Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide
No Result
View All Result
Economica
Home Kampus

Empat Tahun Menuju Akreditasi: AACSB di Mata Mahasiswa FEB UI

by Azaria Hashina, Rama Vandika & Yosia Kenneth Manurung
22 September 2019
in Kampus

Poster AACSB terpampang di mading-mading, wallpaper bertuliskan AACSB memenuhi layar komputer di setiap kelas, banner AACSB terlihat di berbagai sudut gedung, hingga beberapa media sosial resmi FEB seperti akun twitter @birpendfeui, instagram @feb_ui dan lainnya mulai mengunggah konten terkait AACSB. Memasuki perkuliahan tahun ajaran 2019/2020, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia mulai melakukan sosialisasi akreditasi AACSB besar-besaran. Akan tetapi, tahu dan mengertikah mahasiswa FEB UI dengan proses akreditasi ini?

Tim Cerita Data Badan Otonom Economica kali ini mengangkat tema Pengetahuan Akreditasi AACSB di Kalangan Mahasiswa FEB UI. Pengambilan data digunakan dengan pengisian kuesioner yang diisi secara daring oleh mahasiswa FEB UI angkatan 2016-2018 Program Studi Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi serta wawancara Tim AACSB FEB UI. Melalui survei ini, kami ingin mengetahui tingkat kesadaran dan pengetahuan mahasiswa FEB UI tentang standar-standar AACSB. Sejak 2015 lalu, FEB UI sedang dalam proses untuk mendapat akreditasi sebagai sekolah bisnis yang mampu bersaing secara global.

Survei ini hanya mengevaluasi beberapa standar AACSB. Standar yang dipilih ialah yang berhubungan langsung dengan mahasiswa, seperti kualitas pendidikan, kewajiban mahasiswa serta dosen, dan lain-lain. Beberapa standar seperti perencanaan keuangan, perekrutan pegawai fakultas, dan lain-lain tidak kami sertakan dalam survei ini.

PROFIL RESPONDEN

Dari total 140 responden mahasiswa S1 FEB UI; Angkatan 2016-2018; Program Studi Ilmu Ekonomi, Akuntansi, Manajemen; Program Reguler, Paralel, dan Internasional, kami mengambil 26 responden mahasiswa Ilmu Ekonomi, 54 responden mahasiswa Akuntansi, dan 60 responden mahasiswa Manajemen. Pengambilan responden berdasarkan 3 angkatan dan 3 program studi ini berdasarkan objek akreditasi AACSB yang mengakreditasi ketiga program studi ini sejak 2016.

APA ITU AACSB?

The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) ialah asosiasi nirlaba beranggotakan sekolah bisnis dan  akuntansi, perusahaan, dan organisasi lainnya. Didirikan sejak 1916, tujuannya yakni untuk promosi serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi akuntansi dan bisnis. Standardisasi pertama oleh AACSB diterapkan pada tahun 1919, standardisasi kemudian diperluas untuk mencakup pendidikan akuntansi pada 1980. 

Dengan berbagai perubahan dalam dunia bisnis yang disebabkan oleh berbagai faktor, ―demografi, kekuatan ekonomi global, dan pembaharuan teknologi― institusi pendidikan memiliki peran besar dalam memberikan pengetahuan, pendidikan, dan keterampilan yang relevan dan sesuai dengan zaman. AACSB juga sangat mendorong anggotanya untuk terus berinovasi dalam kegiatan pendidikan dan diharapkan memberikan dampak pada praktik bisnis berdasarkan pendidikan yang telah distandardisasi.

FEB UI sendiri telah mengajukan akreditasi AACSB sejak tahun 2007. Namun, proses akreditasi ini mandek di tengah jalan karena beberapa hal, di antaranya ada beberapa stakeholder yang tidak setuju FEB mengikuti akreditasi AACSB, kurangnya jumlah publikasi ilmiah dosen, dan saat itu FEB masih bernama “Fakultas Ekonomi” yang dianggap kurang merepresentasikan sekolah bisnis Universitas Indonesia. Permasalahan nama “FE UI” ini akhirnya diperjuangkan oleh FEB dengan mengajukan perubahan nama yang akhirnya resmi pada tahun 2015 dan kembali memulai rangkaian proses akreditasi AACSB ini.

Akreditasi AACSB dilakukan dengan 6 tahapan. Tahap pertama, yaitu pendaftaran dan pemenuhan persyaratan sudah dilakukan FEB pada tahun 2015, langsung setelah nama FE UI berubah menjadi FEB UI. Tahap kedua, yaitu Initial Self Evaluation Report (iSER) pada tahun 2018. Tahap ketiga, yaitu iSER Update yang saat ini sedang dijalani. Tahap keempat, yaitu kunjungan mentor AACSB untuk Universitas Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2019 atau 2020. Tahap kelima, yaitu Final iSER. Tahap terakhir, yaitu evaluasi dari kunjungan sebelumnya dan prosesi yang terakhir adalah pemberian akreditasi.

Lebih dari 90 persen mahasiswa FEB UI menjawab bahwa AACSB mengakreditasi FEB UI. Kenyataannya, AACSB mengakreditasi Universitas Indonesia, sementara FEB UI sebagai  pelaksana akreditasi yang memenuhi persyaratannya. Mengingat AACSB merupakan akreditasi bagi sekolah bisnis, di antara seluruh fakultas yang ada di UI, hanya FEB lah yang paling pantas merepresentasikan Universitas Indonesia sebagai sekolah bisnis. Dalam akreditasi AACSB pun, objek akreditasi bukan bernama “Fakultas Ekonomi dan Bisinis Universitas Indonesia”, tetapi “Sekolah Bisnis Universitas Indonesia”.

Meski FEB UI kini memiliki 5 program studi, tidak semua program studi tersebut diakreditasi oleh AACSB. Seperti yang telah disebutkan di atas, FEB UI hanya merepresentasikan “Sekolah Bisnis Universitas Indonesia”. Sekolah Bisnis UI ini hanya mempunyai tiga Departemen, meliputi Departemen Ilmu Ekonomi, Departemen Akuntansi, dan Departemen Manajemen.

STANDAR-STANDAR AACSB

Standar 1-3: Manajemen Strategis dan Inovasi

Standar 1 AACSB menyatakan bahwa pihak fakultas perlu mengartikulasikan misi secara spesifik, hasil yang diharapkan dari misi tersebut, dan strategi yang menguraikan bagaimana hasilnya akan dicapai. Fakultas perlu memaparkan visi misi, prestasi, dan menetapkan perencanaan di masa depan untuk inovasi dan pembangunan berkelanjutan yang konsisten dengan visi misi.

Visi FEB adalah “Menjadi pusat pembelajaran ekonomi dan bisnis yang unggul di Asia sehingga berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia dan masyarakat global”. Misi yang diterapkan untuk mencapai visi tersebut adalah “Memberikan kontribusi pada pengembangan pengetahuan di bidang ekonomi dan bisnis dan menyiapkan pemimpin yang memiliki tanggung jawab sosial dan mampu menghadapi perubahan lingkungan global”. Rencana strategis untuk mencapai visi dan misi telah ditetapkan dalam SK Dekan nomor 321 dengan revisi SK Dekan nomor SK-092 untuk tahun 2018-2022. Rencana strategis (Renstra) tersebut dapat dilihat di situs FEB UI.

Standar 2 AACSB menyatakan bahwa pihak fakultas harus menghasilkan kontribusi intelektual berkualitas tinggi yang konsisten dengan misinya, hasil yang diharapkan, dan strategi yang berdampak pada teori, praktik, serta pengajaran bisnis maupun manajemen.

Dalam survei yang dilakukan, hanya 56 persen mahasiswa yang mengetahui kewajiban dosen untuk melakukan publikasi ilmiah. Berdasarkan wawancara yang dilakukan tim cerita data kepada narasumber dari tim AACSB, terdapat empat kategori dosen yang ada di FEB UI. Dua di antaranya memiliki kewajiban publikasi ilmiah, yaitu kategori Scholarly Academic (SA) dan Practice Academic (PA), sementara lainnya tidak yaitu kategori Scholarly Practitioner (SP) dan Instructional Practitioner (IP). Mayoritas dosen yang berada dalam kategori wajib mengeluarkan publikasi ilmiah.

Standar 3 AACSB menyatakan bahwa pihak fakultas memiliki strategi keuangan yang memadai untuk mencapai visi dan misi serta berbagai kegiatannya. Dalam survei yang dilakukan, sebagian besar mahasiswa mengetahui bahwa sumber dana FEB UI berasal dari berbagai sumber, seperti penyewaan fasilitas, ventura dan kerja sama, hibah penelitian, Ikatan Alumni (ILUNI) FEB UI, Biaya Operasional Pendidikan (BOP), serta APBN. Setidaknya, hampir semua sumber tersebut telah diketahui oleh lebih dari 50 persen mahasiswa FEB UI. Hanya hibah penelitian yang  diketahui oleh kurang dari 50 persen mahasiswa FEB UI. Sumber dana yang paling sering diketahui mahasiswa adalah dana dari Iluni FEB UI, BOP, dan APBN.

Standar 4-7: Mahasiswa, Fakultas, dan Staf Profesional

Standar 4 AACSB menyatakan bahwa kebijakan, prosedur penerimaan mahasiswa dan sistem pendidikan yang mendukung keberlangsungan akademis bersifat jelas, efektif, diterapkan secara konsisten, sesuai dengan visi, misi, strategi, serta ekspektasi FEB UI. Standar 5 AACSB menyatakan bahwa pihak fakultas memelihara dan menciptakan sistem yang memadai untuk memastikan hasil yang berkualitas di berbagai program gelar yang ditawarkannya dan untuk mencapai komponen lain dari misinya. Siswa di semua program, disiplin ilmu, dan lokasi dapat menerima instruksi dari pihak fakultas.

Standar 6 AACSB menyatakan bahwa pihak fakultas memiliki proses yang terdokumentasi dan dikomunikasikan dengan baik. Hal ini bertujuan untuk mengelola dan mendukung anggota fakultas atas kemajuan karier mereka. Standar ini harus konsisten dengan visi, misi, hasil yang diharapkan, dan strategi fakultas.

Standar 7 AACSB menyatakan bahwa sekolah memiliki staf profesional yang cukup untuk memastikan hasil yang berkualitas di berbagai program studi dan mencapai komponen lain dari misinya. Untuk memenuhi standar ini, FEB UI sudah mulai mengutamakan penerimaan dosen dengan pendidikan terakhir minimal S3. Beberapa dosen yang berpendidikan terakhir S2 didorong dan didukung fakultas untuk terus melanjutkan pendidikannya sampai jenjang S3.

Standar 8-12: Pembelajaran dan Pengajaran

Standar 8-12 AACSB membahas mengenai kurikulum, syarat-syarat mahasiswa dalam memenuhi perkuliahan, Assurance of Learning (AoL), dan Evaluasi Dosen.

  1. Kurikulum

Dari survei yang diadakan oleh Tim Cerita Data, 111 orang dari 140 responden mengetahui bahwa pernah ada revisi kurikulum dan silabus pada mata kuliah yang mereka ambil. Selama proses akreditasi AACSB ini, FEB UI banyak berbenah mengenai konten pembelajaran demi menyesuaikan materi dan kurikulum yang sesuai dengan standar AACSB. Selain itu, sejak ada akreditasi ini, kurikulum dan silabus di setiap kelas pada mata kuliah yang sama mulai  akan selalu disamakan. Terlebih, diharapkan setiap mahasiswa memiliki outcome yang sama meski mendapat pengajaran dari dosen yang berbeda, tidak seperti sebelumnya yang ditentukan oleh dosen di masing-masing kelas. Oleh sebab pembelajaran dan pengajaran disamakan materinya, maka ujian pun bersifat paralel. 

 Dari survei yang diadakan oleh Tim Cerita Data, 113 orang dari 140 responden mengetahui bahwa mereka dapat mengusulkan mata kuliah ataupun turut serta mereview silabus. Dalam wawancara yang dilakukan Tim Cerita Data dengan Tim AACSB FEB UI, pengajuan mata kuliah baru oleh pihak fakultas/departemen juga mengikutsertakan mahasiswa dalam peresmian pembukaan mata kuliah tersebut dan penyusunan silabusnya. Contoh pengajuan mata kuliah  yang baru ialah adanya pembukaan Mata Kuliah Aljabar Linear di Departemen Ilmu Ekonomi FEB bekerja sama dengan Departemen Matematika FMIPA dan melibatkan I Gede Sthitaprajna Virananda sebagai perwakilan mahasiswa. “Gue yang mengusulkan mata kuliah itu biar buka di FEB. Waktu peresmiannya kemarin gue juga ikut mengusulkan materi apa aja yang diajarkan di kelas nanti”, tutur Jana. Namun, sayang sekali mata kuliah ini batal dibuka di FEB. Bagi yang ingin mengambil mata kuliah ini harus belanja mata kuliah ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI. Perubahan silabus sendiri biasanya dilakukan berdasarkan informasi dari CDC UI (Career Development Center Universitas Indonesia).

2. Syarat Kelulusan bagi Mahasiswa

Dalam standar 11 AACSB, pihak fakultas berkewajiban untuk merincikan standar kelulusan yang dibebankan tiap mahasiswa, baik dari sisi beban studi minimum (SKS), masa studi maksimum, dan lain-lain.

Dari survei ini, masih ada 30 persen mahasiswa FEB UI yang mengaku belum pernah mendapat sosialisasi syarat kelulusan, baik dalam setiap semester maupun dalam menempuh sarjana ekonomi. Padahal, imbauan mengenai syarat kelulusan telah diberlakukan oleh FEB UI dalam “Dekanat Session” yang diisi oleh pihak Dekanat FEB UI dalam rangkaian acara Orientasi Pengenalan Kampus (OPK) FEB UI. Dalam acara ini, mahasiswa FEB UI mendapat informasi dan pedoman yang jelas mengenai studi di FEB UI. Mahasiswa juga diberikan akses informasi mengenai hal ini melalui softcopy Buku Pedoman Akademik yang dapat diunduh melalui tautan ini.

Dalam survei yang dilakukan oleh Tim Cerita Data, beban studi minimum bagi mahasiswa program pendidikan sarjana yang diketahui oleh 123 dari 140 responden ialah 144 SKS. Meski ada beberapa jawaban responden yang kurang tepat, dapat dikatakan hampir 90 persen mahasiswa FEB mengetahui beban studi minimumnya karena mengacu pada Buku Panduan Akademik, beban studi minimum untuk mencapai kelulusan bagi mahasiswa S1 Reguler/Paralel/Internasional sebagai Sarjana Ekonomi ialah 144-146 SKS.

Dalam survei yang dilakukan oleh Tim Cerita Data, beban studi bagi program pendidikan sarjana yang harus diperoleh setiap tahun yang diketahui oleh 69 dari 140 responden ialah 24 SKS. Kurang dari 50 persen mahasiswa FEB UI yang mengetahui salah satu syarat kelulusan per tahun ini. Setiap tahun, mahasiswa FEB UI selalu dievaluasi hasil pembelajarannya untuk menentukan apakah mahasiswa tersebut dinyatakan dapat melanjutkan studi di FEB atau di-Drop Out. Setiap tahun, mahasiswa diwajibkan memeroleh SKS lulus dalam kelipatan 24 SKS dengan kesempatan masa studi maksimum selama 6 tahun atau 12 semester. Tahun pertama (semester 1 dan 2) memeroleh sekurang-kurangnya 24 SKS, tahun kedua (semester 3 dan 4) memeroleh sekurang-kurangnya 48 SKS, tahun ketiga (semester 5 dan 6) memeroleh sekurang-kurangnya 72 SKS, tahun keempat (semester 7 dan 8) memeroleh sekurang-kurangnya 96 SKS, tahun kelima (semester 9 dan 10) memeroleh sekurang-kurangnya 120 SKS, dan masa studi maksimum di tahun keenam (semester 11 dan 12) memeroleh sekurang-kurangnya 144 SKS.

Untuk memenuhi salah satu standar AACSB yang menyatakan bahwa lulusan FEB UI memenuhi standar dalam bidang penguasaan bahasa asing, FEB UI mewajibkan setiap mahasiswa program S1 Reguler/Paralel untuk mengambil mata kuliah dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris minimal 15 SKS. Dalam survei yang dilakukan oleh Tim Cerita Data, beban studi minimum untuk mata kuliah dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris bagi mahasiswa S1 Reguler/Paralel FEB UI sebanyak 15 SKS diketahui oleh 94 dari 140 responden.

Selain pemenuhan jumlah kredit dan pengambilan mata kuliah berbahasa inggris, mahasiswa FEB UI juga diwajibkan untuk mengikuti dua jenis tes berbahasa inggris, yaitu English Proficiency Test (EPT) saat menjadi mahasiswa baru dan Comprehensive Test of English (CTE) atau tes yang setara (TOEFL/IELTS) yang harus diambil oleh mahasiswa tahun keempat. Dari survei yang dilakukan oleh Tim Cerita Data, 80 persen mahasiswa FEB UI mengetahui bahwa mereka wajib melaksanakan EPT.

CTE/TOEFL/IELTS yang diwajibkan kepada seluruh mahasiswa FEB UI tahun keempat merupakan salah satu syarat untuk mengajukan permohonan Ujian Karya Akhir. Berikut pilihan tes bahasa inggris yang dapat diambil mahasiswa FEB UI dalam memenuhi syarat kelulusan menjadi sarjana.

  • Assurance of Learning (AoL)

Sekolah bisnis perlu memiliki sistem pembelajaran dan penyusunan kurikulum yang jelas untuk dapat mengukur apakah target pembelajaran telah dicapai. AoL merupakan salah satu standar yang dibuat oleh AACSB sebagai standardisasi kemampuan dasar yang harus dimiliki mahasiswa, di antaranya: mampu berkomunikasi, berpikir analitis dan reflektif, membangun hubungan  interpersonal, dan bekerja di lingkungan yang multikultural.

  • Evaluasi Dosen

Efektivitas pengajaran sebagai salah satu standar AACSB mengharuskan dosen memiliki kualifikasi minimal dan merata dalam kemampuan mengajar. Standar ini juga mengharuskan fakultas memiliki program untuk mengevaluasi dosen dalam rangka menjaga dan terus meningkatkan kualitasnya. Pencapaian-pencapaian yang didapatkan oleh dosen juga harus disosialisasikan untuk meningkatkan dampak positif terhadap pembelajaran mahasiswa.

Faktanya, 79 persen mahasiswa menganggap kualitas dosen, khususnya pengajar mata kuliah yang sama tidak memiliki pengetahuan, metode pengajaran, dan evaluasi mahasiswa yang tidak sama. Mayoritas mahasiswa juga belum merasakan dampak dari adanya Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) dalam meningkatkan kualitas dosen mengajar. Sementara itu, 89 persen mahasiswa FEB mengetahui penghargaa-penghargaan yang dicapai oleh dosen dan disosialisasikan dengan baik di berbagai media.

Standar 13-15: Keterkaitan Akademik dan Profesional

Sekolah bisnis yang diharapkan oleh AACSB harus mengutamakan pembelajaran secara teori maupun praktik. Standar 13-15 ini dibuat untuk mengintegrasikan pendidikan secara teori maupun praktik dengan pendidikan yang menegaskan pentingnya experential learning dan executive education.

Executive education adalah salah satu standar yang disyaratkan AACSB untuk mendapatkan akreditasi. Program ini merupakan aktivitas pendidikan dan pengajaran di luar kelas, seperti kegiatan penelitian, proyek kerja sama dengan pemerintah atau lembaga swasta. Dari 140 responden, hanya 22 orang yang mengetahui adanya program executive education di FEB UI. Di FEB UI sendiri, pelaksana dari program executive education adalah lembaga-lembaga yang bernaung di bawah FEB UI, yaitu: Career Development Center (CDC) FEB, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Lembaga Demografi (LD), Lembaga Manajemen (LM), Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA), Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS), dan UKM Center.

Dari ketujuh lembaga Lembaga Demografi merupakan lembaga yang paling banyak diketahui oleh mahasiswa. Sementara itu, Lembaga Manajemen merupakan lembaga yang paling sedikit diketahui mahasiswa. UKM Center, Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah, Lembaga Demografi, dan Career Development Center berada di kampus FEB UI Depok, sedangkan Pusat Pengembangan Akuntansi, Lembaga Manajemen, dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat berada di kampus FEB UI Salemba.

MANFAAT DAN HAMBATAN AACSB

Benefit yang didapatkan institusi yang mendapatkan akreditasi AACSB sangat menguntungkan. Institusi yang sudah terakreditasi AACSB akan terhubung satu sama lain sehingga mahasiswa lebih mudah mendapatkan kesempatan mengikuti pertukaran pelajar, bekerja di luar negeri, melanjutkan studi ke luar negeri, dianggap memiliki kualitas yang setara di level internasional, dan mendapatkan kualitas standar pendidikan yang setara dengan tingkat global. Lebih dari 40 persen mahasiswa mengamini hal ini.

Tentu hambatan juga harus dilalui FEB. Terhentinya proses pemenuhan syarat pengajuan akreditasi FEB di tahun 2007 menjadi bukti bahwa akreditasi ini membutuhkan proses yang cukup sulit dan panjang. Hambatan kewajiban dosen menerbitkan publikasi ilmiah sudah  diatasi dengan adanya kebijakan bahwa dosen wajib memiliki publikasi ilmiah. Namun, hambatan-hambatan seperti kesamaan kurikulum FEB dengan fakultas lain (FIA), masih adanya penggunaan text book tiruan (ilegal) oleh mahasiswa-legal jika menggunakan fotokopi per bab buku-, soal ujian yang belum paralel, ketidakseragaman silabus mata kuliah yang sama, dan hal lainnya dalam meraih akreditasi AACSB harus segera diatasi.

KRITIK DAN SARAN DARI MAHASISWA

Empat tahun sudah FEB UI secara resmi mengikuti proses akreditasi AACSB, tetapi mahasiswa masih merasa tidak ada sense of belonging dalam proses pencapaiannya. Masih banyak mahasiswa yang belum memahami apa itu akreditasi AACSB dan proses apa saja yang sudah dilakukan FEB dalam memenuhi persyaratannya. Sosialisasi oleh Tim Pelaksana AACSB FEB UI harus ditingkatkan karena mahasiswa merupakan salah satu elemen penting dalam pemenuhan akreditasi.

Soal ujian yang bersifat paralel sudah cukup efektif dalam menargetkan outcome pengetahuan yang sama, tetapi masih ada beberapa dosen yang tidak mengikuti silabus sehingga terkadang input yang didapatkan tidak sesuai dengan output yang diharapkan. Mahasiswa juga meminta agar masing-masing dosen memiliki kualitas yang merata dalam bidang keilmuannya, adil dalam evaluasi (pemberian nilai), dan turut aktif dalam kegiatan riset serta melakukan publikasi ilmiah. Terakhir, mahasiswa berharap fungsi EDOM dalam rangka peningkatan kualitas dosen lebih ditingkatkan.

*Terjadi revisi pada Senin, 23 September pukul 18.10. Terdapat revisi desain pada Gambar 01. Penulis memohon maaf atas kesalahan tersebut.


Related Posts

Fun Gathering Dies Natalis ke-72 FEB UI: Semarak Merayakan Predikat Double Crown Accreditation
Hard News

Fun Gathering Dies Natalis ke-72 FEB UI: Semarak Merayakan Predikat Double Crown Accreditation

Keberhasilan FEB UI sebagai Satu-Satunya Sekolah Bisnis yang Memperoleh Double Crown Accreditation
Hard News

Keberhasilan FEB UI sebagai Satu-Satunya Sekolah Bisnis yang Memperoleh Double Crown Accreditation

Discussion about this post

  • Tentang
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi

© 2024 Badan Otonom Economica

Situs ini menggunakan cookie. Dengan menggunakan situs ini Anda memberikan izin atas cookie yang digunakan.

Selengkapnya Saya Setuju
Privacy & Cookies Policy

Privacy Overview

This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website. We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies. But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience.
Necessary
Always Enabled
Necessary cookies are absolutely essential for the website to function properly. This category only includes cookies that ensures basic functionalities and security features of the website. These cookies do not store any personal information.
Non-necessary
Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
SAVE & ACCEPT
No Result
View All Result
  • Hard News
    • Soft News
  • Sastra
  • Mild Report
    • In-Depth
  • Penelitian
    • Kilas Riset
    • Mini Economica
    • Cerita Data
    • Riset
  • Kajian
  • Majalah Economica
  • UI Guide