Mengkritisi masa depan ekonomi Indonesia, Indonesian Economic Outlook (IEO) kembali menghadirkan seminar dengan mengusung tema “Foreseeing The Next Episode: Enhancing Indonesia’s Economy Through The Government Transition” pada Selasa (21/11) di Auditorium Soeria Atmadja, FEB UI. Pada tahun ini, IEO menghadirkan ahli ekonom dari setiap pasangan calon (paslon) Presiden RI dan sesi diskusi dipandu oleh Andhyta F. Utami, Co-Founder Bijak Memilih.
Hadirnya Representatif dari Setiap Paslon Calon Presiden RI
Pada acara IEO 2024 ini, terdapat sesi Panel Discussion di mana terdapat representatif dari setiap paslon yang terdiri dari Andi Wijayanto (representatif paslon Ganjar-Mahfud), Dradjad Wibowo (representatif paslon Prabowo-Gibran), dan Sudirman Said (representatif paslon Anies-Muhaimin). Masing-masing perwakilan memaparkan visi dan misi dari tiap pasangan yang mereka usung. Secara keseluruhan, masing-masing perwakilan paslon sepakat akan pentingnya pertumbuhan ekonomi secara merata.
Mereka juga mengajak peserta IEO sekaligus warga Indonesia untuk tidak golput pada Pemilu 2024 mendatang. “Golput tidak menyelesaikan masalah, melainkan sikap golput merupakan sikap tidak bertanggung jawab akan masa depan bangsa,” ujar Dradjad pada akhir sesi.
Habib Rab selaku Pemimpin Ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia turut menyoroti pencapaian positif Indonesia, termasuk manajemen makroekonomi yang kuat, pembangunan infrastruktur, dan upaya meningkatkan modal manusia. “Human capital menjadi prioritas utama. Keuangan sektor mendalam sebagai nomor dua dan pertumbuhan berkelanjutan dengan fokus pada lingkungan menjadi nomor tiga,” ujarnya.
Selain Habib Rab, acara ini turut dihadiri oleh Ferry Irawan selaku Staf Ahli Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Ia menekankan pentingnya pemantauan dan mitigasi terhadap dampak dari fluktuatifnya pertumbuhan ekonomi saat ini. “Tindakan pemerintah seperti bantuan beras dan sembako untuk lapisan masyarakat yang lebih rentan serta insentif untuk pembelian rumah guna meningkatkan daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi merupakan kebijakan yang cepat dan tepat,” ucapnya.
Berkaca dari Perspektif Pembicara: Acara IEO sebagai Sarana Pembelajaran Aktual
Ferry Irawan turut menyatakan bahwa acara ini sangat positif, terutama sebagai latihan bagi peserta dalam mengelola tim dan menghadapi kondisi nyata. “Harapan saya semoga acara ini dapat memberikan bekal berharga bagi peserta untuk merespons dan menghadapi berbagai kondisi aktual di masyarakat setelah mereka lulus,” ungkapnya.
Habib Rab pun turut memberikan pujian untuk IEO dalam hal seleksi topik, kualitas pembicara, dan tingkat keterlibatan peserta. Diskusi mengenai kondisi ekonomi Indonesia, kebijakan ekonomi dan pemaparan masa depan ekonomi oleh masing-masing pasangan calon terpilih, diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas ekonomi dalam periode pemilihan.
“Saya berharap bahwa diskusi ini akan membantu mengidentifikasi prioritas ekonomi yang lebih penting dalam menghadapi masa transisi dan memberikan kontribusi positif dalam menghasilkan ide-ide baru,” ujarnya.
Interaksi Penuh Makna: IEO Berhasil Menggugah Kritisisme Peserta Acara
Ibrahim Naufal (Ibrahim) selaku Project Officer IEO 2024 berpendapat bahwa tahun ini IEO ingin meruntuhkan rasa apatis para generasi muda terhadap politik di Indonesia. ”Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kami ingin para mahasiswa mengetahui kebijakan ekonomi apa saja yang akan dilakukan oleh setiap tim calon presiden agar mereka memilih secara objektif,” jelas Ibrahim. Ia juga berharap bahwa IEO tahun ini dapat memberikan dampak bagi Indonesia ke depannya.
Dian Rashna (Dian), salah satu peserta acara ini mengaku bahwa rangkaian acara yang paling berkesan adalah sesi diskusi dan tanya jawab. “Pertanyaan-pertanyaan kritis dari mahasiswa langsung ditanggapi oleh panelis dari setiap tim kemenangan calon presiden. Perbedaan jawaban tersebut dapat membuat kita sebagai generasi muda bisa menilai masing-masing tim secara objektif,” ujarnya.
“Topik yang paling saya suka yaitu pemaparan dari Bapak Projo mengenai sektor riil. Beliau memberikan contoh asli bagaimana caranya Cina dapat memberikan efisiensi biaya dari supply chance,” papar Zidan, salah satu peserta IEO sekaligus mahasiswa Ilmu Ekonomi 2021. Zidan juga merasa bahwa pemilihan pembicara sangat tepat dari berbagai latar belakang politik yang berbeda serta topik dibahas secara netral tanpa ada politik identitas di dalamnya.
Editor: Anindya Vania, Tara Saraswati, Muhammad Ramadhani


Discussion about this post