Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Hard News

FEB UI Sambut Dekan Wanita Pertama, Apa Saja Ambisi 100 Harinya?

by Jannatin Aliyah & Patricia Eunike Vanuela Simarmata
28 Juni 2025
in Hard News

Kepemimpinan Baru FEB UI: Refleksi dan Harapan dari Pemilihan Dekan 2025

FEB UI resmi melantik Dekan baru pada  (23/06) lalu, setelah sebelumnya melakukan rangkaian proses seleksi calon Dekan FEB UI periode 2025–2029. Proses tersebut resmi dimulai sejak pendaftaran yang dibuka pada 16 April hingga 29 April 2025 melalui kanal resmi fakultas. 

Setelah melalui proses seleksi administrasi, tujuh kandidat dinyatakan lolos tahap awal dan tampil dalam sesi paparan publik yang diselenggarakan secara hybrid pada 15 Mei 2025 di Auditorium Soeria Atmadja FEB UI. Pada tahap ini, setiap kandidat menyampaikan gagasan kepemimpinan dan rencana pengembangan FEB UI ke depan. Economica berkesempatan mewawancarai Yulianti untuk menanyakan visi dan program kerjanya untuk FEB UI.

Dialog Dekan Terpilih: Menyusun Ruang Bersama untuk FEB UI

Dalam wawancara yang dilakukan tak lama setelah pengumuman resmi, Yulianti menanggapi berbagai pertanyaan dengan gaya yang terbuka dan penuh pertimbangan. Ketika ditanya bagaimana ia memaknai dirinya sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi dekan di FEB UI, ia menjawab, “Saya tidak pernah melihat ini sebagai pencapaian berbasis identitas. FEB UI adalah lingkungan yang meritokratis. Jika hari ini saya dipercaya memimpin, itu karena kapasitas dan kesiapan saya diuji,bukan karena gender.”

Hubungan dengan mahasiswa menjadi topik yang ia soroti secara mendalam. “Saya ingin mahasiswa merasa punya ruang untuk menyampaikan pendapat. Tidak perlu menunggu diundang,datang saja. Pintu saya terbuka,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa posisi mahasiswa dalam fakultas bukanlah sebagai pelengkap kebijakan, melainkan mitra sejajar. “Kalau kalian tahu apa yang kalian butuhkan, saya bantu fasilitasi. Bisa dengan jaringan alumni, narasumber, atau bahkan dosen tamu,” tambahnya.

Program Prioritas 100 Hari Kerja

Saat membahas prioritas 100 hari pertama, Yulianti menyebut tiga fokus utamanya: membentuk kanal komunikasi berbasis digital, membangun sistem endowment fund untuk mendukung kemandirian finansial, dan mempercepat digitalisasi layanan akademik. “FEB UI tidak bisa hanya mengandalkan UKT. Kita perlu sistem pendanaan jangka panjang yang transparan dan akuntabel,” jelasnya. Ia juga menyebut rencana untuk merancang dashboard publik sebagai bentuk keterbukaan dalam pengelolaan program dan anggaran.

Selain aspek struktural, ia juga menekankan pentingnya pengembangan soft skills mahasiswa. “Alumni kita ada di mana-mana,di kementerian, perbankan, sampai diplomasi internasional. Tapi kenapa harus menunggu mahasiswa lulus dulu untuk bertemu mereka? Saya ingin kolaborasi dengan alumni dimulai sejak tahun pertama, sebagai mentor, pembicara, atau fasilitator,” katanya. Menurutnya, kemampuan non-akademik seperti komunikasi, adaptasi, dan kepemimpinan tidak kalah penting dari capaian kurikuler.

Yulianti juga menyampaikan apresiasinya terhadap organisasi mahasiswa. “Kalian sering mengadakan acara yang rapi, terstruktur, bahkan kadang lebih profesional daripada penyelenggara institusional. Saya ingin menjadikan organisasi mahasiswa sebagai mitra fakultas, bukan sekadar pendukung acara,” ungkapnya. 

Menutup sesi tersebut, Yulianti menyampaikan refleksi yang sederhana namun kuat , “saya tahu saya tidak bisa memenuhi semua ekspektasi sekaligus. Tapi saya percaya, jabatan ini bisa menjadi ruang kolektif dan saya harap lebih banyak forum bersama dengan mahasiswa  untuk membangun bersama, bukan hanya untuk mengatur dari atas. Let’s shape the future together.”

Abbygayle Callista (EMA’24) dengan penampilan suara merdunya turut memeriahkan pelantikan Dekan Senin lalu. Ia  turut mengungkapkan antusiasme dan kegembiraannya, “saya berharap Ibu Yuli dapat dapat mendorong terciptanya lingkungan kampus yang semakin inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan zaman, terutama dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja,” tuturnya.

Intip Paparan Kandidat Calon Dekan Sebelumnya

Sebelumnya, paparan publik calon Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) periode 2025–2029 diselenggarakan pada 15 Mei 2025 secara hybrid di Auditorium Soeria Atmadja. Ketujuh kandidat menyampaikan visi strategis mereka di hadapan sivitas akademika, membahas topik-topik seperti tata kelola, kolaborasi riset, dan peran alumni.

Pada sesi paparan publik, Dr. Arief Wibisono Lubis, Ph.D. yang mengawali  urutan paparan menekankan penguatan standar akreditasi internasional dan pengembangan riset lintas disiplin. Ia mendorong agar mahasiswa dilibatkan dalam proyek riset global sejak tahun pertama studi melalui kolaborasi antar departemen. 

Disusul dengan dekan terpilih, Dr. Yulianti Abbas, S.E., M.E., Ph.D. mengusulkan pembentukan skema endowment fund untuk memastikan keberlanjutan pendanaan FEB UI, serta percepatan digitalisasi proses akademik dan layanan administratif untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas.

Calon dekan berikutnya, Siti Nuryanah, S.E., AK., MSM, MBUS (ACC), Ph.D., membawa visi Fostering FEB UI, fostering the faculty of economics dan business UI to be Fortitudinous, Ethical, Brilliant to contribute to the Unique Indonesia to be Acknowledged Universally-Internationally. 

Kemudian Prof. Dr. Sylvia Veronica Siregar, S.E., AK. hadir dengan visi membawa FEB UI menjadi pusat keunggulan global di bidang ekonomi dan bisnis yang akan menjadi tempat lahirnya pemimpin, innovator, dan wirausahawan yang memberikan dampak nyata bagi bangsa dan dunia. 

Prof. Dr. Ir. T. Ezni Balqiah, ME., MH. membawa enam tema strategis yang dirancang mencerminkan inovasi model bisnis institusi pendidikan tinggi untuk mendukung sasaran strategis Universitas Indonesia. Keenam tema tersebut yakni: enhancing institutional reputation; intellectual & research impact; network expansion; human capital; digitalization & infrastructure; environmental, social, & governance. 

Prof. Desi Adhariani, S.E., M.Si., Ph.D membawa rencana strategis dan program unggulan Triple Bottom Line: Prosperity (meningkatkan kesejahteraan dan inovasi unggulan), People (mengembangkan kapasitas SDM dan memperluas akses pendidikan), dan Planet (mewujudkan kampus berkelanjutan dengan penerapan tata kelola dan kolaborasi).

Sementara itu, Dr. Ratna Wardhani, Ph.D. yang mengakhiri urutan paparan mengusung visi menjadikan FEB UI sebagai entrepreneurship hub. Ia memaparkan rencana pembentukan ekosistem startup berbasis kampus yang menghubungkan akademisi, alumni, dan industri, dilengkapi dengan inkubator bisnis dan dukungan dana abadi.

 

Oleh: Patricia Eunike Vanuela S

Editor: Fauziah Nurzijah, Khansa, dan Rafa Zulhaq

Ilustrasi: Diniar Arini 

 

#SebatasKataKataBukanBudayaKami

 

Tulisan ini telah diedit pada 29 Juni 2025

Related Posts

Setelah Terpilih, Apa yang Akan Dilakukan Teguh Dartanto?
Hard News

Setelah Terpilih, Apa yang Akan Dilakukan Teguh Dartanto?

Teguh Dartanto Terpilih sebagai Dekan FEB UI 2021-2025
Hard News

Teguh Dartanto Terpilih sebagai Dekan FEB UI 2021-2025

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide