Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Headline

Isu PO Sosact: Perspektif Ani Utami

by Citra Mufthi Ulil Afida
3 Oktober 2015
in Headline, Kampus

Dicopotnya M. Nur Rokhim sebagai Project Officer (PO) Social Act FEB UI 2015 juga disusul dengan pengangkatan Ani Utami yang kala itu menjadi Vice Project Officer (VPO) menjadi PO. Di tengah isu yang tersebar terkait pencopotan tersebut, Ani menyempatkan untuk memberikan penjelasannya. Ia menjelaskan kronologi permasalahan yang terjadi di balik acara Social Act FEB UI 2015.

Sejak awal, Ani Utami mengaku memang tak berniat untuk mengajukan diri sebagai PO Sosact FEB UI 2015 ini. Ia mengatakan bahwa hanya akan membantu siapapun yang kemudian akan menjadi PO Sosact FEB UI 2015. Kebetulan kala itu Rokhim yang mengajukan diri dan mengajaknya sebagai VPO. Setelah berpikir 3-4 hari, akhirnya ia menerima tawaran Rokhim sebagai VPO Sosact FEB UI 2015.

Sempat diakui Ani bahwa untuk mendapatkan Pengurus Inti (PI) dan Badan Pengurus Harian (BPH) cukup sulit. Apalagi waktu itu terdapat dua tim sehingga Sumber Daya Manusianya menjadi terpecah. Akhirnya beberapa bagian diisi oleh orang-orang yang bukan dari divisi yang sama sebelumnya namun dianggap mampu menjalankan tugasnya.

Proses bidding dirasa Ani cukup mendebarkan lantaran “penyerangan” PO sudah dimulai sejak sesi 1. Hingga pada akhirnya muncul isu tukar posisi antara PO dengan VPO serta isu lulus bersyarat. Hal itu sudah dirasakan Ani semenjak masuk ruangan pada sesi 2 dan disambut oleh Fajar, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UI, yang mempunyai pengalaman kurang menyenangkan tentang Rokhim.

“Jadi, Ocim (sapaan Rokhim) pernah jadi staff keuangan di BEM dan ngilang gitu. Trus pas jadi VPO pemira juga sempet ilang,” jelas Ani.

Meskipun begitu, Ani tetap optimis dengan majunya Rokhim sebagai PO karena latar belakang yang diketahuinya cukup baik. Ani mengatakan bahwa Rokhim cukup baik saat menjadi BPH Sosact tahun lalu. Menurut Ani, pada saat itu Rokhim adalah orang yang last man standing pada saat hari H Sosact 2014. Hal ini membuat ia dan PI lainnya berasumsi bahwa Rokhim memang memiliki ketertarikan di Sosact. Dijelaskan juga oleh Ani bahwa Rokhim telah berjanji tidak akan ilang-ilangan lagi seperti sebelumnya di depan PI lainnya.

Sejak tim kerja Sosact FEB UI 2015 resmi dibentuk, Ani mengakui bahwa Rokhim sempat menghilang setelah bidding. Berbagai cara mulai dari mengirim pesan singkat, menemui langsung dan mengajak bicara sudah dilakukan. Hal ini cukup membuat Ani dan tim kesusahan. Apalagi untuk berbagai hal yang memerlukan tanda tangan PO menjadi terkendala karena keberadaan Rokhim yang sering menghilang. Beberapa kali usahanya menghubungi Rokhim juga gagal sehingga akhirnya ia menyerahkan kepada Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FEB UI.

Akhirnya, pada 5 Agustus 2015 di Hearing kedua Sosact, PI termasuk Ani dan Rokhim dipanggil oleh BPM namun Ani dan Rokhim dipisahkan dengan PI yang lain. Ani mengatakan, memang sebelumnya ia telah mengungkapkan keluhannya tentang jalannya persiapan acara Sosact kepada pihak BPM. Baru kemudian saat ia dipangil oleh BPM, ia ditawari untuk maju sebagai PO Sosact FEB UI 2015 menggantikan Rokhim. Namun secara resmi ia naik pangkat setelah Ketetapan BPM dibuat yang sebelumnya melakukan konsultasi kepada Pribadi Setiyanto selaku ketua Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) FEB UI dan meminta pendapat Economics Executive Forum (EEF).

Selama ini Ani berupaya membuat tim Sosact tidak mengalami demotivasi terkait dengan kejadian itu. Meski begitu, Ani tidak bisa mengelak saat ditanya rasa kecewanya kepada Rokhim mengenai hal tersebut.

“Kecewa lah. Orang awalnya gue nggak mau jadi PO, Cuma mau bantu. (kita) Mulai berdelapan, kok kelarnya bertujuh. Yang menginisiasi tim juga dia. Ya aneh aja,” ungkapnya mengakhiri wawancara.

Hilangnya Rokhim saat itu dikatakan tidak berpengaruh banyak dengan jalannya persiapan sosact FEB UI 2015. “Sosact itu intinya di Kabid (Kepala Bidang). Asal sinkron, trus controller-Treasurer selaras urusan sama dekanat, ya jalan aja.” Jelas Ani.

Sejak dicopotnya Rokhim sebagai PO, Ani mengaku hubungan antara Rokhim dengan Ani dan BPH lainnya tetap berjalan baik. Bahkan sempat Rokhim masih ditawari untuk tetap bergabung dengan tim Sosact FEB UI 2015. Ani menyebutkan bahwa karena Sosact adalah acara sosial, ia mempersilakan siapapun yang mau membantu kesuksesan acara tersebut.

 

Penulis: Citra Mufthi Ulil Afida, Silvia Adinda Tarigan

 

Baca juga: Kronologis, Persepktif Rokhim, Perspektif Ketua BEM FEB UI

Related Posts

Kampus

Isu PO Sosact: Perspektif Ketua BEM FEB UI

Kampus

Isu PO Sosact: Perspektif Rokhim

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide