Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

Guyuran Hujan dan Kritikan Mewarnai Gelaran The 47th Jazz Goes to Campus

by Firda Putri Kurniasari, Muhammad Rafly Fadhly Putra, Muhammad Rifath Nasution, Patricia Eunike Vanuela Simarmata & Rania Talitha Amaira
19 November 2024
in Hard News, Headline, Kampus, Umum

LPS Present The 47th Jazz Goes To Campus (JGTC) diselenggarakan pada Minggu (17/11) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dengan mengusung tema β€œπ–πžπšπ―π’π§π  π‰πšπ³π³ 𝐈𝐧 π„π―πžπ«π² 𝐒𝐲𝐦𝐩𝐑𝐨𝐧𝐲”. Festival musik jaz terbesar di Indonesia ini kembali menghadirkan musisi terkenal, baik dari dalam maupun luar negeri. Pada tahun ini, para penonton terhibur dengan penampilan berbagai musisi ternama, seperti Maliq & D’Essentials, Bernadya, Reality Club, Ahmad Dekatama atau dikenal sebagai Pasming Based, HIVI!, Jeremy Passion, serta penampilan dari musisi terkenal lainnya.

Lika-Liku Rangkaian Kegiatan The 47th JGTC

Pada pagi sebelum berlangsungnya acara, langit Depok tampak cerah. Memasuki pukul 13.00 WIB, langit tampak mendung hingga akhirnya hujan lebat pun turun bersamaan dengan sesi open gate.

Meskipun hujan terus mengguyur sepanjang acara, penonton tetap antusias dan bernyanyi bersama dengan penuh semangat. Selain menikmati penampilan musik, JGTC tahun ini juga menyajikan berbagai aktivitas menarik bagi pengunjung. Fasilitas shuttle bus pun turut disediakan agar para pengunjung JGTC dapat menuju lokasi dengan nyaman.Β 

Acara juga diramaikan dengan stan sponsor dan food festival. Tak hanya itu, JGTC Museum juga hadir sebagai sarana memperkenalkan sejarah JGTC, budaya, dan irama jaz.Β Β 

Ramainya Keluhan terkait Penyelenggaraan The 47th JGTC

JGTC tahun ini tidak hanya diguyur hujan, tetapi juga oleh berbagai kritik dari Jazzmate yang kecewa. Keluhan pertama yang paling banyak dilemparkan adalah terkait rundown yang ngaret.

https://x.com/malkistcrumbs

Selain itu, antrean panjang, gangguan teknis, kondisi venue yang padat dan becek, serta fasilitas musala dan tempat wudu yang kurang memadai juga menjadi beberapa permasalahan yang diutarakan oleh para penonton.Β 

Fasilitas yang kurang memadai dan minimnya antisipasi dari panitia terhadap cuaca makin memperburuk pengalaman. Berbagai keluhan terhadap The 47th JGTC diungkapkan olehΒ beberapa pengguna X.

https://x.com/Kariwrna
https://x.com/beIajarl

Bahkan setelah acara selesaipun, masih timbul keluhan yang disampaikan pada unggahan X @dewawisana terkait lahan parkir di FEB UI yang penuh dengan sisa sampah dan peralatan yang belum dibersihkan sehingga menyebabkan lahan parkir berkurang dan banyak mobil terparkir di sepanjang ruas jalan hingga Senin (18/11) pukul 12.00 WIB.Β 

https://x.com/dewawisana

Kesan dan Pesan Jazzmates padaΒ  The 47th JGTC

Economica berhasil mewawancarai dua penonton JGTC dari kategori gold dan reguler. β€œBagi gue, JGTC tahun ini pecah banget! Mungkin karena (gue) beli tiket gold jadi pengalamannya beda. Contohnya, enggak perlu lama untuk mengantre dan bisa nonton di posisi yang lebih dekat dari panggung,” ungkap Nanda, salah satu penonton kategori gold.Β 

Namun, terdapat beberapa ketidaknyamanan yang masih dirasakan seperti masalah teknis di panggung Legacy hingga mati listrik di tenant makanan dan minuman. β€œKalau dibandingin sama tahun sebelumnya, ga begitu ada perbedaan selain line-up artisnya, tetapi yang bikin JGTC tahun ini kurang enjoyable adalah crowded banget, hujannya lebih brutal, serta rundown-nya ngaret hampir satu jam,” imbuhnya.Β 

Senada dengan Nanda, salah satu narasumber dari penonton kategori reguler pun menyampaikan bahwa JGTC tahun ini berjalan dengan rundown yang cukup mundur dari seharusnya. β€œTahun lalu hujan juga sih, tetapi enggak sampai ada kejadian korsleting listrik. Plus-nya, JGTC tahun ini menurut gue line-up artisnya lebih oke sih,” ujarnya.Β 

Keluhan lain yang turut disampaikan Jazzmate adalah terkait payung yang tidak boleh dibawa masuk ke area JGTC sehingga panitia langsung melakukan penyitaan di pintu masuk. Sayangnya, payung-payung sitaan ini dilaporkan langsung dibuang dan tidak dikembalikan kembali ke pemilik sehingga menimbulkan kemarahan para penonton.Β 

Selain itu, Nanda mengungkapkan bahwaΒ  panitia JGTC harus mengevaluasi lagi jumlah tiket yang dijual dan mempertimbangkan proporsi tiket VIP, gold, dan reguler karena menurutnya tahun ini venue terasa overcrowded.Β 

β€œUntuk beberapa masalah di hari-H, panitia bisa lebih prepare for the worst aja karena hujan itu beneran ngefek ke rundown acara, mood penonton, dan aspek teknis stage. Waktu body/bag checking juga bisa diperhatikan lagi agar enggak kecolongan, karena gue liat ada panitia dan penonton yang nge-vape di area panggung padahal sebenarnya enggak boleh,” tutur Nanda.Β 

Meskipun banyak keluhan dan masukan terkait penyelenggaraan acara kemarin, hingga artikel ini diterbitkan, Economica belum mendapatkan keterangan dan pendapat resmi dari perwakilan penyelenggara The 47th JGTC.

 

Editor: Anindya Vania dan Marshellin Fatricia

Related Posts

You Are What You Read: How Literary Fiction Rewires the Human Mind
Kilas Riset

You Are What You Read: How Literary Fiction Rewires the Human Mind

Hari Hutan Sedunia: Swasembada Energi di Atas Deforestasi
Soft News

Hari Hutan Sedunia: Swasembada Energi di Atas Deforestasi

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

Β© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide