transaksi gelap sebagai tindak kecurangan salah satu fakultas di OLIM menjadi kalimat yang pertama kali terucap Fatir. “Ada pembahasan soal bayar-ngebayar gitu ya antara Olim dan juga salah satu fakultas dan itu juga jadi mencederai IKM UI aja sih, dan juga kayak ada kesan tidak adil gitu ya terhadap seluruh fakultas,” keluhnya. Fatir kemudian menyimpulkan harapannya terhadap Pesta Rakyat UI dengan dua kata, “Jangan dipolitisasi.”
Masalah birokrasi dan alur koordinasi juga menjadi sorotan utama yang perlu dibenahi. “Kadang memang alur birokrasi dan lainnya masih berantakan dan kurang well-prepared,” cetus Bima. “Mungkin ada faktor juga dari BEM UI yang telat dan ada masalah terkait dualisme dan lain-lain, mungkin itu bisa jadi faktor OLIM UI jadi ya bisa dibilang kurang memuaskan tahun ini,” lengkapnya.
Pesta Rakyat UI 2025 mungkin telah resmi ditutup di Balai Purnomo Prawiro, namun gairah yang ditinggalkannya menjadi standar baru bagi kompetisi tahun depan. Kemenangan mutlak Teknik dan ketangguhan FISIP adalah bukti nyata dari potensi besar mahasiswa UI. Kini, bola panas beralih ke tangan penyelenggara: mampukah Pesta Rakyat tahun depan hadir dengan manajemen yang lebih rapi, transparan, dan benar-benar menjadi pesta yang membanggakan bagi seluruh civitas akademika?
Oleh: Zafira Agnia Fadila dan Muhammad Rafi Haqqani
Editor: Rafa Zulhaq Rizaldi
Ilustrasi: Rafa Zulhaq Rizaldi
#SebatasKataKataBukanBudayaKami
Discussion about this post