Seleksi Jalur Prestasi Universitas Indonesia (SJP UI) merupakan salah satu jalur mandiri yang disediakan oleh Universitas Indonesia. Pada tahun 2023, pendaftaran Seleksi Jalur Prestasi (SJP) dikenakan biaya sebesar Rp850 ribu setelah tahun 2022 ditetapkan gratis. Untuk memahami lebih dalam alasan di balik keputusan pengubahan SJP UI menjadi berbayar, Economica berkesempatan mewawancarai Dr. Gunawan, S.T., M.T selaku Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UI dan Mikael Ginting selaku Koordinator Penerimaan Mahasiswa Baru UI pada Selasa (23/04).
Transformasi Jalur Olimpiade menjadi Seleksi Jalur Prestasi UI
Gunawan memaparkan, sebelum tahun 2022 Jalur Olimpiade UI merupakan jalur masuk yang terbilang eksklusif karena tidak dibuka untuk umum.. “Dulu mereka (calon mahasiswa baru) berkomunikasi dengan fakultas, yang mana informasi dari fakultas ini belum tentu di-publish secara umum. Sekarang (di SJP UI) siapa pun boleh mendaftar selama memenuhi kriteria, tidak harus lewat sekolah atau fakultas,” ujarnya.
Gunawan melanjutkan, “Mulai tahun 2022, ada masukan dari pimpinan (UI) bahwa mekanisme Jalur Olimpiade tersebut agaknya kurang fair. Pimpinan (UI) kemudian mengusulkan Jalur Olimpiade di-handle oleh kantor PMB dan sebisa mungkin dibuka untuk umum.”
Dalam SJP, siapa pun boleh mendaftar sehingga pendaftarannya bersifat tak terbatas pada prestasi Olimpiade saja. “Kalau namanya jalur Olimpiade terdengar seolah-olah hanya terbatas pada olimpiade. Padahal prestasinya tidak terbatas, bisa olahraga, seni, keagamaan, selama prestasi itu juara nasional,” terang Gunawan.
Prestasi yang dapat dilampirkan dalam jalur ini adalah minimal sebagai juara tiga atau medali perunggu di tingkat nasional sehingga pendaftar yang hanya memiliki prestasi tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota akan tereliminasi. “Kami prioritaskan untuk kompetisi-kompetisi yang kredibel—diakui Puspresnas atau diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kredibel, misalnya kementerian, TNI, Polri, dan sebagainya,” lanjut Gunawan.
Untuk prestasi lomba yang diselenggarakan oleh universitas, Gunawan mengungkapkan bahwa hanya lomba yang diselenggarakan UI yang dapat diakui dan minimal tingkat nasional. “Kalau sertifikat lomba yang penyelenggaranya universitas lain mungkin bisa dipakai untuk mendaftar tetapi peluang diterimanya sangat kecil,” terangnya.
Adanya prasyarat sertifikat prestasi ini diharapkan dapat menyaring calon mahasiswa baru dengan lebih efektif, sebab ketentuannya sudah disepakati semua pimpinan fakultas dan pimpinan rektorat.
Mekanisme Baru Seleksi Jalur Prestasi UI
Pada tahun 2022 pendaftar SJP UI membludak hingga 6.302 orang. Dari jumlah tersebut, terungkap bahwa sebagian besar adalah mereka yang hanya mencoba-coba dan tidak memenuhi prasyarat sertifikat. “Dokumen yang mereka miliki rata-rata hanya tingkat Kabupaten/Kota. Setelah dipilah, ternyata yang memenuhi prasyarat sertifikat hanya kisaran 200-300 pendaftar,” ujar Gunawan.
Pada tahun 2023, dengan maksud untuk menyaring dari awal, pendaftaran SJP ini diubah menjadi berbayar. “Seleksi jalur prestasi ini kemudian dibuat berbayar pada tahun 2023, disamakan dengan biaya pendaftaran jalur prestasi lain yaitu PPKB sebesar 850 ribu. Alhasil jumlah pendaftar tahun 2023 menurun drastis menjadi 246 dan pendaftar yang sedikit itu memang qualified.”
Hal yang tidak berubah adalah jalur prestasi sama sekali tidak melihat nilai rapor walaupun tetap menjadi berkas persyaratan untuk keperluan verifikasi data. Hal ini disebabkan karena SJP tidak menerima lulusan SMA di tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa tidak semua kandidat dipastikan diterima. “Nantinya mekanisme penilaian diserahkan ke fakultas masing-masing. Kalau ada peraih medali emas dan peraih medali perunggu mendaftar di prodi yang sama, akan lebih unggul si peraih medali emas sekalipun rapor si peraih medali perunggu lebih bagus,” terang Gunawan.
Pesan Untuk Calon Mahasiswa Baru
Bagi calon mahasiswa baru tentu perubahan mekanisme ini bisa mengubah rencana mereka dalam mendaftar jalur prestasi UI, terutama bagi mereka yang memiliki kendala biaya. Untuk menjawab hal ini, Gunawan mengatakan, “Dari awal sudah disosialisasikan. Kalau misalnya ada kendala biaya, silakan mendaftar di SNBP yang tidak memungut biaya sama sekali.”
Gunawan memaparkan bahwa pihak PMB sejauh ini belum mengakomodasi kandidat yang meminta pembebasan biaya pendaftaran seleksi jalur prestasi (SJP) karena memang belum ada permohonan terkait biaya. “Saya belum mencoba mencari pandangan lain. Seandainya ada case tersebut, UI pasti punya mekanisme tersendiri. Apapun kebijakannya pasti ada diskresi untuk kasus-kasus tertentu. Akan tetapi, pada tahun 2023 kemarin, saya memang tidak menemukan ada kandidat SJP yang memenuhi kriteria tetapi mengalami kendala biaya,” tutur Gunawan.
Terakhir, Gunawan mempunyai pesan untuk calon mahasiswa baru UI. “Silakan manfaatkan jalur SJP ini karena keketatannya sangat longgar. Peluangnya sangat besar apalagi di prodi yang bukan favorit. Nanti ketika diterima adik-adik akan menjadi duta karena sudah ahli di bidang terkait. Jadi, nanti ketika ada kompetisi antar perguruan tinggi adik-adik bisa mewakili,” imbuhnya.
Editor: Fauziah, M. Syakhsan, Rafa Zulhaq
Discussion about this post