Introduction
Selama beberapa dekade terakhir di Italia, sebagian besar perawatan lansia diserahkan kepada anggota keluarga, terutama anak-anak dewasa, dan biasanya anak perempuan. Namun, ketika generasi baby boomers pertama mendekati usia delapan puluh tahun, muncul kekhawatiran akan kebutuhan perawatan jangka panjang untuk generasi ini yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan generasi sebelumnya. Terlebih lagi, mereka mempunyai lebih sedikit anak dibandingkan jumlah anak pada generasi sebelumnya. Sebagai konsekuensinya, rasio orang tua per anak meningkat diiringi dengan berkurangnya penduduk usia dewasa yang merawat orang tuanya. Pada saat yang bersamaan, penduduk dewasa tertekan oleh tanggung jawab ganda terhadap keluarga mereka yang lebih tua dan terhadap anak mereka sendiri sehingga mereka disebut sebagai sandwich caregivers (SCs).
Penelitian ini menggunakan European Health Interview Survey (EHIS) sebagai basis data dan bertujuan untuk mengetahui apakah penduduk Italia berusia 35-59 tahun yang merawat anggota keluarga lanjut usia atau penyandang disabilitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidak merawat dengan karakteristik yang serupa. Meskipun ditemukan dampak positif terhadap kesehatan mental pada perempuan yang hanya memberikan perawatan informal kepada kerabat mereka yang lanjut usia, dampaknya akan berubah ketika tanggung jawab perawatan melibatkan generasi atas dan bawah secara bersamaan sehingga menimbulkan konsekuensi negatif bagi perempuan SC.
Aging and Caregiving in Italy: Demographic Trends and The Sandwich Generation
Persentase penduduk lanjut usia di Italia cenderung meningkat, sementara persentase anak di bawah usia lima belas tahun cenderung menurun (Gambar 1). Persentase penduduk lanjut usia di Italia meningkat dari 14,9% pada tahun 1990 menjadi 22,6% pada tahun 2018. Pada saat yang sama, persentase anak di bawah usia lima belas tahun menurun dari 16,2% menjadi 13,4% sehingga meningkatkan indeks penuaan yang mencerminkan jumlah orang tua per 100 anak, dari 90 pada tahun 1990 menjadi 163 pada tahun 2018.

Gambar 1. Persentase penduduk usia 0–14 tahun dan usia lebih dari 65 tahun di Italia, 1990–2015
Pada tahun 2018, sekitar 12,7 juta atau 34,6% di antara penduduk usia 18–64 tahun merawat anak-anak dan lansia atau penyandang disabilitas secara bersamaan. Orang tua yang memiliki anak kecil hingga usia 15 tahun berjumlah lebih dari 10,5 juta dan sebagian besar terkonsentrasi pada rentang usia 35–44 tahun (60%). Berdasarkan indikasi literatur, rentang usia 40–59 tahun lebih mewakili SC. Mengingat ketersediaan data dan mempertimbangkan dua poin tersebut, populasi sasaran analisis ini adalah penduduk berusia 35–59 tahun. Pada tahun 2019, kelompok ini mewakili 36,9% dari seluruh populasi dan hampir seimbang antara laki-laki (49%) dan perempuan (51%). Namun, dalam enam dari sepuluh kasus perawatan lansia, sebagian besar beban perawatan ditanggung oleh perempuan.
Methods
Data and sample
Penelitian ini menggunakan data dari European Health Interview Survey gelombang kedua (EHIS2) yang dilaksanakan di Italia pada tahun 2015. Data yang dikumpulkan mencakup informasi tentang status kesehatan, penggunaan layanan kesehatan, faktor-faktor penentu kesehatan, dan variabel sosial ekonomi. Survei ini dilakukan terhadap penduduk berusia 15 tahun ke atas dan melibatkan sekitar 16.000 rumah tangga yang tersebar di 562 kotamadya di Italia.
Empirical strategy
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kemungkinan dampak negatif terhadap kesehatan mental yang disebabkan oleh status pengasuh. Status sebagai pengasuh tidak dipilih secara acak, tetapi mungkin disebabkan oleh kondisi kesehatan individu yang lebih baik atau lebih buruk. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya masalah endogenitas . Untuk mengatasi bias seleksi ini, teknik Pencocokan Skor Propensitas memberikan kemungkinan untuk menciptakan dua sampel berbeda, satu dari pengasuh dan yang lainnya dari bukan pengasuh dengan karakteristik observasi yang sama persis dan hanya berbeda dalam status sebagai pengasuh.
![]()
Teknik ini memungkinkan untuk menentukan kontribusi independen dari serangkaian karakteristik yang dapat diamati (vektor X) pada hasil Y dengan memisahkan efek perlakuan dari W yang berkaitan dengan status sebagai pengasuh. Di mana Y0 mewakili hasil bagi yang tidak menerima perlakuan (non-caregiver) dan Y1 mewakili hasil bagi yang menerima perlakuan (caregiver).
Variable selection and descriptive statistics

Tabel 1 menunjukkan data statistik mengenai seluruh sampel berjumlah 8988 observasi serta dua subsampel terkait dengan pengasuh (N = 1758) dan bukan pengasuh (N = 7230). Sampel utama memiliki proporsi yang serupa antara laki-laki (48,1%) dan perempuan (51,9%), namun proporsi perempuan meningkat dalam kalangan pengasuh (59%). Dalam status pekerjaan, terdapat empat kategori yang mewakili 71% dari keseluruhan sampel, yaitu bekerja, menganggur, pekerjaan lainnya, dan pensiunan. Persentase orang yang bekerja di kelompok pengasuh lebih rendah dibandingkan kelompok bukan pengasuh (68,3% vs 71,2%) sedangkan pengangguran dan pensiunan lebih banyak terwakili di kelompok pengasuh dibandingkan bukan pengasuh (33,6% vs 12%). Dalam status keluarga, komposisi keluarga dapat dibedakan menjadi orang tua tunggal dengan anak, pasangan dengan anak, pasangan tanpa anak, dan lajang. Faktanya, orang tua tunggal terwakili dengan baik dalam kalangan pengasuh (13,6% vs 9,9%) yang mungkin memberikan bantuan timbal balik antar generasi. Pasangan tanpa anak juga lebih banyak jumlahnya di kalangan pengasuh (15,1% vs 12,8%) karena memiliki lebih banyak waktu luang. Dengan alasan yang sama, pasangan dengan anak lebih banyak terwakili di kalangan bukan pengasuh (61,3% vs 57,5%).
Result
Propensity score matching
Untuk melihat efek gender dan efek SC, model dijalankan pada subsampel yang berbeda. Pertama, seluruh sampel dipertimbangkan dan dianalisis berdasarkan gender. Selanjutnya, hanya kalangan SC yang dipilih kemudian dibagi menjadi subsampel perempuan dan laki-laki.


Tabel 2b melaporkan hasil teknik pencocokan yang diterapkan pada kalangan SC, di mana tidak ada pengaruh signifikan untuk kovariat (demografi, sosial ekonomi, komposisi keluarga, dan akses kesehatan) dengan tetap mempertahankan tanda dan signifikansi yang ditunjukkan dalam Tabel 2a.

Tabel 3 menunjukkan uji-t penyeimbang yang memberikan bukti kualitas pencocokan antara perlakuan dan kontrol. Untuk setiap sampel yang dipilih, nilai Pseudo R-squared setelah pencocokan mendekati nol. Artinya, teknik ini berhasil membuktikan bahwa ada faktor lain yang tidak dimasukkan dalam kasus ini. Hal ini diperkuat dengan nilai probabilitas dari uji Chi-squared sebelum dan sesudah pencocokan yang menunjukkan bahwa keseimbangan sempurna telah tercapai.

Tabel 4a dan 4b membuktikan bahwa status SC meningkatkan probabilitas untuk mengalami depresi baik pria maupun wanita. Namun, jika subsampel ini dibagi berdasarkan gender, efeknya tetap signifikan dan meningkat untuk perempuan SC, sementara efeknya menghilang untuk laki-laki SC. Hal ini membuktikan bahwa perempuan lebih rentan terhadap stress yang disebabkan oleh tanggung jawab untuk merawat keluarga dibandingkan laki-laki.
Robustness check

Tabel 5 menunjukkan bahwa perempuan SC yang merawat orang tua lanjut usia atau penyandang disabilitas memiliki kemungkinan 5% lebih besar untuk mengalami perasaan negatif dan depresi dibandingkan mereka yang tidak merawat dalam dua minggu terakhir sebelum wawancara.
Discussion and Policy Implication
Perempuan Italia yang memberikan perawatan kepada anggota keluarga lanjut usia atau penyandang disabilitas menunjukkan kemungkinan lebih rendah untuk mengalami depresi dibandingkan dengan perempuan yang tidak memberikan perawatan yang memiliki karakteristik serupa. Namun, stress dan tekanan muncul ketika mereka memberikan perawatan kepada anak-anak berusia sampai dengan lima belas tahun secara bersamaan. Karena perempuan semakin terbebani oleh permintaan untuk merawat keluarga, beberapa kebijakan harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka serta melibatkan pasar tenaga kerja dan layanan masyarakat. Hal ini mencakup peningkatan fleksibilitas dalam waktu kerja, pemberian cuti sementara selama periode di mana perawatan keluarga sangat dibutuhkan, serta bantuan keuangan untuk perawatan anak.
Reviewed from:
Brenna, E. (2020). Should I care for my mum or for my kid? Sandwich generation and depression burden in Italy. Health Policy, 125(3).
https://doi.org/10.1016/j.healthpol.2020.11.014
Editor: Nurul Sekararum, Amira Nisa Adli, Kornelius Pardosi
Ilustrasi oleh: Hamidatul Hawa Rahmadini

Discussion about this post