Di bawah ribuan mimpi kampus yang luas,
Presiden mahasiswa berdiri penuh tegas,
Suara muda mengarah pada langkah yang selaras,
Menyulam harapan dalam langkah yang ikhlas.
Ia bukan sekadar pemimpin di ruang rapat,
Namun jembatan antara suara dan niat,
Menggenggam aspirasi tanpa syarat,
Menjadi teladan, bukan sekadar jabatan yang melekat.
Di tengah riuh debat dan wacana,
Ia hadir membawa semangat membara,
Menyatukan perbedaan jadi satu irama,
Menjaga nyala perjuangan agar tetap abadi di dada.
Presiden mahasiswa, simbol keberanian,
Mengukir jejak di jalan perjuangan,
Membawa generasi menuju cahaya harapan,
Menjadi saksi bahwa muda adalah kekuatan.
Pojok Sastra adalah kolom terbuka untuk tulisan jenis puisi, resensi, cerita pendek, dan opini. Dikurasi langsung oleh redaksi Economica.id.

