LPS Present The 47th Jazz Goes To Campus (JGTC) diselenggarakan pada Minggu (17/11) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dengan mengusung tema βππππ―π’π§π πππ³π³ ππ§ ππ―ππ«π² ππ²π¦π©π‘π¨π§π²β. Festival musik jaz terbesar di Indonesia ini kembali menghadirkan musisi terkenal, baik dari dalam maupun luar negeri. Pada tahun ini, para penonton terhibur dengan penampilan berbagai musisi ternama, seperti Maliq & DβEssentials, Bernadya, Reality Club, Ahmad Dekatama atau dikenal sebagai Pasming Based, HIVI!, Jeremy Passion, serta penampilan dari musisi terkenal lainnya.
Lika-Liku Rangkaian Kegiatan The 47th JGTC
Pada pagi sebelum berlangsungnya acara, langit Depok tampak cerah. Memasuki pukul 13.00 WIB, langit tampak mendung hingga akhirnya hujan lebat pun turun bersamaan dengan sesi open gate.
Meskipun hujan terus mengguyur sepanjang acara, penonton tetap antusias dan bernyanyi bersama dengan penuh semangat. Selain menikmati penampilan musik, JGTC tahun ini juga menyajikan berbagai aktivitas menarik bagi pengunjung. Fasilitas shuttle bus pun turut disediakan agar para pengunjung JGTC dapat menuju lokasi dengan nyaman.Β
Acara juga diramaikan dengan stan sponsor dan food festival. Tak hanya itu, JGTC Museum juga hadir sebagai sarana memperkenalkan sejarah JGTC, budaya, dan irama jaz.Β Β
Ramainya Keluhan terkait Penyelenggaraan The 47th JGTC
JGTC tahun ini tidak hanya diguyur hujan, tetapi juga oleh berbagai kritik dari Jazzmate yang kecewa. Keluhan pertama yang paling banyak dilemparkan adalah terkait rundown yang ngaret.

Selain itu, antrean panjang, gangguan teknis, kondisi venue yang padat dan becek, serta fasilitas musala dan tempat wudu yang kurang memadai juga menjadi beberapa permasalahan yang diutarakan oleh para penonton.Β
Fasilitas yang kurang memadai dan minimnya antisipasi dari panitia terhadap cuaca makin memperburuk pengalaman. Berbagai keluhan terhadap The 47th JGTC diungkapkan olehΒ beberapa pengguna X.


Bahkan setelah acara selesaipun, masih timbul keluhan yang disampaikan pada unggahan X @dewawisana terkait lahan parkir di FEB UI yang penuh dengan sisa sampah dan peralatan yang belum dibersihkan sehingga menyebabkan lahan parkir berkurang dan banyak mobil terparkir di sepanjang ruas jalan hingga Senin (18/11) pukul 12.00 WIB.Β

Kesan dan Pesan Jazzmates padaΒ The 47th JGTC
Economica berhasil mewawancarai dua penonton JGTC dari kategori gold dan reguler. βBagi gue, JGTC tahun ini pecah banget! Mungkin karena (gue) beli tiket gold jadi pengalamannya beda. Contohnya, enggak perlu lama untuk mengantre dan bisa nonton di posisi yang lebih dekat dari panggung,β ungkap Nanda, salah satu penonton kategori gold.Β
Namun, terdapat beberapa ketidaknyamanan yang masih dirasakan seperti masalah teknis di panggung Legacy hingga mati listrik di tenant makanan dan minuman. βKalau dibandingin sama tahun sebelumnya, ga begitu ada perbedaan selain line-up artisnya, tetapi yang bikin JGTC tahun ini kurang enjoyable adalah crowded banget, hujannya lebih brutal, serta rundown-nya ngaret hampir satu jam,β imbuhnya.Β
Senada dengan Nanda, salah satu narasumber dari penonton kategori reguler pun menyampaikan bahwa JGTC tahun ini berjalan dengan rundown yang cukup mundur dari seharusnya. βTahun lalu hujan juga sih, tetapi enggak sampai ada kejadian korsleting listrik. Plus-nya, JGTC tahun ini menurut gue line-up artisnya lebih oke sih,β ujarnya.Β
Keluhan lain yang turut disampaikan Jazzmate adalah terkait payung yang tidak boleh dibawa masuk ke area JGTC sehingga panitia langsung melakukan penyitaan di pintu masuk. Sayangnya, payung-payung sitaan ini dilaporkan langsung dibuang dan tidak dikembalikan kembali ke pemilik sehingga menimbulkan kemarahan para penonton.Β
Selain itu, Nanda mengungkapkan bahwaΒ panitia JGTC harus mengevaluasi lagi jumlah tiket yang dijual dan mempertimbangkan proporsi tiket VIP, gold, dan reguler karena menurutnya tahun ini venue terasa overcrowded.Β
βUntuk beberapa masalah di hari-H, panitia bisa lebih prepare for the worst aja karena hujan itu beneran ngefek ke rundown acara, mood penonton, dan aspek teknis stage. Waktu body/bag checking juga bisa diperhatikan lagi agar enggak kecolongan, karena gue liat ada panitia dan penonton yang nge-vape di area panggung padahal sebenarnya enggak boleh,β tutur Nanda.Β
Meskipun banyak keluhan dan masukan terkait penyelenggaraan acara kemarin, hingga artikel ini diterbitkan, Economica belum mendapatkan keterangan dan pendapat resmi dari perwakilan penyelenggara The 47th JGTC.
Editor: Anindya Vania dan Marshellin Fatricia


Discussion about this post