Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia kembali menggelar acara tahunan Dies Natalis FEB UI pada Sabtu (26/10). Acara ini dihadiri oleh sivitas akademika FEB UI dan alumni dari lintas generasi. Dies Natalis ke-75 ini mengangkat nuansa tahun ‘70-an yang diramaikan dengan rangkaian acara guyub santai, parade musikal, perlombaan, aneka bazar, musik dan hiburan, serta pembagian doorprize dan hadiah menarik lainnya.
Kemeriahan di Tahun ke-75
Acara dibuka dengan Guyub Santai yaitu jalan santai berkeliling UI sejauh tujuh kilometer. Dekan FEB UI, Yulianti Abbas, menjelaskan terdapat perubahan rute saat jalan santai, “Karena kakak-kakak senior bilang tujuh kilo (meter) kejauhan, jadi saya ajakin motong (jalan). Mestinya muncul dari situ (rute Bikun blue line), kita muncul dari sana (arah jembatan teknik sastra).” Yulianti mengatakan bahwa peserta Guyub Santai merasa senang karena mereka belum pernah melewati jalan tersebut dan mengabadikannya dengan foto bersama.
Dalam wawancara bersama Economica, Yulianti merasa bahwa salah satu visinya, yakni untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas generasi di lingkungan FEB UI dilakukan melalui acara Dies Natalis ini. “Saya merasa bahwa salah satu kekuatan kita di FE ini adalah kita itu satu keluarga. Saya pernah bilang ya, mau ketemu sama alumni tahun berapapun mereka tuh semua seneng kalo ketemu sama lulusan kita, sama mahasiswa kita (FEB UI),” ungkap Yulianti dengan antusias.
Acara berikutnya diadakan di panggung utama. Kali ini dimeriahkan dengan perlombaan serta penampilan dari alumni FEB UI. Candra Darusman, musisi sekaligus alumni FEB UI tahun 1976, bersama rekan-rekannya membawakan lagu “FEB UI Kini”, “Kebebasan Mimbar”, dan beberapa lagu jazz lainnya.
Di sisi lain, tampak Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia 2013-2018 sekaligus alumni FEB UI tahun 1975, turut hadir untuk melihat usaha-usaha kreatif yang ada di bazar, ditemani oleh Dekan FEB UI. “Alumni kita tuh banyak sekali (yang berkiprah di entrepreneur) dan nanti mungkin boleh ngobrol (bersama alumni). Yang di sebelah sana (tenant di tengah Gedung Dekanat dan lapangan kolam makara) itu komunitas kopi. Jadi mereka bersama-sama itu membuat komunitas yang semuanya dari hulu ke hilir. Dari mulai (pengolahan) beans-nya sampai ke pemasaran(nya),” ungkap Yulianti.
Economica juga berkesempatan untuk mewawancarai salah satu alumni FEB UI tahun 2005, Luki. Ia menyebutkan bahwa pada tahun ini, FEB UI angkatan 2005, telah memasuki dua dekade. Kehadirannya pada Dies Natalis kemarin bertujuan untuk mengajak seluruh angkatan bergabung dalam Speed Networking. “Di mana nanti setiap dari kita punya satu menit untuk menjelaskan lagi aktif dimana dan cari apa. Semoga itu bukan jadi acara ngumpul-ngumpul dan makan doang, tapi juga bisa create opportunity diantara kita,” jelasnya dalam wawancara.
Tidak hanya alumni, seluruh sivitas akademika FEB UI juga menikmati acara Dies Natalis. Ahmad Sukarna, selaku Tendik Departemen Manajemen, ikut memeriahkan acara dengan memakai kostum Elvis Presley yang hits pada tahun ‘70-an. Ahmad selalu mengikuti acara Dies Natalis yang diselenggarakan FEB UI setiap tahunnya. Ia menjelaskan terdapat perbedaan suasana untuk tahun ini. “Yang beda bubur ayamnya ngga ada, tiap tahun (biasanya) ada,” nada Ahmad bercanda.
Pada acara Dies Natalis kali ini juga terdapat satu stan bazar yang menarik perhatian, yaitu stan Kambing Bakar Bin Edu hadir sebagai bentuk crowdfunding dari para alumni FEB UI. Melalui pemindaian barcode untuk pembayaran di stan tersebut, dana yang terkumpul langsung terhubung ke dana abadi FEB UI sebagai subsidi bagi pembayaran UKT untuk program studi S1 FEB UI.
Pesan dan Harapan untuk Untuk Mahasiswa
Melalui acara seperti Dies Natalis ini diharapkan seluruh sivitas FEB UI mulai dari tenaga pendidik, mahasiswa, sampai alumni dapat menjalin relasi yang kuat. “Mudah-mudahan saya berharap kedepan mahasiswa juga bisa lebih banyak ikut dan kita bisa kenalan. Jadi mungkin buat proses berkenalan dan networking bisa dimulai saat teman-teman masih mahasiswa. Nah, ini memang kita kemarin mungkin karena temen-temen (mahasiswa) ujian ya, jadi mungkin kita ga terlalu aktif, tapi mungkin tahun depan kita coba cari timing yang juga cocoklah buat teman-teman mahasiswa,” ujar Yulianti.
Selaras dengan hal tersebut, Luki juga berpesan kepada mahasiswa FEB UI mengenai pentingnya berjejaring. “Pesannya adalah teman-teman aktif berorganisasi, perbanyak teman. Jadi bukan hanya di jurusan aja, tapi di angkatan, kalau bisa lintas angkatan. Pokoknya, contribute apapun yang kalian bisa lakukan karena memang masa depan itu nggak cuman bergantung dari IQ aja. Jadi network really matters sih,” ucap Luki.
Editor : Fauziah Aqilah, Rafa Zulhaq, Titania Nikita


Discussion about this post