Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

Pesta Rakyat UI 2025: Singa Teknik dan Macan Jingga Berebut Tahta

by Muhammad Rafi Haqqani & Zafira Agnia Fadila
23 Desember 2025
in Hard News

Setelah melewati berbagai rangkaian kompetisi, Pesta Rakyat UI 2025 akhirnya mencapai puncaknya pada Senin (22/12). Gelaran Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM), OLIM, dan UI Art War (UIAW) ditutup secara bersamaan di Balai Purnomo Prawiro FISIP UI. Tahun ini, “Singa Teknik” FT dan “Macan Jingga” FISIP saling berebut podium juara umum.

Hasil Juara Umum Pesta Rakyat UI 2025 (diolah oleh ilustrator)

OIM dan OLIM Milik Fakultas Teknik 

Fakultas Teknik (FT) mencatatkan tinta emas dengan membawa pulang gelar juara umum pada kompetisi OIM dan OLIM. Alina, Ketua Kontingen OIM FT, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya di tengah riuhnya pesta penutupan. Namun, di balik senyum kemenangannya, ia mengaku sempat didera rasa cemas. “Sebenarnya awalnya enggak expect (bisa juara umum), karena poin FT (pada OIM) sempat lebih rendah dibanding tahun lalu,” ungkap Alina. 

Meski begitu, Alina mengatakan bahwa kontingennya telah melakukan persiapan matang dengan pelatihan intensif. “Pelatihannya tuh biasanya kalau dari kami tuh 3 sampai 4 kali,” terangnya perihal persiapan kontingen FT menghadapi OIM. Alina menitipkan harapan agar kejayaan ini menjadi tradisi yang terus dipertahankan pada tahun 2026 mendatang.

Ambisi Panjang dari FISIP

Tak jauh dari dominasi Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tampil tangguh dengan meraih gelar juara umum pada  UIAW dan Juara Umum 2 OLIM..

Bagi para pimpinan kontingen FISIP, prestasi ini sudah masuk dalam kalkulasi mereka sejak awal. “Kami sebetulnya sudah expect banget kalau FISIP bisa juara umum karena banyak potensi yang kalau dimaksimalkan tuh bisa kayak gini, bisa juara umum,” ujar Fatir, Ketua Kontingen OLIM FISIP. Keyakinan ini diperkuat oleh Bima, Kepala Departemen Olahraga BEM FISIP UI, yang menuturkan bahwa kontingennya telah berlatih “mati-matian” melalui rutinitas mingguan yang ketat. 

Ambisi mereka tak berhenti di sini. FISIP menargetkan untuk terus menempati podium juara hingga satu dekade ke depan. “Juara umum 1, 2, 3 terserah. Tapi yang penting kita bisa podium terus 10 tahun, 15 tahun ke depan,” tutup Fatir.

Evaluasi: “Bayar-Membayar” di OLIM

Evaluasi mengenai dugaan adanya transaksi gelap sebagai tindak kecurangan salah satu fakultas di OLIM menjadi kalimat yang pertama kali terucap Fatir. “Ada pembahasan soal bayar-ngebayar gitu ya antara Olim dan juga salah satu fakultas dan itu juga jadi mencederai IKM UI aja sih, dan juga kayak ada kesan tidak adil gitu ya terhadap seluruh fakultas,” keluhnya. Fatir kemudian menyimpulkan harapannya terhadap Pesta Rakyat UI dengan dua kata, “Jangan dipolitisasi.”

Masalah birokrasi dan alur koordinasi juga menjadi sorotan utama yang perlu dibenahi. “Kadang memang alur birokrasi dan lainnya masih berantakan dan kurang well-prepared,” cetus Bima. “Mungkin ada faktor juga dari BEM UI yang telat dan ada masalah terkait dualisme dan lain-lain, mungkin itu bisa jadi faktor OLIM UI jadi ya bisa dibilang kurang memuaskan tahun ini,” lengkapnya. 

Pesta Rakyat UI 2025 mungkin telah resmi ditutup di Balai Purnomo Prawiro, namun gairah yang ditinggalkannya menjadi standar baru bagi kompetisi tahun depan. Kemenangan mutlak Teknik dan ketangguhan FISIP adalah bukti nyata dari potensi besar mahasiswa UI. Kini, bola panas beralih ke tangan penyelenggara: mampukah Pesta Rakyat tahun depan hadir dengan manajemen yang lebih rapi, transparan, dan benar-benar menjadi pesta yang membanggakan bagi seluruh civitas akademika?

 

Oleh: Zafira Agnia Fadila dan Muhammad Rafi Haqqani

Editor: Rafa Zulhaq Rizaldi

Ilustrasi: Rafa Zulhaq Rizaldi

#SebatasKataKataBukanBudayaKami

Related Posts

No Content Available

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Penelitian Economica
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide